Primaya Hospital Bawa Layanan Unggulan Indonesia ke Malaysia Healthcare Expo 2026
Pusatkabar.com – Primaya Hospital Group tampil sebagai perwakilan rumah sakit swasta Indonesia dalam Malaysia Healthcare Expo 2026 yang berlangsung di Laguna Atrium, Central Park Mall, Jakarta, pada 15–18 Oktober 2026. Penunjukan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini membuka ruang bagi penyedia layanan kesehatan nasional untuk memperkenalkan kemampuan klinis, teknologi, dan pilihan perawatan kepada masyarakat.
Partisipasi tersebut juga mencerminkan upaya memperkuat ekosistem kesehatan Indonesia di tengah berkembangnya minat terhadap layanan medical tourism. Kehadiran rumah sakit Indonesia dalam forum internasional menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa masyarakat memiliki alternatif layanan berkualitas di dalam negeri, termasuk untuk kebutuhan pemeriksaan, konsultasi, hingga penanganan medis yang lebih kompleks.
Delapan pusat layanan diperkenalkan
Dalam pameran yang digelar oleh Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) itu, Primaya Hospital menghadirkan paket layanan dari delapan Centers of Excellence. Layanan tersebut meliputi Heart & Vascular Center, Cancer Center, Sport Clinic & Orthopedic Center, Urology & Nephrology Center, Brain & Neuro Center, Diabetes & Metabolic Center, Women & Child Center, serta Gastroenterology & Hepatology Center.
Pengunjung booth Primaya Hospital dapat memperoleh mini medical check-up atau MCU tanpa biaya. Tersedia pula konsultasi singkat yang memungkinkan pengunjung memperoleh gambaran awal mengenai layanan yang relevan dengan kebutuhan kesehatannya.
Rangkaian layanan itu menempatkan kebutuhan pasien dalam beberapa bidang yang kerap memerlukan penanganan terintegrasi, seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, gangguan saraf, metabolik, kesehatan perempuan dan anak, sampai persoalan pencernaan. Pameran menjadi sarana bagi pengunjung untuk mengenal pilihan pelayanan tersebut secara lebih dekat.
Kolaborasi menjadi perhatian Kemenkes
Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI, Yanti Herman, menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dan lintas negara dalam pengembangan medical tourism. Hal itu disampaikan dalam pembukaan Malaysia Healthcare Expo 2026 pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
“Keberhasilan negara-negara sahabat, termasuk Malaysia, menjadi inspirasi bagi Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui transformasi kesehatan. Dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang besar, Indonesia memiliki jaringan layanan kesehatan yang beragam, mulai dari rumah sakit pemerintah dan daerah hingga rumah sakit swasta. Karena itu, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mengembangkan ekosistem kesehatan yang semakin kuat. Kami berterima kasih kepada MHTC atas kesempatan bagi Primaya Hospital untuk berbagi pengalaman melalui expo ini, guna memastikan sinergi antar negara bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pengembangan layanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan fasilitas rumah sakit. Ketersediaan tenaga medis, mutu pelayanan, kesinambungan perawatan, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan turut menjadi bagian dari penguatan sistem kesehatan yang lebih luas.
Pengalaman di bidang medical tourism
Primaya Hospital telah membangun pengalaman dalam pengembangan layanan yang berorientasi pada medical tourism. Sejak 2022, Primaya Hospital Tangerang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai rumah sakit medical tourism untuk wilayah Provinsi Banten.
Langkah penguatan layanan juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi bedah. Pada 12 Oktober 2026, Primaya Hospital memasang SHURUI Robotic Single-Port Surgical System di Primaya Hospital Kelapa Gading. Instalasi itu menjadikan fasilitas tersebut sebagai rumah sakit pertama di Asia Tenggara yang menyediakan sistem bedah robotik dengan satu akses.
Penggunaan teknologi tersebut dilakukan sesuai indikasi klinis dengan keselamatan pasien sebagai prinsip utama. Kehadiran sistem bedah robotik satu akses menambah pilihan teknologi yang dapat dipertimbangkan dalam layanan pembedahan, sementara keputusan tindakan medis tetap bergantung pada kebutuhan dan kondisi klinis pasien.
Memperluas pilihan layanan di dalam negeri
CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, menyampaikan bahwa pasien Indonesia saat ini dapat memilih berbagai pilihan layanan kesehatan, termasuk layanan di luar negeri. Karena itu, penyedia layanan di Indonesia perlu terus memperkuat kapabilitas agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
“Karena itu, kami ingin menunjukkan bahwa layanan unggulan, teknologi medis, dan tenaga medis di dalam negeri juga dapat menjadi pilihan yang dapat diandalkan. Kami berterima kasih atas kepercayaan Kementerian Kesehatan, dan akan terus memperkuat kapabilitas klinis agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan layanan berkualitas di Indonesia,” katanya.
Bagi masyarakat, bertambahnya informasi mengenai layanan kesehatan domestik dapat membantu dalam mempertimbangkan pilihan perawatan. Pameran seperti Malaysia Healthcare Expo 2026 tidak hanya mempertemukan penyedia layanan kesehatan dengan calon pasien, tetapi juga memperlihatkan pentingnya peningkatan mutu, inovasi teknologi, dan kolaborasi bagi masa depan pelayanan medis Indonesia.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kemenkes Tunjuk Primaya Hospital Wakili Indonesia?
Kemenkes Tunjuk Primaya Hospital Wakili Indonesia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kemenkes Tunjuk Primaya Hospital Wakili Indonesia matter?
Kemenkes Tunjuk Primaya Hospital Wakili Indonesia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

