Skip to content
Fresh Desk
September 12, 2026
Internasional

Harga Minyak Ditutup Melemah: Brent dan WTI Tetap Bertahan di Atas US$ 100 Per Barel

Matthew Moore - pusatkabar.com 3 mins baca

Harga Minyak Ditutup Melemah pada perdagangan Jumat, 11 September 2026, setelah pasar menilai kembali risiko gangguan pengiriman energi di Timur Tengah

Harga Minyak Ditutup Melemah: Brent dan WTI Tetap Bertahan di Atas US$ 100 Per Barel

Harga Minyak Dunia Melemah, Brent dan WTI Tetap di Atas US$100

Pusatkabar.com – Harga Minyak Ditutup Melemah pada perdagangan Jumat, 11 September 2026, setelah pasar menilai kembali risiko gangguan pengiriman energi di Timur Tengah. Walaupun terkoreksi, harga dua patokan minyak dunia masih bertahan di atas US$100 per barel dan mengarah pada kenaikan mingguan lebih dari 8%.

Minyak Brent untuk pengiriman November ditutup di US$104,61 per barel, turun US$3,02 atau 2,81%. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Oktober melemah US$2,43 atau 2,37% menjadi US$100,05 per barel.

Dalam perdagangan intrahari, Brent dan WTI sempat menyentuh level tertinggi sejak pertengahan Mei 2026. Pergerakan ini mencerminkan sensitivitas pasar terhadap perkembangan keamanan jalur pelayaran, fasilitas energi, dan risiko terganggunya pasokan dari kawasan Teluk.

Harapan Pembicaraan Selat Hormuz Menekan Harga

Sentimen pasar berubah setelah muncul informasi mengenai upaya para menteri luar negeri di Timur Tengah untuk membahas pengaturan sementara pelayaran melalui Selat Hormuz bersama Iran. Prospek langkah diplomatik tersebut mendorong pelaku pasar mengurangi premi risiko yang sebelumnya mengangkat harga minyak.

Sehari sebelumnya, Brent dan WTI melonjak lebih dari 6% akibat meningkatnya kekhawatiran atas serangan terhadap kapal di kawasan tersebut. Pada Jumat, perhatian investor beralih pada kemungkinan situasi keamanan tetap stabil selama akhir pekan.

“Faktor-faktor yang memicu kepanikan kemarin kini mulai mereda hari ini,” ujar Phil Flynn, analis senior Price Futures Group. “Pertanyaannya adalah, akankah pasar tetap tenang selama akhir pekan?”

Selat Hormuz memiliki peran penting dalam perdagangan energi global. Sebelum konflik Iran yang dimulai pada akhir Februari, sekitar 125 kapal pengangkut komoditas melintasi jalur tersebut. Selat ini juga menjadi rute bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia setiap hari.

Analis energi UBS, Giovanni Staunovo, menilai kabar mengenai kemungkinan pembicaraan baru di Timur Tengah turut membebani pasar. Namun, ia tetap melihat risiko kenaikan harga dalam jangka pendek, disertai volatilitas yang tinggi.

Gangguan Jalur Ekspor Alternatif Arab Saudi

Harga Minyak Ditutup Melemah juga terjadi ketika pasar mencermati risiko pasokan dari Arab Saudi. Citra satelit pada Kamis menunjukkan kepulan asap di sekitar East-West Pipeline, jalur yang memungkinkan kerajaan menyalurkan minyak mentah tanpa melewati Selat Hormuz.

Laporan pasar menyebut sebuah stasiun pompa di jalur tersebut terdampak serangan kelompok militan yang berafiliasi dengan Iran. Gangguan pada stasiun pompa dinilai lebih rumit ditangani daripada kerusakan pipa biasa karena melibatkan sistem kelistrikan dan pemompaan.

“Sungguh mengejutkan bahwa pasar minyak tetap melemah di tengah laporan serangan pemberontak Houthi terhadap Pipa Timur-Barat, yang berdampak pada aliran 7 juta barel minyak mentah,” kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates.

Data Badan Energi Internasional (IEA) yang dirilis Jumat menunjukkan pasokan minyak mentah Arab Saudi turun 2,3 juta barel per hari menjadi 6 juta barel per hari pada Agustus. Level tersebut merupakan yang terendah dalam lebih dari tiga dekade dan dikaitkan dengan serangan terhadap fasilitas energi Saudi.

Dalam situasi ini, kemampuan mengalihkan ekspor melalui jalur alternatif menjadi penentu penting bagi stabilitas pasokan global. Perundingan diplomatik dapat meredakan tekanan pasar, tetapi insiden baru di laut maupun gangguan infrastruktur berpotensi kembali memicu kenaikan harga.

FAQ Harga Minyak Dunia

Mengapa harga minyak turun meski masih di atas US$100 per barel?

Penurunan terjadi karena harapan pembicaraan mengenai keamanan pelayaran di Selat Hormuz mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan. Meski demikian, risiko geopolitik masih membuat harga minyak bertahan di level tinggi.

Apa dampak Selat Hormuz terhadap harga energi?

Selat Hormuz merupakan jalur utama pengangkutan minyak dan gas alam cair dunia. Gangguan pelayaran di wilayah ini dapat menghambat pasokan internasional dan mendorong harga energi bergerak lebih volatil.

Apakah Harga Minyak Ditutup Melemah berarti risiko pasokan sudah berakhir?

Belum. Pasar masih menghadapi risiko dari keamanan pelayaran, serangan terhadap fasilitas energi, serta gangguan pada jalur ekspor alternatif Arab Saudi.

Ikut berdiskusi