Asing Kembali Masuk Bursa Saham, IHSG Menguat Tipis
Pusatkabar.com – Asing Kembali Masuk Bursa Saham RI pada perdagangan Rabu, 28 Oktober 2026, ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat setelah mengalami tekanan selama dua sesi sebelumnya. Arus beli investor asing menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pasar.
IHSG naik 16,18 poin atau 0,30% ke level 5.282,31. Sepanjang perdagangan, pergerakan indeks sempat berada di zona negatif sebelum berbalik menguat menjelang penutupan sesi.
Indeks bergerak di antara level terendah 5.167 hingga level tertinggi 5.282. Kondisi ini memperlihatkan pasar masih selektif, meski minat beli mulai terlihat pada sejumlah saham tertentu.
Nilai Transaksi Tetap Tinggi
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia tetap ramai dengan volume mencapai 32,18 miliar saham dan nilai transaksi Rp15,89 triliun. Namun, penguatan IHSG belum terjadi secara merata di seluruh saham.
Sebanyak 406 saham ditutup melemah, sedangkan 272 saham naik dan 112 saham stagnan. Jumlah saham yang turun lebih banyak menunjukkan kenaikan indeks masih ditopang oleh saham-saham tertentu dengan kapitalisasi atau transaksi besar.
Dalam situasi ini, investor perlu melihat pergerakan saham secara individual, bukan hanya arah IHSG. Aliran dana asing dapat menjadi salah satu indikator untuk memantau saham yang sedang mendapat perhatian pasar.
Net Buy Asing Mencapai Rp664,24 Miliar
Asing Kembali Masuk Bursa Saham melalui pembelian bersih atau net buy senilai Rp664,24 miliar di seluruh pasar. Net buy berarti nilai pembelian investor asing lebih besar dibandingkan nilai penjualannya pada satu hari perdagangan.
Meski demikian, pembelian bersih asing tidak otomatis menjamin harga saham akan terus naik pada sesi berikutnya. Investor tetap perlu mempertimbangkan tren harga, likuiditas, kondisi sektor, dan risiko pasar sebelum mengambil keputusan.
BBCA Catat Pembelian Bersih Terbesar
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan net buy asing terbesar, mencapai Rp1,17 triliun. Nilai tersebut jauh melampaui emiten lain yang masuk dalam daftar pembelian bersih asing pada perdagangan Rabu.
Posisi berikutnya ditempati PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dengan net buy Rp300,25 miliar, disusul PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) senilai Rp114,6 miliar. Minat beli asing juga terlihat pada saham perbankan, energi, otomotif, teknologi, farmasi, dan pertambangan.
10 Saham dengan Net Buy Asing Terbesar
Berikut daftar saham yang mencatat pembelian bersih asing terbesar pada Rabu, 28 Oktober 2026:
1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp1,17 triliun.
2. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG): Rp300,25 miliar.
3. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Rp114,6 miliar.
4. PT Astra Internasional Tbk (ASII): Rp53,33 miliar.
5. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): Rp49,19 miliar.
6. PT Darma Henwa Tbk (DEWA): Rp43,73 miliar.
7. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp43,66 miliar.
8. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA): Rp27,11 miliar.
9. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF): Rp23,34 miliar.
10. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp23,31 miliar.
Strategi Investor Saat Dana Asing Masuk
Masuknya dana asing dapat menjadi bahan pemantauan bagi investor, terutama pada saham yang memiliki likuiditas tinggi. Namun, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada data net buy harian.
Investor dapat membandingkan data pembelian asing dengan pergerakan harga saham, tren sektor, serta kondisi portofolio pribadi. Disiplin dalam menentukan batas risiko juga penting ketika pasar masih bergerak selektif.
FAQ
Apa arti net buy asing di pasar saham?
Net buy asing berarti total nilai pembelian investor asing lebih besar daripada total penjualannya dalam periode perdagangan tertentu. Data ini dapat menunjukkan adanya minat beli, tetapi bukan kepastian harga saham akan naik.
Saham apa yang mencatat net buy asing terbesar?
BBCA mencatat net buy asing terbesar pada perdagangan Rabu, 28 Oktober 2026, dengan nilai Rp1,17 triliun.
Apakah Asing Kembali Masuk Bursa Saham menjadi sinyal beli?
Tidak selalu. Arus dana asing merupakan salah satu indikator pasar yang perlu dianalisis bersama harga saham, fundamental perusahaan, kondisi sektor, dan toleransi risiko investor.

