Skip to content
Fresh Desk
Juli 12, 2026
Keuangan

Key Strategy: Sejumlah Bank Incar Status KBMI 3, Penguatan Modal Jadi Kunci

Elizabeth Moore 4 mins baca

Key Strategy: Beberapa Bank dalam KBMI 2 Mulai Mengungkap Ambisi untuk Meningkatkan Status ke KBMI 3 Key Strategy menjadi strategi utama bagi sejumlah bank

Key Strategy: Sejumlah Bank Incar Status KBMI 3, Penguatan Modal Jadi Kunci

Key Strategy: Beberapa Bank dalam KBMI 2 Mulai Mengungkap Ambisi untuk Meningkatkan Status ke KBMI 3

Key Strategy menjadi strategi utama bagi sejumlah bank yang berada dalam kategori Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2, dengan harapan bisa melangkah ke KBMI 3 dalam waktu dekat. Dalam upaya ini, peningkatan modal inti menjadi faktor kunci yang mendukung transformasi kinerja dan daya saing perusahaan. Namun, tidak hanya modal yang menjadi penentu, tetapi juga penguatan aspek fundamental seperti pengelolaan risiko, operasional, dan strategi pemasaran. Key Strategy ini mencakup berbagai langkah yang dirancang secara terpadu untuk meningkatkan daya dukung finansial dan penguatan ekosistem perbankan.

Kenaikan Kategori KBMI 3: Fokus pada Penguatan Modal

Banyak bank yang berada dalam KBMI 2 sedang mempersiapkan langkah strategis untuk memenuhi syarat KBMI 3. Salah satu contoh adalah PT Bank KB Indonesia Tbk, atau KB Bank, yang telah menyatakan target peningkatan kelas. Key Strategy perusahaan ini berfokus pada penambahan modal inti yang cukup signifikan agar bisa mencapai standar minimal Rp 14 triliun hingga Rp 70 triliun. Dalam laporan kuartal I-2026, modal inti konsolidasi KB Bank mencapai Rp 7,48 triliun, namun masih jauh dari ambang KBMI 3.

“Key Strategy kami terutama melibatkan peningkatan modal. Dengan modal yang lebih besar, kami dapat mengembangkan kredit korporasi dan berbagai sektor bisnis lainnya. Harapan kami bisa segera naik ke KBMI 3,” kata Kunardy Darma Lie, Direktur Utama KB Bank, saat berbicara di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Dalam Key Strategy yang dijalankan, KB Bank juga memperhatikan efisiensi penggunaan dana. Pemegang saham utama, KB Financial Group, menyatakan siap memberikan tambahan modal jika diperlukan, tetapi mereka menekankan bahwa efektivitas Key Strategy perusahaan harus terukur sebelum mengambil langkah ekstensif. Penguatan modal tidak hanya untuk memenuhi syarat KBMI 3, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jangkauan pasar.

Transformasi Perusahaan: Langkah Strategis untuk Meningkatkan Kinerja

Selain memperkuat permodalan, Key Strategy berikutnya melibatkan transformasi perusahaan secara menyeluruh. KB Bank menyoroti pentingnya perbaikan tata kelola, penguatan SDM, serta modernisasi proses bisnis untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Key Strategy ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada modal eksternal dan meningkatkan daya saing internal.

“Key Strategy kami ibarat ingin mengikuti maraton. Kalau bebannya terlalu berat, maka harus diringankan agar bisa berlari lebih cepat dan lebih produktif,” tambah Kunardy.

Dalam Key Strategy, KB Bank juga menekankan perluasan layanan ke segmen pensiunan dan pengembangan inovasi digital. Hal ini menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat daya tarik nasabah. Selain itu, key strategy mencakup peningkatan kualitas kredit dan perluasan jaringan distribusi. Dengan langkah-langkah ini, bank berharap bisa meningkatkan rasio kinerja dan memperkuat posisi sebagai bank berkelas.

Bank Mandiri Taspen: Optimistis Mencapai KBMI 3 Tanpa Aksi Korporasi Tambahan

PT Bank Mandiri Taspen juga menyatakan target kenaikan kelas ke KBMI 3, dengan proyeksi pencapaian pada 2028. Key Strategy mereka lebih berfokus pada peningkatan layanan untuk segmen pensiunan dan dukungan pertumbuhan jangka panjang. Direktur Utama Bank Mandiri Taspen, Panji Irawan, menjelaskan bahwa key strategy ini mencakup peningkatan kualitas layanan dan diversifikasi bisnis.

“Key Strategy kami tidak hanya tentang modal, tetapi juga tentang peningkatan kinerja operasional dan pelayanan. Kalau performa kami tetap stabil, laba sekitar Rp 1,6 triliun di 2026, 2027, dan 2028, kami optimistis dapat mencapai KBMI 3 pada 2028,” ujar Agus Syaiful Anwar, Kepala Divisi Pengembangan Strategi Bisnis Bank Mandiri Taspen.

Per Maret 2026, modal inti Bank Mandiri Taspen mencapai sekitar Rp 9,3 triliun. Dengan tren pertumbuhan laba bersih yang positif, key strategy mereka memperkirakan mampu memenuhi syarat KBMI 3 dalam dua tahun ke depan. Selain itu, mereka juga menargetkan diversifikasi bisnis untuk mengembangkan segmen nasabah pra-pensiun, yang menjadi bagian dari Key Strategy jangka panjang.

Allo Bank: Tidak Ada Rencana untuk Target KBMI 3 Segera

Sementara itu, PT Allo Bank Indonesia Tbk mengungkapkan bahwa perusahaan belum memiliki rencana untuk mengejar status KBMI 3 dalam waktu dekat. Key Strategy Allo Bank lebih menekankan fleksibilitas operasional dan inovasi produk, bukan hanya peningkatan modal. Direktur Risiko, Kepatuhan, dan Hukum Allo Bank, Ganda Raharja Rusli, menyebut bahwa sistem KBMI saat ini tidak lagi membatasi inisiatif perbankan.

“Allo Bank dalam waktu dekat belum memiliki rencana untuk naik ke KBMI 3. Key Strategy kami lebih berfokus pada adaptasi terhadap kebutuhan pasar dan peningkatan efisiensi,” ujarnya.

Ganda menekankan bahwa setiap penambahan modal harus diimbangi dengan analisis pengembalian ke pemegang saham. Key Strategy yang baik juga mempertimbangkan dampak jangka panjang, seperti kenaikan ROE. Meski demikian, ia mengakui bahwa penambahan modal tetap menjadi bagian penting dari key strategy untuk meningkatkan kapasitas operasional bank.

Key Strategy yang dijalankan oleh berbagai bank di Indonesia mencerminkan keseriusan dalam memperkuat posisi pasar. Dengan fokus pada penguatan modal dan perbaikan fundamental, beberapa perusahaan optimis mencapai KBMI 3. Namun, ada juga yang memilih pendekatan berbeda, seperti Allo Bank, yang lebih mengutamakan fleksibilitas dan inovasi. Key Strategy ini menunjukkan bahwa setiap bank memiliki strategi berbeda sesuai dengan visi dan tujuan jangka panjang mereka.

Ikut berdiskusi