Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

New Policy: Pandu Sjahrir: Business Judgment Rule Perkuat Kepastian Hukum bagi Investor

John Johnson - pusatkabar.com 3 mins baca

Pandu Sjahrir: New Policy Memperkuat Kepastian Hukum Bagi Investor New Policy menjadi fokus utama pembicaraan dalam Indonesia Legal & Economic Forum (ILEF)

New Policy: Pandu Sjahrir: Business Judgment Rule Perkuat Kepastian Hukum bagi Investor

Pandu Sjahrir: New Policy Memperkuat Kepastian Hukum Bagi Investor

New Policy menjadi fokus utama pembicaraan dalam Indonesia Legal & Economic Forum (ILEF) 2026. Sebagai Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir mengungkap bahwa Business Judgment Rule (BJR) merupakan elemen kunci dalam membangun kepastian hukum bagi pelaku pengambilan keputusan bisnis. New Policy ini bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum yang lebih kuat kepada investor, sekaligus meningkatkan lingkungan usaha yang lebih stabil dan transparan.

Prinsip Business Judgment Rule dalam New Policy

Business Judgment Rule, yang menjadi bagian dari New Policy, memastikan bahwa para pengambil keputusan bisnis tidak disalahkan secara hukum selama proses pengambilan keputusan dilakukan dengan baik. Pandu menjelaskan, kebijakan ini berlandaskan empat prinsip utama: data yang lengkap, proses yang adil, niat baik, dan bebas konflik kepentingan. Dengan demikian, para direktur dan manajer tidak perlu merasa takut mengambil risiko, karena keputusan mereka akan dianggap valid selama memenuhi kriteria tersebut.

New Policy ini juga mencakup pengakuan bahwa keputusan bisnis, meskipun mungkin mengarah pada kerugian, tetap dihargai jika didasarkan pada pertimbangan objektif. Pandu menekankan bahwa pengambilan keputusan yang terstruktur dan berbasis data menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kepercayaan investor.

Manfaat New Policy untuk Investor dan Ekonomi

Keberadaan Business Judgment Rule dalam New Policy memiliki dampak signifikan terhadap kinerja pasar modal. Pandu menyebut bahwa kepastian hukum ini memberikan ruang bagi investor untuk berinvestasi secara lebih agresif, terutama dalam sektor-sektor yang dinamis seperti teknologi dan energi terbarukan. Dengan perlindungan hukum yang lebih jelas, investor dapat mengalokasikan dana secara optimal tanpa khawatir rugi karena keputusan yang diambil oleh pengelola perusahaan.

Di samping itu, New Policy ini juga meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi investasi global. Pandu menilai bahwa standar hukum yang konsisten dan transparan memperkuat kompetitivitas pasar lokal di tengah persaingan global. Ini berarti, investor asing dan domestik akan lebih nyaman beroperasi di Indonesia, karena keputusan bisnis mereka dilindungi oleh kerangka hukum yang jelas.

“New Policy tidak hanya mengatur tanggung jawab direksi, tetapi juga memberikan kepastian hukum yang jelas bagi investor. Dengan demikian, keputusan bisnis menjadi lebih terukur dan meminimalkan risiko hukum yang tidak perlu,” kata Pandu saat pidato di ILEF 2026.

Implementasi New Policy di Berbagai Sektor

Penerapan Business Judgment Rule dalam New Policy tidak hanya berfokus pada perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga mencakup bisnis menengah dan kecil. Pandu menyebut bahwa kebijakan ini dirancang untuk mencakup berbagai skenario pengambilan keputusan, termasuk dalam situasi krisis atau pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, pelaku usaha dapat lebih leluasa mengambil langkah strategis tanpa takut dikenai sanksi hukum berlebihan.

Contoh nyata dari New Policy adalah dalam industri keuangan dan perbankan, di mana pengambilan keputusan kredit atau investasi diberi ruang lebih luas. Pandu menjelaskan bahwa ini membantu menciptakan keseimbangan antara inisiatif bisnis dan perlindungan hukum. Selain itu, New Policy ini juga memfasilitasi kerja sama antara perusahaan dan lembaga hukum, sehingga mempercepat proses penyelesaian sengketa bisnis.

“New Policy merupakan langkah penting dalam menegaskan bahwa keputusan bisnis yang rasional harus dihargai. Ini memperkuat keyakinan investor bahwa Indonesia memiliki sistem hukum yang adil dan memperhatikan kepentingan mereka,” lanjut Pandu.

Dengan adanya New Policy, Pandu yakin kepastian hukum akan menjadi pendorong utama dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kebijakan ini tidak hanya memberikan keamanan bagi pengambil keputusan bisnis, tetapi juga menjadi fondasi bagi pembangunan ekosistem investasi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Penerapan BJR dalam New Policy diharapkan dapat menjadi standar hukum yang dipakai oleh berbagai sektor, termasuk BUMN, untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

Ikut berdiskusi