Investasi

Asing Net Sell Rp 8,72 Triliun Sepekan, Cermati Saham yang Banyak Dijual

104331286-1

IHSG Menguat Empat Hari, Dana Asing Masih Keluar Rp 8,72 Triliun

Pusatkabar.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan perdagangan dengan catatan positif, tetapi arus modal asing belum menunjukkan arah yang sejalan. Hingga Jumat, 23 Oktober 2026, indeks berhasil mempertahankan kenaikan selama empat sesi beruntun, sementara investor asing mencatatkan penjualan bersih dalam jumlah besar.

IHSG pada penutupan perdagangan Jumat naik 0,95% dan berakhir di level 5.439,25. Dalam keseluruhan pekan tersebut, indeks domestik membukukan penguatan 4,9%. Kinerja itu menandakan adanya minat beli di pasar saham secara umum, meski tekanan jual dari investor asing masih terasa pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Pada perdagangan terakhir pekan ini saja, nilai jual bersih asing di seluruh pasar mencapai Rp 1,29 triliun. Jika dihitung selama satu pekan, akumulasi net sell investor asing mencapai Rp 8,72 triliun.

Perbedaan antara kenaikan IHSG dan keluarnya dana asing menjadi perhatian pelaku pasar. Penguatan indeks tidak selalu berarti seluruh kelompok investor melakukan pembelian. Dalam kondisi seperti ini, pergerakan saham dapat didorong oleh transaksi investor domestik, aksi beli pada saham tertentu, maupun perubahan harga yang cukup besar pada emiten berpengaruh terhadap indeks.

Saham Perbankan Menjadi Sasaran Jual Terbesar

Tekanan jual asing selama sepekan terutama terkonsentrasi pada saham perbankan besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan nilai jual bersih asing tertinggi, mencapai Rp 4,44 triliun.

Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net sell Rp 2,9 triliun. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga masuk dalam daftar utama saham yang dilepas investor asing, dengan nilai jual bersih sebesar Rp 1,33 triliun.

Besarnya transaksi jual pada tiga bank tersebut membuat sektor perbankan menjadi salah satu area yang layak dicermati investor. Saham-saham bank besar lazim memiliki likuiditas tinggi dan bobot penting dalam pergerakan indeks, sehingga perubahan transaksi pada kelompok ini dapat memengaruhi sentimen pasar secara lebih luas.

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turut mengalami penjualan bersih asing senilai Rp 606,83 miliar. Nilai tersebut menempatkan TLKM sebagai saham nonperbankan dengan net sell asing terbesar dalam daftar selama pekan perdagangan terakhir.

Daftar 10 Saham dengan Net Sell Asing Terbesar

Berikut saham-saham yang mencatat nilai jual bersih asing paling besar sepanjang pekan hingga Jumat, 23 Oktober 2026.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat net sell Rp 4,44 triliun. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berada di urutan kedua dengan Rp 2,9 triliun, disusul PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 1,33 triliun.

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan jual bersih asing Rp 606,83 miliar. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menyusul dengan nilai Rp 259,42 miliar, sedangkan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tercatat Rp 255,51 miliar.

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatat net sell Rp 176,61 miliar. Selanjutnya, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengalami jual bersih Rp 172,84 miliar dan PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp 161,08 miliar. PT Astra International Tbk (ASII) melengkapi daftar tersebut dengan net sell Rp 134,91 miliar.

Investor Perlu Memisahkan Arah Indeks dan Arus Dana

Penguatan IHSG selama empat hari berturut-turut memberikan gambaran bahwa pasar mampu bergerak naik pada pekan ini. Namun, angka net sell asing Rp 8,72 triliun menunjukkan bahwa kenaikan indeks belum sepenuhnya disertai masuknya kembali dana asing ke pasar saham Indonesia.

Bagi investor, dua indikator tersebut perlu dibaca secara terpisah. IHSG menggambarkan pergerakan agregat saham yang tercatat di bursa, sedangkan net buy atau net sell mencerminkan selisih transaksi pembelian dan penjualan investor asing. Keduanya dapat bergerak berbeda dalam satu periode perdagangan.

Daftar saham dengan penjualan asing terbesar juga tidak otomatis menjadi penentu tunggal untuk mengambil keputusan investasi. Nilai transaksi perlu dilihat bersama pergerakan harga, kondisi pasar secara keseluruhan, serta karakter masing-masing emiten. Saham yang banyak dijual asing dapat tetap bergerak menguat apabila terdapat permintaan yang memadai dari pelaku pasar lain.

Dengan IHSG yang telah menguat 4,9% dalam sepekan, pelaku pasar akan mencermati apakah tekanan jual asing pada saham-saham unggulan mulai mereda pada perdagangan berikutnya. Perhatian terbesar masih mengarah ke BBCA, BBRI, BMRI, dan TLKM karena nilai net sell pada empat saham tersebut menyumbang porsi besar dari keseluruhan penjualan bersih asing selama pekan ini.

Frequently Asked Questions

What is Asing Net Sell Rp 8 72 Triliun?

Asing Net Sell Rp 8 72 Triliun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Asing Net Sell Rp 8 72 Triliun matter?

Asing Net Sell Rp 8 72 Triliun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *