Internasional

Pasca Serangan Drone, Saudi Tawarkan Minyak Mentah Melalui Pelabuhan Oman

724938969

Saudi Arabia Alihkan Penawaran Minyak ke Lepas Pantai Oman Usai Gangguan Pipa

Pusatkabar.com – Arab Saudi memperluas opsi pengiriman minyak mentah ke pembeli Asia melalui mekanisme transfer antarkapal di perairan dekat pelabuhan Sohar, Oman. Langkah ini muncul setelah serangan pesawat nirawak merusak jalur pipa minyak utama yang menghubungkan wilayah produksi Saudi dengan pantai Laut Merah.

Penyesuaian tersebut menempatkan Sohar sebagai titik penting dalam rantai distribusi minyak Saudi. Lokasinya berada di luar Selat Hormuz, sehingga memungkinkan minyak mentah dipindahkan dari satu kapal ke kapal lain tanpa harus bergantung sepenuhnya pada jalur pelayaran sempit yang tengah menghadapi pembatasan.

Arab Light hingga Arab Heavy Ditawarkan ke Asia

Saudi Aramco menawarkan tiga jenis minyak mentah kepada pelanggan kontrak jangka panjang di Asia: Arab Light, Arab Medium, dan Arab Heavy. Pemuatan untuk pasokan itu direncanakan berlangsung di lepas pantai Sohar melalui proses ship-to-ship.

Penawaran ini menunjukkan upaya Saudi untuk mengalirkan lebih banyak minyak keluar dari kawasan Teluk sebelum kargo dipindahkan ke kapal tujuan akhir. Dalam beberapa pekan terakhir, setidaknya dua tawaran lain untuk Arab Medium serta Arab Heavy juga telah diajukan kepada pembeli Asia dengan skema serupa.

Perusahaan minyak negara tersebut tidak memberikan tanggapan terkait pengaturan pengiriman ini. Namun, aktivitas di sejumlah terminal utama memperlihatkan adanya peningkatan persiapan ekspor di tengah gangguan jalur alternatif menuju Laut Merah.

Pemuatan di Ras Tanura dan Juaymah Meningkat

Dalam satu pekan terakhir, volume pemuatan harian minyak mentah di terminal Ras Tanura dan Juaymah meningkat hingga setara kapasitas dua kapal tanker minyak mentah sangat besar atau very large crude carrier (VLCC). Total kapasitas itu mencapai sekitar 4 juta barel per hari.

Data pelacakan kapal juga memperlihatkan empat VLCC sedang melakukan pemuatan di Ras Tanura pada Rabu, 16 September 2026. Secara gabungan, keempat kapal tersebut dapat membawa hingga 8 juta barel minyak mentah.

Ras Tanura dan Juaymah berada di sisi Teluk. Karena itu, peningkatan aktivitas di kedua terminal menjadi bagian dari upaya menjaga arus pengiriman ketika jalur pipa Timur-Barat tidak dapat beroperasi normal. Kapal-kapal besar memungkinkan volume ekspor yang besar dikonsolidasikan sebelum minyak diarahkan ke lokasi transfer atau pasar tujuan.

Selat Hormuz Tetap Menjadi Titik Risiko

Produsen minyak lain di kawasan Teluk juga meningkatkan penawaran kargo yang dimuat di luar Selat Hormuz. Mereka memperoleh kapal untuk membawa pasokan melewati wilayah perairan tersebut, dengan sebagian perjalanan dilakukan ketika sinyal pelacakan kapal tidak aktif.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi ekspor energi dari negara-negara Teluk. Ketika pelayaran di kawasan itu terhambat, pelaku pasar tidak hanya menghadapi persoalan ketersediaan minyak, tetapi juga risiko tambahan berupa biaya pengangkutan, perubahan jadwal kapal, serta ketidakpastian waktu kedatangan kargo di kilang.

Bagi pembeli Asia, pilihan transfer di dekat Sohar dapat membantu menjaga kesinambungan pasokan. Namun, skema itu juga menambah tahapan dalam proses distribusi karena minyak harus dipindahkan dari kapal pertama ke kapal berikutnya. Pengaturan semacam ini memerlukan koordinasi ketat terkait jadwal, kapasitas tanker, dan kondisi operasional di perairan terbuka.

Pipa Timur-Barat Ditutup Setelah Serangan Drone

Arab Saudi selama ini menggunakan pipa Timur-Barat untuk menyalurkan minyak mentah ke Yanbu, pelabuhan di Laut Merah. Jalur tersebut menjadi alternatif penting agar ekspor tidak seluruhnya bergantung pada pengiriman dari terminal di Teluk, terutama sejak perang Iran sangat membatasi pelayaran melalui Selat Hormuz.

Kerajaan Saudi menghentikan operasi pipa itu pada Jumat setelah serangan drone menimbulkan kerusakan. Penutupan tersebut turut mendorong harga minyak acuan global mencapai posisi tertinggi dalam beberapa bulan pada pekan ini.

Gangguan terhadap pipa memiliki arti besar karena Yanbu berada di pantai Laut Merah dan memberi Saudi akses ekspor ke arah barat tanpa melewati Selat Hormuz. Ketika fasilitas itu tidak tersedia, pilihan pengalihan melalui kapal dan transfer di luar kawasan Teluk menjadi lebih relevan untuk memenuhi komitmen penjualan.

Pengiriman dari Yanbu Mengalami Perubahan Jadwal

Setidaknya satu pembeli Asia yang memiliki jadwal pemuatan pada September telah menerima pemberitahuan bahwa pengiriman dari Yanbu akan mengalami penundaan dan perlu dijadwalkan kembali. Pemberitahuan itu belum menjelaskan durasi gangguan maupun waktu pasti pemulihan pengiriman.

Pelanggan di Eropa juga diberi tahu bahwa sebagian pengiriman minyak mentah yang direncanakan untuk dimuat pada September akan dibatalkan. Aktivitas pemuatan di Yanbu telah dihentikan, sehingga pelanggan perlu menyesuaikan rencana penerimaan kargo dan pengolahan di kilang masing-masing.

Perubahan jalur ekspor ini menegaskan pentingnya fleksibilitas logistik dalam perdagangan minyak global. Saudi Arabia tetap menjadi eksportir minyak terbesar dunia, sehingga gangguan pada infrastruktur atau rute pengirimannya dapat cepat memengaruhi pergerakan tanker, keputusan pembelian kilang, dan sentimen harga energi internasional.

Untuk saat ini, penggunaan terminal di Teluk dan transfer antarkapal dekat Sohar menjadi salah satu cara untuk mempertahankan arus pasokan ke Asia. Kelanjutan strategi tersebut akan sangat dipengaruhi oleh kondisi pipa Timur-Barat, keamanan pelayaran regional, serta ketersediaan kapal tanker yang mampu menangani volume minyak mentah dalam jumlah besar.

Frequently Asked Questions

What is Pasca Serangan Drone Saudi Tawarkan Minyak?

Pasca Serangan Drone Saudi Tawarkan Minyak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pasca Serangan Drone Saudi Tawarkan Minyak matter?

Pasca Serangan Drone Saudi Tawarkan Minyak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *