Keuangan

Free Float Saham 26 Bank Masih di Bawah Ketentuan 15%, Begini Efeknya ke Harga Saham

2012918295

26 Saham Bank Belum Penuhi Free Float Minimum 15%

Pusatkabar.com – Free Float Saham 26 Bank masih berada di bawah ketentuan minimum yang ditetapkan. Hingga 31 Agustus 2026, sebanyak 26 emiten perbankan tercatat belum mencapai porsi saham publik sesuai target, sehingga perlu menyiapkan langkah korporasi bersama pemegang saham pengendali.

Free float merupakan saham yang dimiliki publik dan tersedia untuk diperdagangkan di pasar. Saham milik pemegang saham pengendali maupun pihak tertentu tidak termasuk dalam perhitungan tersebut. Peningkatan porsi saham publik berpotensi memperbesar jumlah saham yang beredar dan mendukung likuiditas transaksi.

Tenggat pemenuhan ketentuan tidak sama untuk seluruh bank. Sebanyak 10 bank ditargetkan memiliki free float minimal 12,5% paling lambat 31 Maret 2027. Dua bank lainnya wajib mencapai 15% pada tanggal yang sama, sedangkan 14 bank memperoleh waktu hingga 31 Maret 2029 untuk memenuhi ambang 15%.

Bank dengan Free Float Terendah

Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) menjadi emiten dengan porsi saham publik paling rendah, yakni 6,67%. Jika mengacu pada batas 15%, perseroan masih perlu menambah free float sebesar 8,33 poin persentase.

Sejumlah bank lain juga masih memiliki porsi publik di bawah 8%. Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) mencatat free float 7,34%, Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) 7,50%, Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) 7,53%, Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) 7,54%, dan Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) 7,55%.

Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) memiliki free float 7,87%. Sementara itu, Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) berada pada 9,33%, atau masih berjarak sekitar 3,17 poin persentase dari target 12,5% yang perlu dipenuhi.

Bank Permata Tbk (BNLI) mencatat porsi saham publik sebesar 9,97%. Berikutnya, Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) dan Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) sama-sama berada pada 10,62%, sedangkan Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) memiliki free float 11,17%.

Di kelompok yang semakin dekat dengan batas minimum, Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) mempunyai free float 11,87%, Bank MNC Internasional Tbk (BABP) 12,76%, Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) 12,94%, serta Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) 13,02%.

Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) berada pada 13,74%, Bank OCBC NISP Tbk (NISP) sebesar 13,96%, dan Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (MCOR) telah mencapai 14,63%. Bagi emiten yang sudah mendekati 15%, kebutuhan penambahan saham publik tentu lebih kecil dibandingkan bank yang masih berada di bawah 10%.

Strategi Bank Mengejar Ketentuan Free Float

Penyesuaian Free Float Saham 26 Bank dapat ditempuh melalui berbagai skenario, tetapi setiap aksi perlu mempertimbangkan kondisi pasar, kebutuhan permodalan perusahaan, serta kepentingan pemegang saham eksisting. Pelepasan saham oleh pemegang saham pengendali menjadi salah satu opsi yang dapat dibahas.

Panin Bank masih mempelajari aturan yang berlaku dan menjalin komunikasi dengan pemegang saham pengendali. Presiden Direktur Panin Bank Herwidayatmo mengatakan sejumlah pilihan telah dibicarakan, walaupun belum terdapat keputusan akhir.

“Masih dalam tahap kajian dan pertimbangan,” ujar Herwidayatmo pada Kamis (1/10/2026).

CIMB Niaga juga tengah membahas langkah untuk memenuhi persyaratan pada Maret 2027. Direktur Utama CIMB Niaga Lani Darmawan menyampaikan bahwa perseroan masih mengkaji sejumlah alternatif bersama pemegang saham.

“Beberapa alternatif dan skenario sedang kami bahas dengan shareholders. Masih digodok beberapa skenario yang memungkinkan,” kata Lani.

Allo Bank menilai target free float 15% sebelum akhir Maret 2027 masih bisa dikejar. Dengan posisi 13,02%, kebutuhan tambahan porsi saham publik perseroan relatif lebih terbatas. Corporate Secretary Allo Bank Stacey Aryadi Suryoputro mengatakan komunikasi dengan pemegang saham strategis terus dilakukan.

“Karena kurang lebih tinggal 1% lagi,” ujar Stacey.

Perseroan berharap mendapat dukungan dari pemegang saham strategis, termasuk Group CT Corpora. Bagi bank yang tinggal membutuhkan tambahan porsi kecil, keputusan pemegang saham pengendali dapat menjadi faktor utama dalam menentukan bentuk aksi korporasi.

Super Bank Indonesia menyatakan komitmennya untuk mengikuti jadwal pemenuhan free float minimum 15%. Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan menjelaskan ketentuan tersebut muncul setelah perseroan menjalankan penawaran umum perdana saham atau IPO, sehingga diperlukan penyesuaian secara bertahap.

“Peraturan ini muncul setelah kami IPO, jadi ada penyesuaian yang harus dilakukan. Kami akan mengikuti sesuai timeline yang diberikan,” ujar Tigor.

Dampak Penambahan Saham Publik terhadap Harga Saham

Penambahan free float dapat meningkatkan jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan. Dalam kondisi tertentu, hal itu berpotensi memperbaiki likuiditas saham karena investor memiliki pilihan transaksi yang lebih besar. Namun, dampaknya terhadap harga saham tidak selalu sama pada setiap emiten.

Pasar biasanya menilai aksi peningkatan saham publik berdasarkan metode yang dipilih, jumlah saham yang dilepas, kondisi fundamental bank, serta sentimen pasar saat aksi dilakukan. Pelepasan saham dalam jumlah besar dapat menjadi perhatian investor apabila tidak diimbangi permintaan yang memadai.

Di sisi lain, porsi saham publik yang lebih besar dapat memperluas basis investor dan membuat pergerakan harga lebih mencerminkan aktivitas pasar. Karena itu, perkembangan Free Float Saham 26 Bank perlu dicermati bersama dengan rencana aksi korporasi masing-masing emiten.

FAQ Free Float Saham Bank

Apa yang dimaksud dengan free float saham?

Free float adalah porsi saham yang dimiliki publik dan dapat diperdagangkan di bursa. Kepemilikan pemegang saham pengendali atau pihak tertentu umumnya tidak dihitung sebagai saham publik.

Mengapa bank perlu memenuhi batas free float?

Pemenuhan batas free float berkaitan dengan ketentuan porsi saham publik. Bank yang belum memenuhi target perlu menyiapkan langkah sesuai tenggat yang telah ditetapkan.

Apakah kenaikan free float pasti membuat harga saham turun?

Tidak selalu. Harga saham dipengaruhi banyak faktor, termasuk jumlah saham yang dilepas, minat investor, kondisi pasar, kinerja perusahaan, dan mekanisme aksi korporasi yang digunakan.

Bank mana yang paling dekat memenuhi batas 15%?

Dari bank yang disebutkan, Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (MCOR) memiliki free float 14,63%, sehingga paling dekat dengan ambang 15% dibandingkan emiten lain dalam daftar tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *