Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Key Discussion: Pemerintah Bentuk Pokja Baru Demi Perluas Akses Pasar & Diplomasi Ekonomi

John Johnson - pusatkabar.com 4 mins baca

as Akses Pasar dan Diplomasi Ekonomi Key Discussion – Pemerintah terus berupaya mempercepat pelaksanaan inisiatif utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi

Key Discussion: Pemerintah Bentuk Pokja Baru Demi Perluas Akses Pasar & Diplomasi Ekonomi

Pemerintah Bentuk Tim Kerja Baru untuk Perluas Akses Pasar dan Diplomasi Ekonomi

Key Discussion – Pemerintah terus berupaya mempercepat pelaksanaan inisiatif utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pembentukan Tim Kerja IV dalam Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (P3-MPPE). Tim ini bertujuan mengoptimalkan diplomasi ekonomi dan memperluas akses pasar, dengan pendekatan yang lebih terpadu dan terarah. Dalam Key Discussion, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan bahwa kebijakan ini dirancang untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih baik melalui kerja sama bilateral dan multilateral.

Struktur Tim Kerja IV dan Tugas Utama

Tim Kerja IV dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2026, yang memberikan wewenang untuk mengkoordinasikan kegiatan penguatan ekonomi nasional. Tugas utamanya mencakup analisis pasar global, identifikasi peluang ekspor, serta penyelesaian hambatan perdagangan dengan mitra negara. Selain itu, tim ini juga fokus pada penguatan kerja sama ekonomi internasional, termasuk negosiasi perjanjian kerja sama perdagangan (FTA, CEPA, dan lainnya), serta peningkatan investasi dalam negeri melalui kebijakan yang lebih kompetitif. Key Discussion menyebutkan bahwa keberhasilan inisiatif ini bergantung pada keterlibatan aktif sektor swasta, akademisi, dan lembaga internasional.

Tiga Pilar Strategis Diplomasi Ekonomi Indonesia

Dalam Key Discussion, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi, menjelaskan bahwa Tim Kerja IV mengoperasikan tiga pilar utama dalam diplomasi ekonomi. Pilar pertama adalah penguatan analisis pasar, termasuk identifikasi peluang ekspor dan perbaikan akses ke pasar global. Pilar kedua fokus pada perumusan strategi kerja sama, penyelesaian perundingan ekonomi, dan partisipasi aktif Indonesia di forum internasional seperti APEC atau G20. Pilar ketiga bertujuan harmonisasi regulasi domestik dengan standar global, serta percepatan ratifikasi perjanjian ekonomi yang memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian nasional.

“Isu kerja sama ekonomi internasional sangat vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kita. Perjanjian seperti CEPA, FTA, dan negosiasi tarif berperan besar dalam menentukan dinamika ekonomi nasional,” ujar Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dalam Key Discussion terbarunya.

Pilar pertama ini melibatkan kerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah, seperti Kementerian Perdagangan dan Badan Koordinasi Perdagangan Indonesia (BKPI), untuk mengidentifikasi negara-negara yang memiliki potensi pasar tinggi. Pilar kedua memastikan bahwa kebijakan diplomasi ekonomi selaras dengan kebutuhan industri, terutama sektor padat karya, yang berkompetisi ketat di tingkat global. Pilar ketiga mencakup koordinasi dengan lembaga internasional untuk mengurangi hambatan regulasi dan menjamin kelancaran implementasi perjanjian ekonomi. Key Discussion menekankan bahwa pendekatan ini memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.

Implementasi Sistem Informasi PACE

Pemerintah juga meluncurkan Sistem Informasi Program Accelerating Core Economics (PACE) sebagai alat pendukung dalam Key Discussion terkait diplomasi ekonomi. PACE dirancang untuk memantau dan melaporkan progres kerja sama ekonomi, termasuk jenis kesepakatan, masa berlaku, bidang kerja sama, hambatan implementasi, serta capaian ekspor. Platform ini memberikan data real-time yang akurat, memudahkan pengambilan keputusan berbasis bukti. Key Discussion menyebutkan bahwa PACE akan menjadi pusat informasi utama bagi pemerintah dan sektor swasta dalam menjaga konsistensi kebijakan ekonomi.

Susiwijono Moegiarso menambahkan bahwa seluruh anggota Tim Kerja IV diwajibkan memanfaatkan PACE sebagai alat pengambilan kebijakan yang lebih efektif. Sistem ini juga diharapkan mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam menyelesaikan isu-isu ekonomi yang kompleks. Key Discussion menyatakan bahwa inovasi seperti PACE adalah bagian dari upaya untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kerja sama ekonomi internasional menjadi salah satu fokus utama dalam Key Discussion. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menjelaskan bahwa negara-negara tetangga dan mitra strategis akan diberikan perhatian khusus dalam memperluas akses pasar. Di sisi lain, diplomasi ekonomi juga melibatkan negosiasi dengan negara-negara besar seperti AS, Uni Eropa, dan negara-negara Asia Tenggara untuk memperkuat keterlibatan dalam perjanjian perdagangan multilateral. Key Discussion menyoroti bahwa tiga pilar ini saling terkait dan membentuk strategi holistik untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam Key Discussion terbaru, Edi Prio Pambudi menekankan bahwa keberhasilan diplomasi ekonomi tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada keterlibatan aktif pelaku usaha. Menurutnya, sektor swasta perlu menjadi mitra utama dalam memperjuangkan akses pasar yang lebih luas. Key Discussion juga menyebutkan bahwa pelaku usaha harus siap mengadopsi kebijakan baru, seperti penyesuaian harga, standar produksi, dan regulasi yang berlaku di pasar internasional. Penguatan ini bertujuan agar Indonesia dapat menyaingi negara-negara lain di tingkat global.

Ikut berdiskusi