Skip to content
Fresh Desk
September 13, 2026
Nasional

Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tak Suka Didikte Kekuatan Tertentu

Elizabeth Moore - pusatkabar.com 5 mins baca

Presiden Prabowo Subianto menempatkan ketahanan nasional sebagai unsur utama bagi negara yang ingin menentukan kebijakannya sendiri di tengah perubahan

Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tak Suka Didikte Kekuatan Tertentu

Prabowo Tekankan Ketahanan Nasional dan Kemandirian di Forum BRICS

Pusatkabar.com – Presiden Prabowo Subianto menempatkan ketahanan nasional sebagai unsur utama bagi negara yang ingin menentukan kebijakannya sendiri di tengah perubahan geopolitik dan ekonomi dunia. Pesan itu disampaikan dalam sesi terbatas Konferensi Tingkat Tinggi BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026).

Sesi tersebut mengangkat tema Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism. Dalam forum itu, Prabowo menyoroti pentingnya negara-negara membangun kekuatan dari dalam, sekaligus memperluas kerja sama yang nyata melalui BRICS.

Indonesia hadir sebagai anggota baru BRICS. Prabowo menyampaikan penghargaan kepada negara-negara pendiri yang menerima Indonesia untuk bergabung dalam kelompok yang mencakup negara-negara dengan jumlah penduduk besar dan kepentingan ekonomi yang beragam.

“Merupakan suatu kehormatan besar bagi kami untuk hadir di sini dan bergabung dengan Anda semua dalam KTT ini. Kami adalah anggota baru BRICS, dan kami ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendiri BRICS yang telah menerima kami dengan sangat cepat sebagai anggota organisasi baru yang hebat ini, yang mewakili separuh dari populasi manusia,” kata Prabowo.

Apresiasi untuk Kepemimpinan India

Di awal penyampaiannya, Presiden juga memberikan apresiasi kepada Perdana Menteri India Narendra Modi. India menjadi tuan rumah sekaligus memegang posisi Ketua BRICS 2026, sementara KTT berlangsung di New Delhi.

“Izinkan saya terlebih dahulu menyampaikan terima kasih kepada tuan rumah dan Ketua BRICS tahun ini atas sambutan hangat serta keramahan luar biasa yang diberikan kepada delegasi kami. Saya juga ingin memberikan apresiasi atas kepemimpinan hebat yang ditunjukkan oleh Perdana Menteri Shri Narendra Modi dalam memimpin BRICS,” ujar Prabowo.

Apresiasi tersebut mencerminkan arti penting forum multilateral bagi Indonesia. Keikutsertaan dalam BRICS membuka ruang dialog dengan sesama anggota mengenai isu strategis lintas negara, khususnya bidang yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan daya tahan ekonomi.

Kekuatan Negara Berawal dari Kebutuhan Rakyat

Prabowo menegaskan bahwa posisi sebuah negara di panggung internasional tidak cukup hanya ditentukan oleh pengaruh diplomatik. Kekuatan yang lebih mendasar, kata dia, tumbuh dari kemampuan negara memenuhi kebutuhan warganya.

Pangan, energi, pendidikan, dan kesejahteraan menjadi unsur yang saling terhubung. Ketika kebutuhan dasar tersebut dapat dipenuhi secara lebih kuat dan berkelanjutan, negara memiliki fondasi yang lebih kokoh untuk menghadapi tekanan eksternal maupun gejolak global.

“Dengan bersatu, kita juga menjadi lebih kuat. Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita—lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera. Begitulah cara kita membangun bangsa yang tangguh dan benar-benar mandiri,” tegasnya.

Penekanan pada kebutuhan domestik menunjukkan bahwa kemandirian bukan semata-mata soal hubungan luar negeri. Kemandirian juga berkaitan dengan kemampuan menjaga pasokan, memperluas kesempatan pendidikan, dan memastikan pertumbuhan ekonomi dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

Menjaga Ruang Menentukan Kebijakan Sendiri

Bagi Indonesia, ketahanan nasional memiliki arti penting untuk menjaga kebebasan dalam mengambil arah kebijakan. Prabowo menyatakan Indonesia tidak ingin berada dalam keadaan yang membuatnya bergantung pada atau ditekan oleh kekuatan tertentu.

“Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri. Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan,” lanjut Prabowo.

Pernyataan itu menegaskan pandangan bahwa ketangguhan nasional dan perdamaian saling berkaitan. Negara yang memiliki fondasi kuat dapat menjalankan kerja sama internasional dengan posisi yang lebih percaya diri, sambil tetap mengutamakan kepentingan rakyatnya.

Dalam konteks tata kelola global yang inklusif, pendekatan tersebut juga memberi makna bahwa kerja sama antarnegara seharusnya memperluas pilihan dan manfaat bersama, bukan menciptakan ketergantungan baru. Forum seperti BRICS dipandang dapat menjadi ruang untuk membangun kepercayaan dan menyusun langkah kolektif di sektor-sektor penting.

Energi Menjadi Salah Satu Prioritas Kerja Sama

Prabowo menggarisbawahi energi sebagai contoh bidang yang membutuhkan kolaborasi konkret. Ketahanan energi berpengaruh besar terhadap kegiatan ekonomi, karena energi mendukung produksi, distribusi, layanan publik, dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Energi adalah salah satu contoh yang jelas. Kita menghubungkan sistem energi kita dan memperkuat keamanan energi di seluruh wilayah kita untuk mendorong perekonomian kita, dan membangun ketahanan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Penguatan konektivitas sistem energi antarnegara serta peningkatan keamanan energi menjadi gagasan yang didorong Indonesia di dalam BRICS. Kerja sama semacam ini dapat dipahami sebagai upaya memperkuat kesiapan negara-negara anggota dalam menghadapi kebutuhan energi yang terus berkembang dan dinamika pasokan global.

Selain energi, Presiden mendorong perluasan kolaborasi pada sektor pangan, pendidikan, dan ekonomi. Keempat bidang itu dinilai berkaitan langsung dengan kemampuan negara anggota menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera sekaligus ekonomi yang lebih tahan terhadap perubahan.

Kerja Sama yang Memberi Dampak Nyata

Pesan utama Indonesia di KTT BRICS 2026 menekankan perlunya mengubah kekuatan kolektif menjadi program yang dapat dirasakan manfaatnya. Bagi negara anggota, kerja sama tidak berhenti pada pertemuan dan pernyataan politik, melainkan perlu diarahkan kepada bidang yang memperkuat kehidupan masyarakat.

Pangan yang terjaga, energi yang aman, pendidikan yang berkembang, serta ekonomi yang lebih kuat merupakan bagian dari agenda ketahanan yang disampaikan Prabowo. Dengan dasar tersebut, Indonesia memandang kemandirian nasional dapat berjalan beriringan dengan kemitraan internasional yang saling menguatkan.

Keikutsertaan Indonesia dalam BRICS pun membawa penekanan yang jelas: kerja sama global perlu menghasilkan ruang yang lebih besar bagi negara untuk tumbuh, membangun daya tahan, dan mengambil keputusan secara mandiri demi kesejahteraan rakyatnya.

Frequently Asked Questions

What is Prabowo di KTT BRICS?

Prabowo di KTT BRICS is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prabowo di KTT BRICS matter?

Prabowo di KTT BRICS matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Ikut berdiskusi