Skip to content
Fresh Desk
Juli 4, 2026
Nasional

New Policy: BUMN Rampungkan Laporan Keuangan 2025, Danantara Susun Laporan Konsolidasian

Karen Brown 4 mins baca

MN Rampungkan Laporan Keuangan 2025, Danantara Susun Konsolidasian New Policy mengarah pada pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan yang lebih

New Policy: BUMN Rampungkan Laporan Keuangan 2025, Danantara Susun Laporan Konsolidasian

New Policy BUMN Rampungkan Laporan Keuangan 2025, Danantara Susun Konsolidasian

New Policy mengarah pada pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan yang lebih terpadu bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam wawancara terbaru, Direktur Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menjelaskan bahwa seluruh BUMN yang tergabung dalam ekosistem Danantara telah menyelesaikan penyusunan laporan keuangan tahun buku 2025. Proses ini menjadi bagian dari New Policy yang menekankan integrasi data keuangan untuk menghasilkan laporan konsolidasian yang akurat. Laporan individual masing-masing BUMN selesai, tetapi tahapan audit konsolidasian masih berlangsung. New Policy ini berdampak signifikan pada transparansi dan keandalan pelaporan ekonomi nasional.

Pelaksanaan New Policy dalam Pelaporan BUMN

Dalam persiapan New Policy, Danantara mengambil langkah strategis untuk mempercepat proses penyusunan laporan keuangan konsolidasian. Rohan Hafas menyatakan bahwa penyelesaian laporan individu adalah batu loncatan penting dalam menggabungkan kinerja BUMN secara lebih efektif. “New Policy tidak hanya memperkuat akuntabilitas, tetapi juga memastikan keberlanjutan kebijakan finansial BUMN dalam jangka panjang,” kata Rohan, Jumat (3/7/2026). Pihaknya menegaskan bahwa laporan keuangan yang rampung mencerminkan peningkatan kapasitas BUMN dalam menjaga stabilitas ekonomi, terutama di sektor-sektor strategis seperti energi, transportasi, dan perkebunan.

“New Policy berfokus pada harmonisasi data keuangan, sehingga bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat untuk pemerintah dan investor,” tutur Rohan. Ia menambahkan bahwa dengan memadukan laporan dari seluruh BUMN, Danantara dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kinerja sektor publik.

Capaian Kinerja BUMN dalam New Policy

New Policy menjadi dasar untuk mengevaluasi pencapaian BUMN dalam satu tahun terakhir. Rohan Hafas menyebutkan bahwa beberapa entitas menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa sejak bergabung dengan ekosistem Danantara. Sorotan ini mencakup periode April 2025 hingga April 2026, yang sebelumnya menjadi benchmark untuk mengukur keberhasilan transformasi bisnis. Perusahaan-perusahaan yang berhasil mencapai peningkatan signifikan mencerminkan efektivitas New Policy dalam mengoptimalkan operasional.

Menurut Rohan, daftar kinerja BUMN yang dipublikasikan tidak menggambarkan seluruh hasil, tetapi hanya untuk menyoroti perusahaan-perusahaan yang berhasil mengubah posisi keuangan. “New Policy memungkinkan kita untuk membandingkan kinerja BUMN secara lebih objektif, baik dalam hal laba maupun efisiensi,” jelasnya. Peningkatan ini juga mencerminkan kebijakan strategis yang dijalankan oleh Danantara selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Perusahaan BUMN dengan Pertumbuhan Laba Menyimpang

Dalam data terbaru, beberapa BUMN mencatatkan pertumbuhan laba yang luar biasa sejak menerapkan New Policy. PT Pertamina (Persero) membukukan laba hingga Rp 24,9 triliun pada April 2026, meningkat sekitar Rp 11 triliun atau 80% dibandingkan tahun sebelumnya. PT Pupuk Indonesia juga mencatatkan kenaikan laba hingga Rp 4,8 triliun atau naik 202%. Di sektor pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) berhasil menghasilkan laba Rp 300 miliar, tumbuh 33% dari tahun sebelumnya. New Policy memberikan bantuan penting dalam mengubah pola operasional BUMN ke arah yang lebih efisien dan berkelanjutan.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) meraih laba Rp 21,2 triliun atau naik 15%, sementara PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) masing-masing mencatatkan laba Rp 21,3 triliun (naik 13%) dan Rp 7,2 triliun (tumbuh 6%). Perusahaan-perusahaan ini menjadi contoh bagus tentang keberhasilan New Policy dalam menciptakan ekosistem keuangan yang lebih stabil. Sementara itu, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) berhasil membalikkan kondisi dari rugi Rp 981 miliar menjadi laba Rp 635 miliar, yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam manajemen risiko.

Proyek Strategis dalam New Policy

Danantara berupaya mewujudkan visi New Policy melalui alokasi dana dari dividen BUMN. Pihaknya mulai mengeksekusi beberapa proyek strategis yang bertujuan meningkatkan daya saing nasional. Salah satu proyek yang sedang berjalan adalah pengembangan ekosistem haji dan umrah Indonesia di Makkah. Proyek ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas layanan jemaah dan memperkuat keberadaan Indonesia di pasar global. New Policy juga mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan melalui proyek waste-to-energy (WTE), yang bisa memberikan energi terbarukan dari limbah.

Selain itu, New Policy mendorong kolaborasi antar BUMN untuk mengoptimalkan sumber daya dan mengurangi redundansi. Rohan Hafas menambahkan bahwa transparansi pelaporan keuangan menjadi pilar utama New Policy dalam mendukung kebijakan pemerintah. “Dengan sistem konsolidasian yang lebih akurat, New Policy mampu memperkuat kepercayaan publik dan investor terhadap kinerja BUMN,” ujarnya. Proyek ini juga mengakui kontribusi BUMN dalam menggerakkan perekonomian, terutama dalam industri strategis seperti energi dan logistik.

Kegiatan Konsolidasi Keuangan BUMN

Dalam rangka mengimplementasikan New Policy, Danantara terus mempercepat konsolidasi keuangan BUMN. Rohan Hafas menjelaskan bahwa setelah laporan individual selesai, langkah selanjutnya adalah menyusun laporan konsolidasian yang mencakup seluruh aktivitas BUMN. “New Policy memastikan bahwa data keuangan BUMN terintegrasi dan bisa digunakan untuk analisis kebijakan yang lebih holistik,” jelasnya. Pihaknya juga menjelaskan bahwa proses ini memerlukan kolaborasi antar lembaga untuk mencapai akurasi yang maksimal.

Danantara berupaya mempercepat pelaporan keuangan konsolidasian dengan memanfaatkan teknologi dan sistem manajemen yang lebih modern. Rohan menegaskan bahwa New Policy tidak hanya memperbaiki proses pelaporan, tetapi juga memperkuat komitmen

Ikut berdiskusi