Skip to content
Fresh Desk
Agustus 5, 2026
Keuangan

Meeting Results: Aftech: Universal Banking Buka Peluang Integrasi Bank dan Fintech

Matthew Moore - pusatkabar.com 3 mins baca

Meeting Results: Aftech Tawarkan Universal Banking untuk Transformasi Sektor Keuangan Meeting Results - Dalam Meeting Results yang diadakan Otoritas Jasa

Meeting Results: Aftech: Universal Banking Buka Peluang Integrasi Bank dan Fintech

Meeting Results: Aftech Tawarkan Universal Banking untuk Transformasi Sektor Keuangan

Meeting Results – Dalam Meeting Results yang diadakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) mengusulkan konsep universal banking sebagai strategi transformasi sektor jasa keuangan. Konsep ini dirasa memiliki potensi besar untuk mengintegrasikan perbankan tradisional dengan inovasi fintech, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Dalam sesi diskusi, Aftech menekankan pentingnya adaptasi terhadap model universal banking sebagai jawaban atas dinamika perubahan industri keuangan global.

Universal Banking: Harapan dan Potensi Perubahan

“Universal banking menawarkan pendekatan holistik dalam pelayanan keuangan. Dengan integrasi antara bank, fintech, dan layanan keuangan lainnya, kita bisa menciptakan ekosistem yang lebih efisien dan mudah diakses oleh masyarakat,” jelas Pandu Sjahrir, Kepala Aftech, dalam Meeting Results di Jakarta.

Konsep universal banking yang diusung OJK dianggap sebagai bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan industri keuangan nasional. Aftech memandang bahwa model ini tidak hanya menawarkan pengembangan teknologi, tetapi juga memungkinkan peningkatan layanan keuangan yang lebih personalisasi. Dalam Meeting Results, Pandu menyoroti bahwa penggabungan layanan dari berbagai pelaku jasa keuangan akan mengurangi fragmentasi pasar dan meningkatkan konsolidasi sektor.

Keselarasan Kebijakan dan Teknologi

Meeting Results menggarisbawahi pentingnya sinergi antara kebijakan regulasi dan inovasi teknologi. Pandu Sjahrir menekankan bahwa OJK harus lebih proaktif dalam memastikan kebijakan yang mendukung integrasi antar sektor keuangan. Hal ini termasuk menetapkan standar yang memungkinkan fintech berkembang secara mandiri tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Dalam Meeting Results, Aftech juga menyebutkan bahwa fintech tidak hanya menjadi pelaku inovasi, tetapi juga bisa menjadi mitra strategis perbankan. Integrasi ini akan memungkinkan bank mengakses teknologi terbaru, sementara fintech mendapatkan dukungan struktural untuk tumbuh dan berkontribusi lebih besar dalam perekonomian. Pandu menyampaikan bahwa keberhasilan universal banking bergantung pada koordinasi antara regulator, pelaku industri, dan pengguna layanan.

Tantangan dan Kesiapan Industri

Dalam Meeting Results, Pandu Sjahrir mengingatkan bahwa implementasi universal banking memerlukan persiapan matang. Fokus utama adalah peningkatan kemampuan manajemen risiko, sistem keamanan siber, serta pengelolaan data pelanggan. Kesiapan ini menjadi kunci agar industri keuangan tidak hanya bertransformasi, tetapi juga tetap stabil.

Menurut Pandu, tantangan utama adalah memastikan harmonisasi antara efisiensi operasional dan keandalan layanan. “Pergeseran ke arah universal banking bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang struktur bisnis yang adaptif dan transparan,” ujar Pandu dalam Meeting Results. Ia menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan fintech harus meningkatkan kapasitas operasional mereka agar bisa bersaing secara sehat dengan institusi keuangan konvensional.

Indonesia Digital Bank Summit 2026: Platform Diskusi Berkelanjutan

Sebagai bagian dari Meeting Results terkait universal banking, Aftech akan menggelar Indonesia Digital Bank Summit (IDBS) 2026 pada 7 Juli 2026 di Jakarta. Acara ini diharapkan menjadi wadah diskusi untuk mendorong koordinasi antara bank, fintech, dan regulator. IDBS akan dihadiri oleh lebih dari 300 pemimpin industri, termasuk para direktur bank, tokoh fintech, dan akademisi.

IDBS 2026 akan membahas empat tema utama: integrasi antara perbankan dan fintech, peningkatan kesejahteraan finansial masyarakat, penguatan kontribusi sektor keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi, serta pengembangan infrastruktur digital. Pandu Sjahrir menegaskan bahwa hasil diskusi dari Meeting Results akan menjadi dasar pembentukan kebijakan yang berkelanjutan. “Sesuai dengan Meeting Results, kita perlu menyiapkan ekosistem yang bisa mendukung pertumbuhan fintech tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian,” katanya.

Keberlanjutan dalam Pelayanan Keuangan Nasional

Pandu Sjahrir juga menyoroti bahwa keberhasilan universal banking tidak hanya tergantung pada teknologi, tetapi juga pada komitmen pelaku industri untuk melayani masyarakat secara lebih inklusif. “Dalam Meeting Results, kami sepakat bahwa transformasi ini harus mengarah pada kepuasan konsumen dan stabilitas ekosistem keuangan,” terangnya.

Universal banking diharapkan mampu mengatasi masalah akses ke layanan keuangan bagi masyarakat pedesaan dan daerah terpencil. Dengan integrasi yang lebih erat antara fintech dan bank, akses akan menjadi lebih mudah, biaya transaksi lebih rendah, dan pelayanan keuangan lebih beragam. Pandu berharap Meeting Results akan menjadi pengantar untuk implementasi model ini secara bertahap dan terukur.

Ikut berdiskusi