Garuda Indonesia Tetapkan Susunan Baru Direksi dan Komisaris
Pusatkabar.com – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengubah komposisi pimpinan perusahaan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2026. Langkah ini menempatkan Thomas Sugiarto Oentoro sebagai Direktur Utama baru maskapai berkode saham GIAA tersebut.
Sebelum menerima jabatan tertinggi di jajaran direksi, Thomas Sugiarto Oentoro menjalankan tugas sebagai Wakil Direktur Utama. Pergantian kepemimpinan itu menjadi bagian dari penataan organisasi yang ditujukan untuk mempercepat agenda restrukturisasi dan transformasi perusahaan.
Pemegang saham turut memberikan persetujuan atas masuknya sejumlah figur baru ke dalam manajemen Garuda Indonesia. Alan McIntyre dipercaya mengisi posisi Direktur Komersial, sementara Eric Ferdinand Sofyal ditetapkan sebagai Direktur Operasi.
Penguatan Posisi Direksi
Selain dua penunjukan tersebut, Dina Sandri Fani mendapat mandat sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service. Posisi ini berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia serta layanan korporasi, yang menjadi salah satu elemen penting dalam pelaksanaan perubahan internal perusahaan.
Dengan keputusan RUPSLB, susunan direksi Garuda Indonesia kini terdiri dari Thomas Sugiarto Oentoro sebagai Direktur Utama. Balagopal Kunduvara tetap menjabat Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, sedangkan Mukhtaris menjalankan peran Direktur Teknik.
Eric Ferdinand Sofyal mengemban tanggung jawab sebagai Direktur Operasi dan Alan McIntyre sebagai Direktur Komersial. Dina Sandri Fani berada di posisi Direktur Human Capital & Corporate Service, sementara Neil Raymond Mills tetap menjadi Direktur Transformasi.
Komposisi tersebut menempatkan fungsi komersial, operasional, teknik, keuangan, manajemen risiko, sumber daya manusia, dan transformasi dalam satu struktur direksi yang diperbarui. Setiap fungsi memiliki peran berbeda dalam mendukung kegiatan maskapai, mulai dari layanan penerbangan hingga arah pembenahan korporasi.
Pemberhentian Sejumlah Pengurus
Rapat pemegang saham juga menetapkan pemberhentian dengan hormat terhadap sejumlah anggota direksi sebelumnya. Reza Aulia Hakim dikukuhkan berhenti dari jabatan Direktur Niaga efektif sejak 14 Agustus 2026.
Selain itu, Glenny H. Kairupan diberhentikan dengan hormat dari posisi Direktur Utama. Dani Haikal Iriawan tidak lagi menjabat sebagai Direktur Operasi, sedangkan Frans Dicky Tamara dilepas dari posisi Direktur Human Capital & Corporate Service.
Perubahan kepengurusan tidak hanya berlangsung di tingkat direksi. Glenny H. Kairupan kemudian memperoleh penugasan baru sebagai Komisaris Utama Garuda Indonesia. Pada saat yang sama, Fadjar Prasetyo diberhentikan dengan hormat dari jabatan Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen.
Dewan Komisaris Bertambah
Garuda Indonesia juga menambah dua nama pada jajaran komisaris independen, yaitu Jaan Albrecht dan Trey Urbahn. Kehadiran komisaris independen memiliki arti penting dalam tata kelola perusahaan karena fungsi pengawasan dijalankan secara independen dari pengurusan operasional sehari-hari.
Setelah RUPSLB, Glenny H. Kairupan menjabat Komisaris Utama. Mawardi Yahya tetap tercatat sebagai Komisaris Independen, sementara Chairal Tanjung dan Sugito Anjasmoro mengisi jabatan Komisaris.
Jaan Albrecht serta Trey Urbahn melengkapi susunan tersebut sebagai Komisaris Independen. Dengan formasi baru ini, dewan komisaris Garuda Indonesia memiliki enam anggota, termasuk tiga orang yang memegang status independen.
Perbedaan peran antara direksi dan komisaris penting dipahami. Direksi bertugas mengelola dan menjalankan kegiatan perusahaan, sedangkan komisaris berfokus pada pengawasan serta pemberian nasihat terhadap arah pengurusan yang ditempuh manajemen.
Target Restrukturisasi dan Transformasi
Dalam risalah rapat, perubahan susunan pengurus dikaitkan dengan kebutuhan mempercepat program restrukturisasi dan transformasi Garuda Indonesia. Perusahaan menempatkan integritas, independensi, serta kemampuan berstandar internasional sebagai pertimbangan dalam pembentukan jajaran manajemen baru.
Penunjukan pengurus baru diharapkan mendukung peningkatan profitabilitas, memperkuat kepercayaan investor global, dan membantu keberhasilan transformasi Garuda Indonesia sejalan dengan praktik terbaik industri penerbangan internasional.
Bagi perusahaan penerbangan, transformasi bukan sekadar pergantian nama dalam struktur organisasi. Arah tersebut berkaitan dengan kemampuan perusahaan mengelola kegiatan komersial, menjaga kesiapan operasional, mengendalikan risiko keuangan, serta memperkuat kualitas tata kelola.
Penetapan kepemimpinan baru membuat perhatian pasar akan tertuju pada pelaksanaan agenda restrukturisasi berikutnya. Keberhasilan proses itu akan sangat dipengaruhi oleh koordinasi antara direksi yang menjalankan strategi perusahaan dan komisaris yang mengawasi penerapannya.
Dengan Thomas Sugiarto Oentoro di kursi Direktur Utama dan Glenny H. Kairupan sebagai Komisaris Utama, Garuda Indonesia memasuki fase baru dalam struktur pengurusnya. Susunan yang telah disahkan pemegang saham menjadi fondasi organisasi bagi kelanjutan program transformasi perusahaan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Garuda Indonesia GIAA Rombak Direksi dan Komisaris?
Garuda Indonesia GIAA Rombak Direksi dan Komisaris is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Garuda Indonesia GIAA Rombak Direksi dan Komisaris matter?
Garuda Indonesia GIAA Rombak Direksi dan Komisaris matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

