Skip to content
Fresh Desk
Juli 7, 2026
Nasional

Key Strategy: Ekonom Menilai Perluasan Kawasan Tiga KEK Belum Cerminkan Minat Investasi Nasional

Sandra Brown 3 mins baca

Key Strategy: Ekonom Menganalisis Perluasan Tiga KEK Belum Menjadi Indikator Minat Investasi Nasional Key Strategy, Jakarta – Kementerian Koordinator

Key Strategy: Ekonom Menilai Perluasan Kawasan Tiga KEK Belum Cerminkan Minat Investasi Nasional

Key Strategy: Ekonom Menganalisis Perluasan Tiga KEK Belum Menjadi Indikator Minat Investasi Nasional

Key Strategy, Jakarta – Kementerian Koordinator Perekonomian menyatakan tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tengah mengajukan ekspansi area karena kapasitas lahan telah habis. Namun, ekonom dari CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai bahwa perluasan ini belum cukup untuk menggambarkan keinginan investasi nasional secara menyeluruh. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan tambahan lahan hanyalah sinyal kecil, bukan indikator utama peningkatan minat investor secara keseluruhan.

Analisis Yusuf Rendy Manilet tentang Key Strategy

Menurut Yusuf, ekspansi tiga KEK saat ini lebih menggambarkan kebutuhan kapasitas di wilayah yang telah dikuasai, bukan keinginan investasi nasional yang berkelanjutan. “Key Strategy dalam perekonomian tidak hanya bergantung pada perluasan area, tetapi juga pada kebijakan yang mendorong ekosistem investasi yang stabil dan menarik,” kata Yusuf dalam wawancara terkini.

“Meski ada sinyal kuat minat investor di KEK tertentu, perluasan lahan tidak bisa langsung dianggap sebagai cerminan minat investasi nasional. Kita perlu memperhatikan bagaimana KEK yang tidak penuh bisa meningkatkan daya tariknya melalui perbaikan infrastruktur, regulasi, dan layanan,”

Proyeksi Infrastruktur dan Perizinan dalam Key Strategy

Yusuf menekankan bahwa pemerintah harus mengoptimalkan Key Strategy dengan fokus pada KEK yang belum optimal. Dengan mempercepat pengembangan infrastruktur, seperti jalan raya, jaringan listrik, dan sistem perizinan, KEK dengan kapasitas yang masih tersisa bisa lebih menarik bagi investor. “Key Strategy yang efektif membutuhkan keseimbangan antara ekspansi dan peningkatan kualitas,” jelasnya.

Kapasitas lahan KEK yang sudah penuh menunjukkan bahwa daya tarik wilayah tersebut sudah mencapai titik maksimal. Namun, KEK lain yang belum terisi penuh masih memiliki peluang besar untuk menarik investasi jika diberi dukungan lebih baik. Yusuf menyarankan pemerintah perlu menggerakkan Key Strategy yang lebih komprehensif, meliputi kebijakan insentif dan pengawasan yang terarah.

Permintaan Tambahan Area oleh Tiga KEK dalam Key Strategy

Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kemenko Perekonomian, mengungkapkan bahwa rata-rata KEK yang mengajukan perluasan menuntut tambahan lahan hingga dua kali lipat dari kapasitas awal. “Key Strategy dalam pengembangan KEK terutama ditujukan untuk memenuhi kebutuhan investasi di sektor manufaktur, transportasi, dan teknologi informasi,” ujarnya dalam konferensi pers minggu lalu.

“Dengan usul perluasan, artinya KEK yang ada sudah memenuhi kapasitas maksimal. Jika investor ingin berinvestasi di wilayah tersebut, mereka harus menunggu sampai lahan diperluas,”

KEK yang mengajukan ekspansi meliputi Kendal, Gresik, dan Galang Batang. KEK Kendal, misalnya, telah menampung 140 industri di bidang elektronik, tekstil, dan baterai, dengan total luas lahan mencapai 1.000 hektare. KEK Galang Batang, di Kepulauan Riau, meminta tambahan 2.700 hektare untuk mengembangkan industri bauksit, alumina, dan refinery. Pemerintah menilai perluasan ini bagian dari Key Strategy yang bertujuan meningkatkan kapasitas investasi di daerah strategis.

Kapasitas Data Center sebagai Bagian dari Key Strategy

Salah satu KEK yang sedang digarap adalah KEK Nongsa Digital Park di Batam. Saat ini, terdapat sekitar 10 perusahaan data center di wilayah ini. Yusuf menilai, KEK seperti Nongsa Digital Park bisa menjadi pendorong utama Key Strategy jika bisa menyelesaikan kebutuhan infrastruktur yang besar. “Setiap 1 MW data center membutuhkan sekitar 1 juta USD, sehingga kebutuhan 1,2 GW dari DAMAC Group akan menghabiskan hingga miliaran USD,” katanya.

Kapasitas data center nasional saat ini hanya sekitar 600 MW, yang dinilai masih jauh dari target. Yusuf berharap pemerintah bisa memanfaatkan KEK sebagai bagian dari Key Strategy yang lebih holistik, terutama dalam menarik investor asing yang fokus pada teknologi dan digital.

Langkah Pemerintah untuk Memperkuat Key Strategy

Pemerintah berharap perluasan KEK bisa menjadi bagian dari Key Strategy yang lebih luas, terutama untuk menunjang pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan mendorong investor berpindah ke KEK yang memiliki potensi, pemerintah ingin memastikan keberlanjutan investasi di wilayah-wilayah yang lebih strategis. Susiwijono menambahkan, KEK yang perluasan lahan mereka sudah terpenuhi bisa menjadi titik kritis dalam Key Strategy untuk memperkuat sektor manufaktur.

Yusuf menilai bahwa Key Strategy yang sukses membutuhkan kebijakan yang berkelanjutan, bukan hanya ekspansi fisik. “Kita perlu mengevaluasi kinerja KEK secara berkala dan memastikan bahwa Key Strategy yang dijalankan benar-benar mendukung peningkatan daya saing ekonomi nasional,” jelasnya.

Ikut berdiskusi