Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Meeting Results: Kemenko PM Perkuat Jalur Resmi Kerja Migran Lewat Global Talent Day

Karen Williams - pusatkabar.com 3 mins baca

Meeting Results: Kemenko PM Perkuat Jalur Resmi Pekerja Migran Melalui Global Talent Day Meeting Results - Dalam hasil pertemuan terbaru, Kementerian

Meeting Results: Kemenko PM Perkuat Jalur Resmi Kerja Migran Lewat Global Talent Day

Meeting Results: Kemenko PM Perkuat Jalur Resmi Pekerja Migran Melalui Global Talent Day

Meeting Results – Dalam hasil pertemuan terbaru, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) terus berupaya memperkuat jalur resmi bagi pekerja migran Indonesia. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi jumlah tenaga kerja yang bekerja secara ilegal di berbagai wilayah, sekaligus meningkatkan kualitas dan perlindungan bagi para pekerja yang terdaftar. Kemenko PM mengungkapkan bahwa inisiatif ini dilakukan melalui penyelenggaraan acara Global Talent Day dan Kebumen Job Fair & PMI Expo pada 24–26 Juni 2026, sebagai langkah strategis untuk membangun koneksi yang lebih kuat antara calon pekerja migran dengan pelaku ekonomi lokal dan internasional.

Penguatan Sistem Pekerja Migran yang Terstruktur dan Terlindungi

Hasil pertemuan ini menekankan pentingnya pendekatan sistematis dalam penempatan pekerja migran. Kemenko PM berupaya mengintegrasikan pelatihan vokasi dengan peluang kerja yang lebih jelas, sehingga masyarakat dapat memperoleh keterampilan yang relevan sebelum memasuki pasar tenaga kerja internasional. Dalam agenda kegiatan, para peserta akan mengikuti sesi pembekalan teknis, serta mendapatkan akses ke perusahaan dan lembaga pelatihan yang sudah terverifikasi. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa pekerja migran tidak hanya memiliki kemampuan memadai, tetapi juga dijaga dengan perlindungan hukum dan sosial yang komprehensif.

“Dari hasil pertemuan, kami sepakat bahwa penempatan tenaga kerja harus terus ditingkatkan melalui jalur resmi. Hal ini akan meminimalkan risiko penyalahgunaan serta memberikan jaminan kesejahteraan bagi pekerja migran,” ungkap Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Leontinus Alpha Edison, Selasa (23/6/2026).

Kebumen Sebagai Lokasi Strategis untuk Pekerja Migran

Kabupaten Kebumen menjadi salah satu lokasi kritis dalam upaya penguatan jalur resmi pekerja migran. Daerah ini telah lama dikenal sebagai pusat pengiriman tenaga kerja terbesar di Jawa Tengah, dengan total penempatan mencapai 46.751 orang pada tahun 2026. Hasil pertemuan menunjukkan bahwa Bupati Kebumen Lilis Nuryani mendukung penuh pelaksanaan acara Global Talent Day dan Kebumen Job Fair & PMI Expo sebagai sarana meningkatkan kualifikasi dan keberdayaan masyarakat setempat. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat serta lembaga pelatihan untuk menjawab tantangan global tenaga kerja.

Dalam rangkaian acara tersebut, para peserta akan diberikan pelatihan bahasa yang relevan, seperti Jepang, Korea, dan Jerman, sebagai persiapan menghadapi peluang kerja di negara-negara tujuan. Workshop dengan narasumber dari KP2MI, kedutaan negara, IOM Indonesia, serta BPJS Ketenagakerjaan diharapkan mampu memberikan informasi yang lebih detail mengenai prosedur registrasi, kebijakan perlindungan, dan hak-hak pekerja migran. Selain itu, sesi matchmaking akan memudahkan calon pekerja migran dalam memilih perusahaan penempatan yang kredibel.

Hasil pertemuan juga menyoroti pentingnya memanfaatkan kebutuhan global tenaga kerja, terutama di sektor manufaktur, perawatan lansia, hospitality, dan pertanian. Negara-negara seperti Jepang dan Jerman memiliki permintaan tinggi akan tenaga kerja terampil, tetapi belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Indonesia. Dengan Global Talent Day, Kemenko PM berharap dapat mempercepat proses pendidikan dan pelatihan vokasi, serta memastikan bahwa peserta kegiatan memiliki peluang kerja yang lebih baik di pasar internasional.

Pelaksanaan Global Talent Day dan Kebumen Job Fair & PMI Expo dianggap sebagai bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan kualitas pekerja migran. Berdasarkan data dari KP2MI, penempatan pekerja migran dari Jawa Tengah mencapai angka 1.229.258 orang, yang menunjukkan bahwa daerah ini memiliki peran penting dalam kontribusi tenaga kerja nasional. Hasil pertemuan menegaskan bahwa penguatan jalur resmi tidak hanya mempercepat pengiriman tenaga kerja, tetapi juga menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam seluruh proses.

Sebagai bagian dari hasil pertemuan, Kemenko PM mengeluarkan rekomendasi untuk mengembangkan program “SMK Go Global” yang lebih luas. Program ini bertujuan mengarahkan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) ke pasar kerja internasional, sekaligus memperkuat kompetensi mereka melalui pelatihan yang terstandarisasi. Dengan pendekatan ini, para pekerja migran akan lebih siap menghadapi lingkungan kerja yang kompetitif, serta mendapatkan perlindungan yang sepadan. Kemenko PM juga berencana memperluas kolaborasi dengan sektor swasta untuk menciptakan lebih banyak peluang kerja dan meningkatkan kualitas pelatihan.

Ikut berdiskusi