Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Meeting Results: Said Iqbal: Relokasi PT J dan PT S ke Vietnam Berisiko PHK hingga 7.000 Karyawan

Elizabeth Moore - pusatkabar.com 3 mins baca

Meeting Results: Said Iqbal: Relokasi PT J dan PT S ke Vietnam Berisiko PHK hingga 7.000 Karyawan Meeting Results - KONTAN.CO.ID - JAKARTA.

Meeting Results: Said Iqbal: Relokasi PT J dan PT S ke Vietnam Berisiko PHK hingga 7.000 Karyawan

Meeting Results: Said Iqbal: Relokasi PT J dan PT S ke Vietnam Berisiko PHK hingga 7.000 Karyawan

Meeting Results – KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Meeting Results menyampaikan pernyataan Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), tentang rencana relokasi dua perusahaan manufaktur otomotif Jepang, yaitu PT J dan PT S, ke Vietnam. Langkah ini dianggap berpotensi menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga 7.000 karyawan. Dalam pernyataannya, Said menegaskan bahwa pengusaha di Indonesia perlu mempertimbangkan dampak sosial dari relokasi tersebut.

Tindakan Relokasi Perusahaan Jepang dan Dampaknya

KSPI mengungkapkan kekhawatiran terhadap rencana perpindahan sebagian aktivitas produksi PT J dan PT S ke Vietnam. Said Iqbal menekankan bahwa relokasi ini bisa berdampak signifikan pada kesejahteraan ribuan pekerja di Jawa Timur, khususnya di Pasuruan dan Mojokerto. “Jika rencana ini terwujud, bisa terjadi PHK hingga 7.000 orang,” jelas Said usai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KSPI Tahun 2026, Selasa (23/6/2026).

Dalam meeting results, Said juga menyebutkan bahwa jumlah karyawan yang terkena PHK bisa mencapai 4.000 orang untuk PT J dan 3.000 orang untuk PT S. Meski rencana tersebut belum diumumkan secara resmi, ia menilai langkah ini memerlukan persiapan matang agar tidak terjadi krisis tenaga kerja secara mendadak. “Negosiasi sudah berlangsung sekitar setahun, dan kita perlu memastikan kepastian relokasi,” tambahnya.

Upaya KSPI dan Pemerintah Mencegah PHK Massal

Said Iqbal menegaskan bahwa KSPI akan terus berupaya meyakinkan pengusaha untuk membatalkan relokasi ke Vietnam. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kesejahteraan pekerja. “Kita sudah meminta serikat buruh KSPI mendukung pengusaha agar tidak terburu-buru memindahkan produksi,” ujarnya. Dalam meeting results, Said juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang melakukan evaluasi terhadap langkah tersebut.

Pemerintah, khususnya Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dianggap perlu terlibat aktif dalam membantu perusahaan Jepang menyesuaikan strategi operasional di Indonesia. Said menyebutkan bahwa dirinya telah berkunjung langsung ke kedua perusahaan untuk melihat kondisi dan menyampaikan kekhawatiran serikat buruh. “Kita masih punya waktu untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama,” imbuhnya.

Peluang dan Tantangan dalam Relokasi

Relokasi PT J dan PT S ke Vietnam dinilai sebagai bagian dari strategi perluasan pasar di Asia Pasifik. Said Iqbal mengakui bahwa ini bukan tanda menurunnya minat investasi di Indonesia, tetapi lebih merupakan langkah bisnis untuk mengoptimalkan biaya produksi. “Perusahaan hanya akan memindahkan sebagian produksi, sementara operasional utama tetap berlangsung di tanah air,” jelasnya. Namun, ia menyoroti bahwa PHK massal bisa terjadi jika kebijakan ini dijalankan tanpa konsultasi mendalam.

Meeting results juga menyoroti bahwa relokasi ini mungkin baru terwujud dalam 1-2 tahun ke depan. Said memperkirakan bahwa keputusan akhir akan diambil setelah evaluasi kinerja dan peluang pasar lebih jelas. “Kita perlu memantau dampaknya terhadap ekonomi lokal dan mencari jalan keluar yang seimbang,” katanya. Ia menambahkan bahwa relokasi perlu didukung oleh pemerintah melalui kebijakan yang melindungi tenaga kerja.

Isu PHK dan Peran Serikat Pekerja

PHK yang diancam oleh relokasi PT J dan PT S menjadi isu utama dalam meeting results. Said Iqbal menegaskan bahwa KSPI akan tetap aktif dalam melindungi hak pekerja dan mengawasi kebijakan relokasi. “Kita juga ingin memastikan bahwa pekerja tidak hilang tanpa adanya perlindungan sosial yang memadai,” ujarnya. Ia berharap pemerintah dan pengusaha bisa berkolaborasi dalam menyiapkan program pemberdayaan tenaga kerja yang terkena dampak.

Dalam meeting results, Said menyebutkan bahwa perusahaan Jepang telah menunjukkan minat untuk memperluas operasional di luar Indonesia. Namun, keputusan tersebut harus dipertimbangkan dengan hati-hati agar tidak merugikan ekonomi lokal. “Kita perlu melihat apakah relokasi ini bisa memberikan manfaat jangka panjang atau hanya efektif secara jangka pendek,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan serikat pekerja dalam setiap keputusan strategis perusahaan.

Said Iqbal berencana mengadakan pertemuan dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita minggu depan untuk mendiskusikan langkah pencegahan PHK. “Saya sudah mengajukan pertemuan dengan Bang Dasco (Sufmi Dasco Ahmad) agar pengusaha dan serikat buruh bisa saling memahami,” katanya. Dalam meeting results, ia mengharapkan hasil pertemuan tersebut bisa menjadi titik balik dalam memperkuat kebijakan tenaga kerja di Indonesia.

Ikut berdiskusi