Investasi

Unilever (UNVR) Fokus ke Bisnis Home & Personal Care, Cermati Rekomendasi Analis

163535370

Unilever Indonesia Andalkan Home & Personal Care untuk Menjaga Pertumbuhan

Pusatkabar.com – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan kenaikan penjualan sepanjang sembilan bulan pertama 2026, terutama karena volume penjualan yang terus membaik. Namun, lonjakan biaya bahan baku membuat perbaikan pendapatan belum sepenuhnya tercermin pada margin dan profitabilitas dari bisnis inti.

Perseroan kini menempatkan bisnis Home & Personal Care (HPC) sebagai fokus utama untuk mempertajam daya saing. Strategi ini menjadi semakin penting setelah UNVR tidak lagi menjalankan bisnis es krim dan teh, sehingga pemulihan kinerja berikutnya akan sangat bergantung pada portofolio produk rumah tangga dan perawatan pribadi.

Penjualan Naik, Beban Produksi Ikut Membesar

Selama Januari hingga September 2026, penjualan UNVR mencapai Rp 25,75 triliun atau naik 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih tumbuh 26% secara tahunan menjadi Rp 4,2 triliun.

Angka laba tersebut juga mencakup keuntungan Rp 870 miliar yang berasal dari operasi dihentikan. Jika pos tersebut dikeluarkan, peningkatan laba dari kegiatan yang masih berjalan berada di kisaran 10,6%.

Tantangan terbesarnya terlihat pada struktur biaya. Beban pokok penjualan meningkat sekitar 15%, lebih cepat daripada laju pertumbuhan pendapatan. Dampaknya, margin kotor turun menjadi 45,1%, dari 48,9% pada sembilan bulan pertama tahun sebelumnya.

Margin kotor merupakan salah satu indikator penting bagi investor karena menunjukkan porsi pendapatan yang tersisa setelah biaya langsung untuk memproduksi barang diperhitungkan. Ketika harga bahan baku naik lebih cepat daripada harga jual produk, kemampuan perusahaan mengubah penjualan menjadi laba bisa melemah.

Kuartal Ketiga Memperlihatkan Tekanan Margin

Situasi tersebut berlanjut pada kuartal III-2026. Penjualan UNVR pada periode Juli hingga September tercatat Rp 8,85 triliun, meningkat sekitar 7% secara tahunan. Meski pendapatan masih tumbuh, laba sebelum bunga dan pajak atau EBIT justru turun 4% menjadi Rp 1,4 triliun.

Margin kotor kuartal ketiga menyusut menjadi 42,3%. Angka ini lebih rendah dibandingkan 50% pada kuartal III-2025 dan 45% pada kuartal II-2026. Kenaikan harga minyak sawit serta minyak mentah menjadi salah satu faktor yang memperbesar biaya produksi.

Bahan baku tersebut relevan bagi banyak produk konsumen sehari-hari, baik untuk produk perawatan rumah maupun perawatan tubuh. Karena itu, perubahan harga komoditas dapat cepat memengaruhi biaya operasional perusahaan barang konsumsi.

Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi memandang kemampuan UNVR memperbaiki margin akan menjadi penentu penting bagi arah pemulihan bisnisnya, khususnya ketika rupiah melemah dan harga bahan baku meningkat.

“Penentu pemulihan UNVR ke depan adalah perbaikan margin di tengah pelemahan rupiah dan kenaikan harga bahan baku,” ujar Abida kepada Kontan, Rabu (28/10/2026).

Volume Menjadi Sumber Utama Pertumbuhan

Di tengah tekanan biaya, pertumbuhan volume masih memberi dukungan bagi kinerja UNVR. Pada kuartal III-2026, volume penjualan meningkat 6,4% secara tahunan, sementara kenaikan harga jual rata-rata hanya sekitar 0,9%.

Komposisi ini menunjukkan bahwa kenaikan pendapatan lebih banyak didorong oleh bertambahnya jumlah produk yang terjual daripada kenaikan harga. Hal tersebut penting karena dapat mencerminkan penerimaan pasar terhadap produk serta efektivitas distribusi, meski peningkatan volume sendiri belum otomatis cukup untuk mengimbangi beban bahan baku yang melonjak.

Segmen HPC menjadi penggerak terbesar. Penjualannya mencapai Rp 6,6 triliun pada kuartal III-2026, naik 9% secara tahunan. Dalam sembilan bulan pertama 2026, segmen tersebut menyumbang sekitar 73% dari total penjualan UNVR.

Kontribusi besar HPC membuat pengembangan kategori ini menjadi pusat strategi perseroan. Pertumbuhan segmen tersebut didukung oleh pembaruan produk, penyesuaian harga, dan perluasan akses penjualan kepada konsumen.

Penyesuaian Harga dan Perluasan Kanal Penjualan

UNVR menaikkan harga sejumlah merek sekitar 5% pada Juni 2026. Penyesuaian tambahan sekitar 5% kembali dilakukan pada Agustus 2026. Langkah ini dapat membantu mengurangi dampak kenaikan biaya, walaupun perusahaan tetap perlu menjaga agar harga produk tidak mengganggu permintaan konsumen.

Selain kebijakan harga, perseroan memperluas jangkauan penjualan melalui kanal daring serta toko khusus kesehatan dan kecantikan. Penguatan distribusi tersebut memberi konsumen lebih banyak titik akses terhadap produk, sekaligus mendukung pertumbuhan volume pada kategori yang menjadi fokus utama.

Bagi pasar, perkembangan HPC layak dicermati karena segmen ini tidak hanya menjadi kontributor pendapatan terbesar, tetapi juga menjadi tumpuan UNVR dalam membangun kembali pertumbuhan laba berkelanjutan. Keberhasilan strategi akan sangat dipengaruhi oleh keseimbangan antara inovasi produk, volume penjualan, pengendalian biaya, dan daya beli konsumen.

Jalan Menuju Laba Pra-Pandemi

Analis Maybank Sekuritas Indonesia Willy Goutama menilai proses pemulihan daya saing UNVR, ditambah keluarnya perseroan dari bisnis es krim dan teh, masih menjadi pekerjaan yang perlu diselesaikan untuk membawa laba kembali ke tingkat sebelum pandemi.

Sebelum pandemi, laba UNVR pernah berada di atas Rp 7 triliun. Untuk mendekati kembali level tersebut, pertumbuhan penjualan perlu berjalan seiring dengan pemulihan margin. Kenaikan pendapatan yang hanya ditopang volume akan lebih kuat apabila biaya produksi dapat dikelola dan penyesuaian harga berhasil diterima pasar.

Dengan porsi HPC yang mencapai hampir tiga perempat penjualan, kinerja kategori ini akan menjadi salah satu indikator utama bagi investor dalam menilai arah pemulihan UNVR. Pertumbuhan volume memberi sinyal positif, tetapi penyempitan margin pada kuartal ketiga menegaskan bahwa tantangan biaya masih perlu menjadi perhatian utama.

Frequently Asked Questions

What is Unilever UNVR Fokus ke Bisnis Home?

Unilever UNVR Fokus ke Bisnis Home is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Unilever UNVR Fokus ke Bisnis Home matter?

Unilever UNVR Fokus ke Bisnis Home matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *