Skip to content
Fresh Desk
Juni 27, 2026
Nasional

Special Plan: Pemerintah Kembalikan Dana SAL ke BI, Ekonom: Perkuat Koordinasi Fiskal dan Moneter

John Johnson 3 mins baca

Special Plan: Pemerintah Alihkan Dana SAL ke BI, Ekonom Puji Koordinasi Fiskal dan Moneter Special Plan - Dalam kerangka Special Plan yang tengah dijalankan

Special Plan: Pemerintah Kembalikan Dana SAL ke BI, Ekonom: Perkuat Koordinasi Fiskal dan Moneter

Special Plan: Pemerintah Alihkan Dana SAL ke BI, Ekonom Puji Koordinasi Fiskal dan Moneter

Special Plan – Dalam kerangka Special Plan yang tengah dijalankan pemerintah, langkah pengalihan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke Bank Indonesia (BI) menjadi sorotan. Penarikan dana sebesar Rp 300 triliun dari rekening bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ke BI dianggap sebagai upaya strategis untuk meningkatkan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ini mencerminkan pengaturan keuangan yang lebih terpadu, sejalan dengan visi pemerintah mengoptimalkan koordinasi kebijakan dalam Special Plan yang dirancang untuk menangani tekanan ekonomi global.

Analisis Ekonomi tentang Special Plan dan Dampaknya

Kepala Ekonom PermataBank, Josua Pardede, mengungkapkan bahwa Special Plan ini tidak hanya mengurangi cadangan devisa, tetapi juga menciptakan kebijakan yang lebih fleksibel dalam mengelola likuiditas. “Penarikan SAL dari Himbara ke BI adalah bagian dari Special Plan yang bertujuan memperkuat kemitraan antara lembaga keuangan dan kebijakan moneter,” jelas Josua kepada Kontan, Kamis (25/6/2026). Ia menegaskan bahwa dana SAL merupakan alat bantu likuiditas yang diatur secara dinamis dalam Special Plan untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah.

Menurut Josua, cadangan devisa Indonesia hingga Mei 2026 mencapai US$ 144,9 miliar, yang setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor plus pembayaran utang luar negeri pemerintah. Meski angka ini menggambarkan kelebihan likuiditas, Special Plan dianggap sebagai respons efektif untuk mengoptimalkan penggunaan dana tersebut. “Dengan Special Plan, pemerintah menunjukkan kemampuan mengelola kebijakan fiskal dan moneter secara terpadu,” tambahnya.

Komitmen BI dalam Special Plan

Langkah pengalihan dana SAL ke BI dalam Special Plan menunjukkan komitmen BI dalam menjaga stabilitas pasar keuangan. Kebijakan ini diharapkan memperkuat koordinasi antara pemerintah dan BI dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar rupiah. Josua menekankan bahwa BI tetap memiliki kapasitas intervensi yang cukup, baik melalui perubahan suku bunga acuan maupun penyesuaian kebijakan pasar valuta asing, yang menjadi bagian integral dari Special Plan.

Dalam Special Plan, pemerintah juga memperkuat kebijakan makroprudensial dengan mengurangi ketergantungan intervensi langsung. “Ini adalah langkah penting dalam Special Plan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas moneter,” ujarnya. Penyesuaian kebijakan ini dinilai mampu mengurangi risiko volatilitas pasar, sekaligus menciptakan kepercayaan investor terhadap kebijakan pemerintah.

Histori Penempatan SAL dan Evolusi Special Plan

Secara historis, SAL ditempatkan di perbankan sejak 2025 untuk meningkatkan likuiditas domestik. Pemerintah memindahkan dana SAL sebesar Rp 276 triliun ke bank umum dalam dua tahap, dengan tahap pertama Rp 200 triliun ke Himbara pada September 2025. Namun, dalam Special Plan yang baru dijalankan, kebijakan ini ditujukan pada penyesuaian kebijakan fiskal dan moneter secara lebih terpadu. Josua menjelaskan bahwa dana SAL bersifat sementara, bukan permanen, sehingga bisa diatur sesuai kebutuhan dalam Special Plan ini.

Nilai dana SAL yang dialihkan mencapai Rp 300 triliun, setara US$ 16–17 miliar jika dikonversi dengan kurs Rp 18.000 per dolar AS. Meski jumlahnya besar, dana ini tidak langsung meningkatkan cadangan devisa karena seluruhnya berbentuk rupiah. “Dalam Special Plan, dana SAL menjadi sumber likuiditas yang bisa dimanfaatkan secara dinamis, bukan hanya sekadar penempatan dana cadangan,” kata Josua.

Dampak Special Plan pada Ekosistem Keuangan

Langkah dalam Special Plan ini diharapkan memperkuat kemitraan antara pemerintah dan BI dalam menghadapi tantangan ekonomi. Josua menyoroti bahwa penyesuaian kebijakan likuiditas dan moneter dalam Special Plan bisa membantu menekan inflasi, meningkatkan kepercayaan investor, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya keuangan nasional. “Koordinasi yang baik dalam Special Plan akan memastikan stabilitas makroekonomi,” tambahnya.

Dengan Special Plan, pemerintah juga menciptakan kebijakan yang lebih responsif terhadap perubahan dinamika pasar. Penarikan dana SAL ke BI menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan keuangan dapat dilakukan secara kolaboratif, mengurangi risiko isolasi antara sektor fiskal dan moneter. Josua menambahkan bahwa selain fokus pada koordinasi, Special Plan juga bertujuan memperkuat kemampuan BI dalam mengelola pasar valas, terutama menghadapi tekanan eksogen dari krisis ekonomi global.

Special Plan ini tidak sekadar penyesuaian kebijakan, tetapi juga menggambarkan keinginan pemerintah untuk membangun konsistensi antara kebijakan fiskal dan moneter,” kata Josua.

Ikut berdiskusi