Skip to content
Fresh Desk
Juli 21, 2026
Keuangan

What Happened During: BTN Bersiap Masuk ke Bisnis Paylater, Ditargetkan Meluncur Tahun Ini

Karen Brown 3 mins baca

r Tahun Ini, Fokus pada Digitalisasi What Happened During - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) tengah menyiapkan pengenalan layanan paylater sebagai bagian

What Happened During: BTN Bersiap Masuk ke Bisnis Paylater, Ditargetkan Meluncur Tahun Ini

BTN Siap Luncurkan Paylater Tahun Ini, Fokus pada Digitalisasi

What Happened During – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) tengah menyiapkan pengenalan layanan paylater sebagai bagian dari strategi digitalisasi perbankan nasional. Produk ini diharapkan dapat dirilis dalam waktu dekat, seiring pelaksanaan proses pengembangan sistem, pematangan aspek bisnis, serta persiapan izin dari regulator. Pemilihan fitur paylater dianggap sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan ke sektor perekonomian yang semakin berubah cepat.

Proses Pengembangan Paylater BTN Berjalan Bertahap

What Happened During – Direktur Teknologi Informasi BTN, Tan Jacky Chen, menjelaskan bahwa pengembangan paylater dilakukan secara bertahap. Hal ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian dengan regulasi yang berlaku serta menjaga kualitas pengelolaan bisnis. “Kami sedang fokus pada pengembangan, sementara bisnis dan regulasi juga menjadi prioritas. Target peluncuran produk ini adalah tahun ini,” ujar Jacky setelah menghadiri OJK Banking Forum 2026 beberapa waktu lalu.

Kelompok Nasabah Menjadi Fokus Utama

Menurut Jacky, skema paylater yang akan diterapkan akan disesuaikan dengan karakteristik segmen nasabah yang berbeda. Perusahaan masih memperbaiki model bisnis serta skenario penggunaan fitur tersebut sebelum peluncuran resmi. “Setiap segmen akan memiliki penyesuaian khusus. Kami juga menganalisis profil nasabah yang layak menggunakan layanan ini,” tambahnya.

Penyesuaian ini mencakup pengenalan kebutuhan konsumen berdasarkan pola penggunaan dan kemampuan pembayaran. BTN menggambarkan fitur paylater sebagai solusi alternatif bagi nasabah yang menginginkan fleksibilitas dalam pengaturan keuangan, terutama di tengah dinamika ekonomi yang kompleks.

Integrasi dengan Aplikasi Bale by BTN

What Happened During – Layanan paylater akan terintegrasi dengan aplikasi Bale by BTN, yang dianggap sebagai super app utama perusahaan. Aplikasi ini akan berfungsi sebagai platform sentral untuk berbagai layanan digital BTN, termasuk transaksi keuangan, pengelolaan tabungan, dan layanan ekosistem keuangan lainnya. “Bale tetap berperan sebagai produk unggulan. Nantinya, paylater akan menjadi bagian dari ekosistem layanan digital yang kami bangun melalui aplikasi ini,” jelas Jacky.

Integrasi paylater ke dalam aplikasi Bale diharapkan meningkatkan pengalaman pengguna, mempercepat akses ke layanan, serta memperkuat strategi digitalisasi BTN. Fitur ini juga akan menjadi alat untuk membangun kemitraan dengan perusahaan-perusahaan teknologi dan fintech lainnya, sehingga mendorong inovasi di bidang layanan keuangan digital.

Peningkatan Belanja Modal Teknologi

Untuk mendukung pengembangan sistem digital, BTN meningkatkan belanja modal teknologi informasi sebesar 10%–15% dibandingkan tahun sebelumnya. Dana tersebut digunakan untuk memperkuat infrastruktur, jaringan, lisensi, serta pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan keamanan siber. “Peningkatan anggaran ini memastikan kita dapat membangun sistem yang lebih canggih dan responsif,” tambah Jacky.

Hingga semester I 2026, realisasi belanja modal di sektor teknologi telah mencapai lebih dari 50%. Perusahaan memprediksi penyerapan dana akan terus meningkat pada paruh kedua tahun ini, dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan dan pengembangan inovasi berbasis teknologi. “Kami percaya teknologi akan menjadi pendorong utama dalam menjangkau segmen pasar yang lebih luas,” ujarnya.

What Happened During – BTN juga memperkuat sistem keamanan transaksi dengan mengadopsi teknologi yang mampu mengenali pola penggunaan nasabah. Teknologi ini memungkinkan pemberian notifikasi jika ada aktivitas transaksi yang mencurigakan, sehingga mengurangi risiko penipuan atau transaksi tidak sah. “Keamanan menjadi prioritas utama, terutama dalam layanan keuangan digital yang menuntut pengawasan terus-menerus,” tambah Jacky.

Perusahaan terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta pihak perbankan lainnya. Tujuannya adalah mempercepat pertukaran informasi terkait ancaman siber dan aktivitas transaksi yang tidak biasa. “Kerja sama ini memastikan kami dapat memenuhi standar keamanan yang ketat sebelum peluncuran resmi,” jelasnya.

Ikut berdiskusi