Pusatkabar.com – IHSG Anjlok 2 16 ke 5.814 pada perdagangan sesi I Kamis (15/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 128,30 poin atau 2,16% ke level 5.814,72. Tekanan jual terjadi cukup luas di Bursa Efek Indonesia, terlihat dari jumlah saham yang turun jauh lebih banyak dibandingkan saham yang menguat.
Hingga akhir sesi I, terdapat 80 saham yang naik, 621 saham yang turun, dan 89 saham bergerak stagnan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelemahan pasar tidak hanya terjadi pada sejumlah saham tertentu, melainkan menjalar ke sebagian besar saham yang diperdagangkan pada paruh pertama perdagangan.
IHSG Anjlok 2 16 ke 5.814, Seluruh Sektor Melemah
Pelemahan IHSG pada sesi I juga diikuti penurunan seluruh indeks sektoral. Tidak ada sektor yang mampu bertahan di zona hijau ketika tekanan jual melanda pasar saham domestik. Situasi ini membuat pergerakan indeks berada dalam tekanan sepanjang perdagangan sesi pertama.
Sektor energi menjadi indeks sektoral dengan penurunan terdalam, yaitu sebesar 3,71%. Setelah itu, sektor barang baku melemah 3,40%, sedangkan sektor barang konsumen siklikal turun 3,03%. Ketiga sektor tersebut menjadi kontributor utama pelemahan ketika IHSG anjlok 2,16% ke 5.814,72.
Pergerakan sektoral penting diperhatikan karena menggambarkan sebaran tekanan di pasar. Ketika seluruh sektor melemah secara bersamaan, investor biasanya melihat sentimen pasar secara lebih luas, bukan hanya menilai pergerakan satu atau dua emiten.
Nilai Transaksi Bursa Mencapai Rp 8,57 Triliun
Aktivitas perdagangan saham hingga sesi I Kamis (15/10/2026) mencatatkan volume 22,43 miliar saham. Sementara itu, nilai transaksi yang terjadi di bursa mencapai Rp 8,57 triliun. Angka tersebut menggambarkan adanya aktivitas jual beli yang tetap berlangsung di tengah pelemahan indeks.
Data jumlah saham naik, turun, dan stagnan menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan untuk membaca arah pasar pada suatu sesi perdagangan. Pada sesi I ini, dominasi 621 saham yang terkoreksi memperlihatkan bahwa tekanan jual lebih besar daripada minat beli di pasar.
IHSG ditutup turun 128,30 poin atau 2,16% ke posisi 5.814,72 pada akhir perdagangan sesi I Kamis (15/10/2026).
HRTA, GOTO, dan DEWA Jadi Top Losers LQ45
Di antara saham-saham yang masuk indeks LQ45, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menjadi top loser pada sesi I dengan penurunan 7,39%. Posisi berikutnya ditempati PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang turun 7,14%.
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga masuk daftar saham dengan pelemahan terbesar di LQ45 setelah turun 6,67%. Pergerakan HRTA, GOTO, dan DEWA menempatkan ketiganya sebagai saham LQ45 dengan koreksi terdalam hingga penutupan sesi pertama.
Daftar Top Gainers LQ45 Sesi I
Di tengah pelemahan IHSG, beberapa saham LQ45 masih mencatatkan penguatan. PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 0,80% dan menjadi penguat terbesar dalam daftar tersebut. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) menyusul dengan kenaikan 0,36%.
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) tercatat bergerak 0%. Dengan demikian, UNTR dan PGAS menjadi saham yang masih mampu berada di zona positif saat IHSG anjlok 2 16 ke 5.814 pada sesi I.
FAQ IHSG Sesi I Kamis 15 Oktober 2026
Berapa penutupan IHSG pada sesi I?
IHSG ditutup di level 5.814,72 pada akhir perdagangan sesi I Kamis (15/10/2026), turun 128,30 poin atau 2,16%.
Sektor apa yang mengalami pelemahan terdalam?
Sektor energi mencatat pelemahan terdalam sebesar 3,71%. Sektor barang baku turun 3,40%, sementara sektor barang konsumen siklikal melemah 3,03%.
Saham LQ45 apa yang menjadi top losers?
HRTA turun 7,39%, GOTO melemah 7,14%, dan DEWA terkoreksi 6,67%, sehingga ketiganya menjadi top losers LQ45 pada sesi I.
Berapa nilai transaksi saham pada sesi I?
Nilai transaksi saham di bursa mencapai Rp 8,57 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 22,43 miliar saham hingga akhir sesi I.

