Sudaryono Minta Tata Kelola BGN Lebih Terbuka, Pegawai yang Tak Siap Diminta Mundur
JAKARTA — Sudaryono Minta Tata Kelola BGN Lebih terbuka dan transparan. Kepala Badan Gizi Nasional ini menegaskan bahwa reformasi internal menjadi prioritas
Sudaryono Minta Tata Kelola BGN Lebih Terbuka
Pusatkabar.com – JAKARTA — Sudaryono Minta Tata Kelola BGN Lebih terbuka dan transparan. Kepala Badan Gizi Nasional ini menegaskan bahwa reformasi internal menjadi prioritas utama dalam memimpin lembaga yang menangani Program Makan Bergizi Gratis. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap keputusan dan proses kerja dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Menurut Sudaryono, pendekatan tertutup selama ini perlu diubah. Rapat-rapat yang dilakukan tanpa melibatkan pihak eksternal dinilai dapat menimbulkan persepsi negatif. Keterbukaan menjadi kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap kinerja BGN ke depannya.
Kebijakan Fleksibilitas Pegawai
Dalam upaya mempercepat transformasi organisasi, Sudaryono memberikan ruang bagi pegawai yang merasa belum siap menghadapi perubahan. Mereka dapat memilih untuk kembali ke instansi asal atau mengajukan perpindahan tanpa harus melalui proses yang rumit. Kebijakan ini bertujuan agar setiap anggota tim memiliki komitmen penuh terhadap tugas baru.
“Kalau merasa berat, beberapa orang di posisi tertentu boleh mengajukan surat, misalnya mau kembali ke instansi lain atau mau pindah. Saya persilakan. Karena kita ingin gerak cepat, efektif, efisien,” katanya.
Pendekatan ini mencerminkan keyakinan Sudaryono bahwa organisasi yang solid membutuhkan individu-individu yang siap berkontribusi secara maksimal. Pegawai yang merasa tidak sanggup mengikuti dinamika kerja baru dipersilakan menyampaikan keinginannya tanpa hambatan.
Penyelesaian Isu Hukum dan Program
Selain fokus pada perubahan internal, Sudaryono juga memastikan bahwa seluruh permasalahan hukum yang selama ini menghambat BGN akan diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku. Sementara itu, operasional organisasi tetap berjalan normal sehingga pelaksanaan program MBG tidak mengalami gangguan berarti.
“Yang hukum-hukum ya kita serahkan kepada pihak berwajib. Dan yang tidak ya harus kerja,” ujar Sudaryono di kantornya, Rabu (22/7/2026).
Langkah ini menunjukkan bahwa BGN tidak hanya berfokus pada perbaikan struktur, tetapi juga memastikan bahwa fondasi hukum yang kuat menjadi dasar setiap kebijakan yang diambil. Dengan demikian, program MBG dapat berjalan sesuai rencana tanpa terhalang oleh sengketa yang belum terselesaikan.
Masukan dari Berbagai Pihak
Sudaryono mengakui bahwa ia telah menerima banyak masukan terkait pelaksanaan Program MBG. Komentar-komentar tersebut datang dari berbagai periode, mulai dari saat masih terlibat dalam pembahasan program di tahap awal, ketika menduduki jabatan Wakil Menteri Pertanian, hingga dari kader Partai Gerindra di tingkat daerah.
“Semuanya sudah saya catat. Tinggal nanti kita elaborasi dengan internal dan juga menerima masukan dari eksternal,” ujarnya.
Seluruh informasi yang terkumpul akan dikaji bersama oleh jajaran internal BGN. Setelah itu, masukan dari berbagai pihak akan dipadukan menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih baik ke depan. Proses ini memastikan bahwa setiap suara didengar dan dipertimbangkan dengan matang.
Anti Perlakuan Istimewa
Dalam kesempatan yang sama, Sudaryono juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang mengatasnamakan dirinya, keluarga, teman, maupun alumni untuk meminta perlakuan istimewa dalam pelaksanaan Program MBG. Ia menegaskan bahwa setiap permintaan harus melalui jalur resmi dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kalau ada orang yang mengaku keluarga saya, teman saya, alumni saya kemudian meminta atensi atau perlakuan khusus, saya pastikan itu tidak ada hubungannya dengan saya. Silakan dilaporkan kepada pihak berwajib,” tegasnya.
Langkah ini bertujuan untuk mencegah praktik-praktik yang dapat merugikan program dan mengurangi kepercayaan publik. Dengan adanya mekanisme pelaporan yang jelas, setiap pelanggaran dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
Arahan Presiden dan Harapan ke Depan
Sudaryono menambahkan bahwa arahan dari Presiden Prabowo Subianto kepadanya adalah menyelesaikan persoalan secara langsung dengan mengedepankan kepentingan masyarakat. Target yang dicanangkan adalah bekerja secara efektif, efisien, dan cepat dalam menangani masalah.
“Target khusus dari Presiden adalah bekerja efektif, efisien, cepat menyelesaikan masalah. Run into the problem, cintai rakyat dan gunakan akal sehat,” katanya.
Terakhir, Sudaryono berharap masyarakat dan media dapat mengawal pelaksanaan Program MBG secara objektif. Ia menegaskan bahwa kritik dan laporan pelanggaran tetap diperlukan, namun harus didasarkan pada fakta agar tidak menimbulkan misinformasi yang dapat mengganggu jalannya program. Dengan demikian, BGN dapat terus berkembang dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Indonesia.
