Pasokan Tambahan Mulai Mengurai Antrean BBM di Bali
Pusatkabar.com – Layanan pengisian bahan bakar minyak di sejumlah SPBU Bali mulai menunjukkan perbaikan setelah PT Pertamina Patra Niaga memperkuat stok dan distribusi ke wilayah tersebut. Penambahan suplai diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan yang sempat terjadi di sejumlah titik.
Hingga 15 Oktober 2026, sekitar 19 juta liter BBM tambahan telah diterima di Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis. Volume itu merupakan bagian dari total tambahan pasokan sekitar 57,9 juta liter yang disiapkan bagi Bali.
Pasokan yang masih tersisa akan dikirim secara bertahap dalam rentang dua sampai tiga hari setelah tanggal tersebut. Produk yang ditambahkan mencakup Pertalite dan Pertamax, dua jenis BBM yang banyak digunakan oleh masyarakat dan kendaraan di Bali.
Terminal, armada, dan SPBU bekerja sepanjang hari
Untuk mempercepat penyaluran, Pertamina Patra Niaga mengoperasikan Fuel Terminal Sanggaran serta Integrated Terminal Manggis selama 24 jam. Pengaturan ini dilakukan agar proses penerimaan, pengelolaan stok, dan pengiriman BBM menuju SPBU dapat terus berjalan tanpa berhenti.
Perusahaan juga menempatkan 108 mobil tangki dengan dukungan 465 awak mobil tangki. Kesiapan armada menjadi bagian penting dalam rantai distribusi karena BBM yang tiba di terminal tetap perlu segera disalurkan ke SPBU di berbagai wilayah Bali.
Di kawasan Denpasar dan Badung, 66 SPBU turut melayani konsumen selama 24 jam. Operasional penuh sepanjang hari diharapkan dapat membagi arus kendaraan, memperpendek waktu tunggu, dan memberi masyarakat lebih banyak pilihan waktu untuk melakukan pengisian bahan bakar.
“Kami terus mengoptimalkan pasokan dan distribusi BBM di Bali melalui penambahan suplai, kesiapan armada mobil tangki, serta pengoperasian terminal dan SPBU selama 24 jam,” ujar VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026).
Langkah tersebut dilakukan pada saat kondisi pelayanan di sejumlah area mulai lebih kondusif. Meski demikian, pemulihan distribusi belum dihentikan karena kebutuhan BBM harus tetap tersedia secara merata hingga situasi penyaluran benar-benar lancar.
Penjualan literan diperkuat di Denpasar
Selain memasok SPBU melalui pola distribusi reguler, Pertamina Patra Niaga juga meningkatkan layanan penjualan BBM secara literan di sejumlah lokasi di Kota Denpasar. Layanan ini difokuskan pada SPBU yang menghadapi tingkat kepadatan kendaraan dan antrean lebih tinggi.
Sejak diterapkan, penjualan melalui skema tersebut tercatat mencapai sekitar 5.000 liter per hari. Penjualan literan dapat membantu melayani kebutuhan pengendara secara lebih cepat di lokasi tertentu, khususnya ketika antrean kendaraan membutuhkan pengaturan tambahan.
Bagi konsumen, ketersediaan stok di terminal dan kesiapan mobil tangki memang menjadi faktor utama. Namun, kelancaran di lapangan juga dipengaruhi oleh kedatangan kendaraan yang tersebar di berbagai waktu. Karena itu, pembelian sesuai kebutuhan dapat membantu SPBU melayani lebih banyak pelanggan secara tertib.
Pertamina Patra Niaga mengingatkan masyarakat agar tidak membeli BBM secara berlebihan atau melakukan penimbunan. Masyarakat juga diminta tidak memperjualbelikan BBM bersubsidi secara ilegal. Imbauan ini ditujukan untuk menjaga agar bahan bakar dapat diakses oleh pengguna yang memang memerlukannya.
Pemulihan distribusi terus dilanjutkan
Penambahan pasokan bukan hanya berkaitan dengan jumlah BBM yang masuk ke Bali, tetapi juga dengan kemampuan distribusi dari terminal menuju setiap SPBU. Operasional terminal selama 24 jam, penempatan armada tangki, serta perluasan jam layanan SPBU menjadi rangkaian langkah yang saling mendukung.
Dengan 19 juta liter yang telah tiba dan pengiriman lanjutan yang dijadwalkan masuk bertahap, ketersediaan bahan bakar diharapkan terus membaik. Masyarakat dapat memanfaatkan SPBU yang beroperasi sepanjang hari, khususnya di Denpasar dan Badung, untuk mengurangi penumpukan kendaraan pada jam-jam tertentu.
“Namun, upaya pemulihan akan terus kami lanjutkan agar penyaluran BBM semakin lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” kata Kitty.
Pemulihan layanan membutuhkan waktu karena pasokan harus bergerak dari terminal, diangkut dengan mobil tangki, lalu diterima oleh masing-masing SPBU sebelum dapat dijual kepada konsumen. Pengoperasian fasilitas distribusi secara penuh ditujukan untuk mempercepat setiap tahap tersebut tanpa mengabaikan kebutuhan pelayanan di lapangan.
Dengan penguatan suplai Pertalite dan Pertamax, dukungan ratusan awak mobil tangki, serta layanan 24 jam di terminal dan puluhan SPBU, fokus penanganan saat ini adalah memastikan penyaluran BBM semakin stabil. Konsumen diimbau tetap tenang, membeli secukupnya, dan menghindari praktik yang dapat mengganggu pemerataan pasokan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Antrean BBM di Bali Mulai Mereda?
Antrean BBM di Bali Mulai Mereda is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Antrean BBM di Bali Mulai Mereda matter?
Antrean BBM di Bali Mulai Mereda matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

