Skip to content
Fresh Desk
Juni 23, 2026
Nasional

New Policy: Danantara Bangun Sport Tourism di Kawasan GBK, Buka Peluang Robohkan Hotel Sultan

Matthew Smith 3 mins baca

New Policy: Danantara Mengembangkan Sport Tourism di GBK, Buka Peluang Robohkan Hotel Sultan New Policy - Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan

New Policy: Danantara Bangun Sport Tourism di Kawasan GBK, Buka Peluang Robohkan Hotel Sultan

New Policy: Danantara Mengembangkan Sport Tourism di GBK, Buka Peluang Robohkan Hotel Sultan

New Policy – Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan fasilitas pariwisata, pemerintah meluncurkan New Policy baru yang mengubah pengelolaan Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta Pusat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mengubah GBK menjadi pusat sport tourism, yang diharapkan mampu menarik investasi dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi regional. Pemerintah resmi mengambil alih pengelolaan Hotel Sultan di GBK, menjadi titik awal transformasi besar-besaran ini.

Langkah Strategis Meningkatkan Aset Negara

CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa New Policy ini merupakan bagian dari upaya untuk memaksimalkan potensi GBK sebagai kawasan strategis. Menurutnya, GBK memiliki keunggulan geografis dan historis yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong kegiatan pariwisata olahraga. Dengan revolusi konsep pengelolaan, GBK diharapkan menjadi pusat kegiatan olahraga dan wisata yang terpadu, serta memperkuat posisi Jakarta sebagai kota internasional.

“GBK sebenarnya sudah memiliki fondasi sebagai area berbasis olahraga, jadi New Policy ini memberi peluang untuk meningkatkan fasilitasnya hingga mencapai standar internasional,” ujar Rosan di Istana Kepresidenan, Senin (22/6/2026).

Dalam proses revitalisasi, Danantara memiliki rencana untuk merobohkan Hotel Sultan yang selama ini dikelola oleh PT Indobuildco. Tindakan ini dianggap perlu untuk membersihkan lahan dan membangun infrastruktur yang lebih modern. Selain itu, perusahaan juga akan menambah fasilitas seperti lapangan olahraga, pusat pelatihan, dan area wisata yang bisa diakses oleh wisatawan domestik dan mancanegara.

“(akan dirobohin?), eventually ya,” tegas Rosan, menegaskan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan lahan GBK sesuai New Policy yang diusung pemerintah. Proyek ini akan didukung oleh BUMN terkait untuk memastikan keberlanjutan dan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto telah meminta perusahaan pelat merah untuk menyiapkan New Policy yang mengarahkan pengembangan GBK menjadi destinasi pariwisata. Rosan menjelaskan bahwa pihaknya akan melibatkan BUMN seperti Injourney dalam mengelola kawasan ini, guna memastikan pengembangan sesuai visi nasional. Dalam New Policy ini, fokus juga ditempatkan pada peningkatan kenyamanan, aksesibilitas, dan manajemen logistik yang efisien.

Revolusi Pengelolaan Aset Nasional

Sebelumnya, pemerintah telah melakukan eksekusi pengosongan eks Hotel Sultan di GBK. Langkah ini menunjukkan komitmen untuk mengembalikan aset strategis yang sudah lama menjadi milik negara. Proses hukum yang berlangsung selama bertahun-tahun akhirnya memungkinkan pengambilalihan lahan tersebut, yang akan menjadi bagian dari New Policy revolusioner dalam pengelolaan kawasan GBK.

“Presiden juga menyampaikan bahwa ketika aset ini dikembalikan kepada negara, harus dimanfaatkan secara optimal untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat,” ujar Bambang Eko Suhariyanto, Wakil Menteri Sekretaris Negara, di area eks Hotel Sultan.

Bambang menjelaskan bahwa lahan eks Hotel Sultan diberikan pemerintah sejak 1959 untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games IV. Dengan kembali dikuasai negara, aset tersebut diharapkan bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat. New Policy ini menegaskan bahwa GBK akan menjadi pusat pengembangan ekonomi yang terintegrasi, bukan hanya untuk olahraga tetapi juga sektor pariwisata dan pendidikan.

New Policy yang diusung pemerintah juga melibatkan kerja sama antara berbagai instansi pemerintah dan perusahaan BUMN. Revitalisasi GBK akan dilakukan secara bertahap, dengan perencanaan yang matang untuk memastikan keberhasilan proyek jangka panjang. Pemerintah berharap, melalui New Policy ini, GBK bisa menjadi contoh kawasan pengembangan yang berkelanjutan dan memberi dampak sosial-ekonomi yang signifikan.

Salah satu aspek utama dari New Policy ini adalah peningkatan infrastruktur transportasi dan fasilitas umum di sekitar GBK. Rosan menegaskan bahwa proyek ini akan mengintegrasikan kebutuhan logistik, kebersihan, dan aksesibilitas untuk memastikan pengunjung dapat menikmati fasilitas secara optimal. Dengan transformasi tersebut, GBK diharapkan menjadi pusat sport tourism yang bisa menyaingi kawasan serupa di luar negeri.

Kebijakan baru ini juga diharapkan mendorong kolaborasi antar-sektor, seperti pengembangan olahraga, pariwisata, dan teknologi. Selain itu, New Policy ini akan memberi peluang bagi investor lokal dan internasional untuk berpartisipasi dalam proyek pembangunan GBK. Dengan menyelesaikan masalah lahan Hotel Sultan, langkah ini menjadi dasar untuk pengembangan GBK secara lebih komprehensif.

Ikut berdiskusi