Keuangan

Transaksi Digital Tumbuh 39,24%, Penggunaan QRIS Melonjak 75,8%

2131771001

Transaksi Digital Indonesia Melaju Pesat pada Kuartal III-2026

Pusatkabar.com – Aktivitas pembayaran digital di Indonesia terus menunjukkan peningkatan kuat. Bank Indonesia mencatat total volume transaksi pembayaran digital mencapai 18,09 miliar transaksi sepanjang kuartal III-2026. Angka itu melonjak 39,24% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin intensnya penggunaan kanal pembayaran nontunai dalam kegiatan sehari-hari. Perangkat seluler, layanan pembayaran internet, dan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS menjadi penggerak utama kenaikan transaksi digital pada periode tersebut.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan bahwa perkembangan ini berkaitan dengan penerimaan publik yang semakin luas terhadap metode pembayaran digital. Perluasan titik penerimaan pembayaran juga ikut memperkuat penggunaan layanan tersebut di berbagai aktivitas ekonomi.

“Capaian ini didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital,” ujar Destry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (21/10/2026).

QRIS Tumbuh Paling Tinggi

Di antara berbagai kanal pembayaran digital, QRIS membukukan laju pertumbuhan paling tinggi. Volume transaksi melalui kode QR standar nasional itu meningkat 75,80% secara tahunan pada kuartal III-2026.

Kenaikan tersebut berlangsung seiring bertambahnya basis pengguna serta pelaku usaha yang menerima QRIS. Jumlah pengguna QRIS telah mencapai 70,6 juta, sementara jumlah merchant yang terhubung mencapai 49,4 juta. Jangkauan yang semakin luas membuat QRIS dapat digunakan dalam semakin banyak situasi pembayaran, baik untuk kebutuhan transaksi bernilai kecil maupun kegiatan usaha sehari-hari.

QRIS berperan sebagai salah satu sarana pembayaran digital yang memudahkan pengguna dan merchant karena pembayaran dilakukan melalui pemindaian kode. Bertambahnya jumlah pengguna dan merchant menunjukkan bahwa ekosistem transaksi berbasis kode QR terus berkembang.

Pembayaran Seluler dan Internet Ikut Meningkat

Pembayaran melalui perangkat seluler juga mencatat pertumbuhan yang tinggi. Volume mobile payments naik 45,55% dibandingkan kuartal III-2025. Perkembangan ini memperlihatkan peran ponsel yang semakin besar sebagai alat untuk melakukan transaksi nontunai.

Sementara itu, transaksi internet payments tumbuh 14,26% secara tahunan. Walaupun kenaikannya tidak setinggi pembayaran seluler maupun QRIS, kanal berbasis internet tetap menjadi bagian penting dari aktivitas pembayaran digital di Indonesia.

Kombinasi pertumbuhan pada kanal seluler, internet, dan QRIS menggambarkan perubahan pola transaksi yang semakin beragam. Masyarakat kini memiliki pilihan yang lebih luas untuk melakukan pembayaran, sementara pelaku usaha dapat melayani pembeli melalui berbagai metode nontunai.

BI-FAST Mencatat Kenaikan Volume dan Nilai

Infrastruktur sistem pembayaran juga mencatat perkembangan positif. Pada kuartal III-2026, volume transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 1,63 miliar transaksi. Jumlah tersebut meningkat 31,78% dibandingkan satu tahun sebelumnya.

Dari sisi nominal, nilai transaksi BI-FAST mencapai Rp4.049 triliun, tumbuh 33,91% secara tahunan. Kenaikan volume dan nilai transaksi ini menandakan peran BI-FAST yang terus menguat dalam mendukung perpindahan dana ritel secara cepat.

Kelancaran infrastruktur pembayaran menjadi unsur penting di balik meningkatnya aktivitas ekonomi digital. Sistem yang stabil memungkinkan masyarakat, pelaku usaha, dan lembaga keuangan menjalankan transaksi secara lebih lancar dalam skala yang terus bertambah.

Nilai BI-RTGS Menurun, Volume Tetap Bertambah

Perkembangan berbeda terjadi pada Bank Indonesia Real Time Gross Settlement atau BI-RTGS. Nilai transaksi melalui sistem tersebut tercatat Rp53.817 triliun pada kuartal III-2026, atau turun 4,62% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski nilai transaksinya mengalami kontraksi, jumlah transaksi BI-RTGS tetap bertumbuh. Volumenya naik 1,31% secara tahunan menjadi 2,79 juta transaksi. Data ini menunjukkan bahwa pergerakan jumlah transaksi tidak selalu sejalan dengan perubahan nilai dana yang ditransaksikan.

BI-RTGS merupakan bagian dari infrastruktur pembayaran yang menangani transaksi bernilai besar. Karena itu, perubahan nominal pada sistem ini dapat dipengaruhi oleh komposisi dan nilai transaksi yang terjadi dalam suatu periode, sementara jumlah transaksinya dapat tetap meningkat.

Ketersediaan Uang Tunai Tetap Dijaga

Di tengah akselerasi pembayaran digital, penggunaan uang kartal masih tumbuh. Uang yang diedarkan atau UYD meningkat 11,77% secara tahunan menjadi Rp1.341 triliun pada kuartal III-2026.

Pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa transaksi digital dan uang tunai tetap berjalan berdampingan. Pembayaran nontunai terus meluas, tetapi kebutuhan masyarakat terhadap uang rupiah fisik masih tetap diperhatikan.

Bank Indonesia menjaga kecukupan ketersediaan rupiah dengan kualitas yang layak edar di seluruh Indonesia. Cakupan penyediaan uang tunai tersebut termasuk wilayah terdepan, terluar, dan terpencil atau daerah 3T.

Destry menegaskan, peningkatan transaksi ekonomi dan keuangan digital ditopang oleh sistem pembayaran yang berjalan lancar serta infrastruktur yang tetap stabil. Dengan pertumbuhan QRIS, pembayaran seluler, dan BI-FAST, perkembangan sistem pembayaran digital menjadi salah satu indikator penting perubahan cara masyarakat dan pelaku usaha melakukan transaksi pada 2026.

Frequently Asked Questions

What is Transaksi Digital Tumbuh 39 24 Penggunaan?

Transaksi Digital Tumbuh 39 24 Penggunaan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Transaksi Digital Tumbuh 39 24 Penggunaan matter?

Transaksi Digital Tumbuh 39 24 Penggunaan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *