Latest Program: AAUI: Ekosistem Digital dan E-Commerce Buka Peluang Pertumbuhan Asuransi Marine Cargo
AAUI: Ekosistem Digital dan E-Commerce Buka Peluang Pertumbuhan Asuransi Marine Cargo Latest Program – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyoroti bahwa
AAUI: Ekosistem Digital dan E-Commerce Buka Peluang Pertumbuhan Asuransi Marine Cargo
Latest Program – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyoroti bahwa kemajuan ekosistem digital dan pertumbuhan e-commerce menjadi penggerak utama dalam mendorong pengembangan sektor asuransi marine cargo. Menurut Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, keberadaan transaksi digital telah mengubah cara industri logistik dan perdagangan mengelola risiko pengiriman barang, baik dalam skala lokal maupun internasional. Dengan meningkatnya volume pengiriman melalui platform digital, kebutuhan akan perlindungan finansial menjadi semakin kritis, sehingga Latest Program ini menjadi peluang besar bagi asuransi umum untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Pengaruh Digitalisasi pada Risiko Pengiriman
Budi Herawan menjelaskan bahwa digitalisasi transaksi mempercepat alur distribusi barang, tetapi juga meningkatkan kompleksitas risiko. Misalnya, dalam proses e-commerce, keberadaan ekosistem logistik digital memungkinkan pengiriman yang lebih efisien, tetapi memerlukan mekanisme proteksi yang terintegrasi untuk mengatasi ancaman seperti kerusakan barang, keterlambatan pengiriman, atau kehilangan dalam rantai supply chain. Dengan Latest Program yang menekankan keterlibatan platform digital, perusahaan asuransi bisa menghadirkan produk yang lebih responsif terhadap kebutuhan pelaku usaha, baik kecil maupun besar.
Kerja sama dengan e-commerce, marketplace, dan pelaku logistik bisa menjadi strategi utama dalam Latest Program ini. Budi mengatakan, pengiriman barang lintas wilayah kini sering dilakukan secara otomatis melalui sistem digital, sehingga asuransi marine cargo bisa ditawarkan sebagai layanan tambahan yang lebih mudah diakses. Dengan penggunaan teknologi seperti big data dan AI, risiko dapat diprediksi dan dikelola secara lebih akurat, meningkatkan daya saing produk asuransi dalam pasar yang kompetitif.
Strategi Kolaborasi untuk Meningkatkan Premi
“Dalam konteks e-commerce, perlindungan marine cargo bisa diperluas dari pengiriman massal ke pengiriman ritel dan komersial dengan volume tinggi,” ujar Budi kepada Kontan, Sabtu (20/6).
Menurut Budi, Latest Program ini juga mencakup kolaborasi dengan berbagai pihak dalam rantai supply chain, seperti perbankan, freight forwarder, dan perusahaan logistik. Dengan menyelaraskan produk asuransi dengan kebutuhan pasar, risiko pengiriman bisa diubah menjadi peluang pendapatan. Ia menekankan bahwa asuransi marine cargo tidak hanya melindungi barang fisik, tetapi juga memberikan kepastian kepada pelaku usaha dalam menghadapi fluktuasi harga dan kerugian akibat kehilangan komoditas strategis.
Selain itu, Budi menyebut bahwa Latest Program ini membutuhkan pendekatan berkelanjutan, termasuk penguatan manajemen risiko, digitalisasi proses klaim, serta edukasi pelaku usaha tentang manfaat asuransi. Dengan memperhatikan tren ekspor-impor dan e-commerce yang terus tumbuh, sektor asuransi marine cargo diharapkan bisa meningkatkan basis premi seiring kebutuhan akan proteksi yang lebih dinamis.
Menurut data AAUI, klaim asuransi marine cargo naik 6,7% YoY, mencapai Rp 357 miliar hingga Maret 2026. Meski premi mengalami kontraksi 12,6% YoY menjadi Rp 1,49 triliun, Budi optimis bahwa Latest Program ini akan membantu memperbaiki kinerja sektor. Ia menambahkan bahwa pengembangan produk yang fleksibel dan adaptif dengan kebutuhan pasar menjadi kunci untuk mencapai pertumbuhan yang signifikan.
“Misalnya, perlindungan untuk pengiriman domestik dan internasional, alur stock, proyek, komoditas strategis, barang e-commerce, hingga risiko yang sesuai dengan profil masing-masing tertanggung,” terangnya.
Dengan Latest Program yang melibatkan ekosistem digital, AAUI mengharapkan peningkatan akses dan kejelasan dalam transaksi asuransi. Dukungan dari pihak terkait, seperti pemerintah dan perusahaan logistik, akan mempercepat implementasi kebijakan yang mendukung pengembangan sektor ini. Budi juga mengimbau agar perusahaan asuransi terus berinovasi, baik dalam bentuk polis digital maupun layanan klaim yang lebih cepat, guna memenuhi ekspektasi pelaku usaha di era digital yang semakin pesat.
