Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

New Policy: Pemerintah Gandeng Imperial College untuk Bangun 10 Kampus Kedokteran Baru

John Johnson - pusatkabar.com 3 mins baca

Imperial College Bangun 10 Kampus Kedokteran Baru New Policy yang baru saja diumumkan oleh pemerintah Indonesia menjadi langkah strategis dalam meningkatkan

New Policy: Pemerintah Gandeng Imperial College untuk Bangun 10 Kampus Kedokteran Baru

Pemerintah Gandeng Imperial College Bangun 10 Kampus Kedokteran Baru

New Policy yang baru saja diumumkan oleh pemerintah Indonesia menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran di tanah air. Kerja sama dengan Imperial College, sebuah universitas ternama di Inggris, diharapkan mampu mendorong pembangunan 10 kampus kedokteran baru yang akan berdampak signifikan pada peningkatan akses pendidikan tinggi di bidang kesehatan. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya memperkuat standar akademik nasional agar sejajar dengan universitas-universitas terbaik dunia.

Kolaborasi untuk Meningkatkan Kurikulum dan Penelitian

Kerja sama antara pemerintah dengan Imperial College tidak hanya fokus pada pendirian kampus-kampus baru, tetapi juga mencakup pengembangan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan bahwa universitas Inggris tersebut akan memberikan kontribusi dalam hal inovasi pendidikan serta penelitian kesehatan. Selain itu, program pertukaran dosen dan pendidik akan menjadi salah satu elemen utama untuk memastikan kualitas pengajaran tetap terjaga.

“Kerja sama ini akan menciptakan keberlanjutan dalam pendidikan kedokteran Indonesia. Kami berharap melalui New Policy ini, kampus-kampus baru bisa menjadi pusat penelitian dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas,” tutur Brian dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Senin (22/6/2026).

Imperial College, yang masuk dalam lima universitas terbaik dunia di bidang kedokteran menurut Quacquarelli Symonds (QS) World University, dikenal memiliki program konsentrasi teknologi medis dan digital. Pemerintah menyebutkan bahwa kolaborasi ini akan memberikan kemampuan unggul dalam teknologi kesehatan, yang menjadi kebutuhan mendesak di tengah peningkatan kompleksitas penyakit modern.

Pelaksanaan New Policy: Membuka Akses di Wilayah Terpencil

Dalam New Policy, pemerintah menargetkan pendirian kampus kedokteran di berbagai daerah, termasuk wilayah yang sebelumnya kurang terjangkau. Langkah ini bertujuan mengurangi kesenjangan pendidikan kesehatan antar daerah, terutama di pulau-pulau terpencil yang memerlukan tenaga medis terlatih. Selain itu, kampus-kampus baru juga diharapkan menjadi pusat pengembangan penelitian lokal yang bisa bersinergi dengan keahlian internasional.

“Kita ingin mempercepat proses ini. New Policy ini bukan hanya tentang jumlah kampus, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan pendidikan kedokteran di Indonesia,” tegas Presiden Joko Widodo dalam pidato di acara UK-Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London, Selasa (20/1/2026).

Presiden Jokowi menegaskan bahwa kolaborasi dengan Imperial College akan menjadi fondasi untuk mewujudkan visi pemerintah dalam menciptakan sistem pendidikan tinggi yang modern dan adaptif. Hal ini terutama penting mengingat Indonesia masih membutuhkan perbaikan dalam produksi dokter yang berkualitas dan mampu menghadapi tantangan kesehatan di masa depan.

Program New Policy ini juga mencakup peningkatan infrastruktur pendidikan seperti laboratorium, pusat kesehatan masyarakat, dan fasilitas penelitian yang memadai. Dengan adanya kampus-kampus baru, pemerintah berharap bisa mempercepat peningkatan daya saing Indonesia di bidang kesehatan dan kesetaraan pendidikan dengan negara-negara lain.

Kontribusi dari Imperial College

Imperial College akan terlibat dalam berbagai aspek pengelolaan kampus kedokteran baru, termasuk pengembangan program akademik, pembinaan peneliti muda, dan pelatihan dosen. Universitas Inggris tersebut juga akan memberikan bantuan teknis dalam penerapan teknologi digital ke dalam proses belajar mengajar, seperti penggunaan simulasi medis atau platform e-learning yang inovatif.

“Imperial College memiliki pengalaman dalam mengintegrasikan teknologi dengan pendidikan kedokteran. Kami akan memastikan bahwa para mahasiswa Indonesia bisa memperoleh pelatihan yang sesuai dengan tuntutan era digital,” kata Rektor Imperial College dalam wawancara terpisah.

Dengan adanya kerja sama ini, pemerintah menyatakan bahwa New Policy akan menjadi peluang untuk menarik investasi pendidikan tinggi dari luar negeri. Diharapkan kolaborasi ini bisa menjadi contoh sukses bagi kemitraan lainnya, terutama dalam bidang yang sama. Selain itu, keberhasilan program ini akan memberikan dampak positif pada perekonomian, melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesehatan masyarakat.

Dalam jangka panjang, New Policy ini berpotensi meningkatkan jumlah dokter dan spesialis di Indonesia, yang saat ini masih di bawah rata-rata internasional. Pemerintah juga menyebutkan bahwa kampus-kampus baru akan menjadi basis pengembangan inovasi kesehatan, seperti pengobatan berbasis teknologi dan pelayanan kesehatan yang lebih efisien.

Ikut berdiskusi