Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Keuangan

Zurich Waspadai Sejumlah Faktor yang Bisa Pengaruhi Kinerja Asuransi Properti

Matthew Smith - pusatkabar.com 2 mins baca

PT Zurich Asuransi Indonesia tengah mengawasi berbagai elemen yang berpotensi memengaruhi performa divisi asuransi properti sampai akhir tahun 2026. Direktur

Zurich Waspadai Sejumlah Faktor yang Bisa Pengaruhi Kinerja Asuransi Properti

Zurich Asuransi Indonesia Pantau Faktor Pendorong Kinerja Properti Hingga 2026

Pusatkabar.com – PT Zurich Asuransi Indonesia tengah mengawasi berbagai elemen yang berpotensi memengaruhi performa divisi asuransi properti sampai akhir tahun 2026. Direktur perusahaan, Musi Samosir, menegaskan bahwa pemantauan terhadap risiko bencana alam serta cuaca ekstrem menjadi prioritas utama.

“Selain itu, memonitor juga kondisi ekonomi nasional hingga dinamika pasar global,” katanya kepada Kontan, Selasa (21/7/2026).

Dari sisi kinerja, Zurich melaporkan peningkatan Gross Written Premium (GWP) atau premi bruto lini properti mencapai 17% secara Year on Year (YoY) pada Juni 2026. Meskipun demikian, nilai absolut yang dicatat tidak diungkapkan secara rinci.

Musi menambahkan bahwa pertumbuhan ini ditopang oleh beberapa hal, termasuk kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terhadap perlindungan aset serta maraknya aktivitas investasi dan pembangunan di berbagai sektor industri. Ia juga menyebutkan bahwa kebutuhan mitigasi risiko terhadap bencana alam dan gangguan operasional usaha masih tergolong tinggi.

“Ditambah, masih tingginya kebutuhan mitigasi risiko terhadap bencana alam dan gangguan operasional usaha,” kata Musi.

Selain itu, perusahaan tidak sekadar memberikan perlindungan asuransi, tetapi juga membantu nasabah mengidentifikasi potensi risiko sejak dini. Pendekatan konsultatif dari Zurich bertujuan memperkuat perlindungan terhadap aset maupun operasional bisnis para klien.

Performa Industri Asuransi Properti

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), pendapatan premi asuransi properti secara keseluruhan mengalami kenaikan 6,5% secara YoY, menyentuh Rp 8,31 triliun per Maret 2026.

Di sisi lain, nilai klaim asuransi properti menunjukkan pertumbuhan yang lebih signifikan sebesar 34,7% YoY, mencapai Rp 2,64 triliun pada periode yang sama. Angka-angka ini mencerminkan tren positif dalam sektor asuransi properti nasional.

Ikut berdiskusi