Skip to content
Fresh Desk
Juni 24, 2026
Keuangan

Latest Program: Transaksi QRIS Perbankan Masih Tumbuh Pesat, Ini Pendorongnya

Barbara Davis 3 mins baca

atest Program Mendorong Pertumbuhan Transaksi QRIS di Sektor Perbankan Latest Program - Program terbaru yang diterapkan dalam sektor perbankan terus memacu

Latest Program: Transaksi QRIS Perbankan Masih Tumbuh Pesat, Ini Pendorongnya

Latest Program Mendorong Pertumbuhan Transaksi QRIS di Sektor Perbankan

Latest Program – Program terbaru yang diterapkan dalam sektor perbankan terus memacu pertumbuhan transaksi QRIS secara signifikan. Dalam rangka mendorong adopsi pembayaran digital, berbagai institusi keuangan mulai mengintegrasikan teknologi QRIS ke dalam layanan mereka, yang berdampak positif pada frekuensi dan volume transaksi. Faktor utama yang mempercepat peningkatan ini adalah kebijakan pemerintah, dukungan masyarakat, serta inisiatif perbankan untuk memperluas jaringan akseptasi.

Dilaporkan oleh Bank Indonesia (BI), transaksi QRIS nasional mencatatkan pertumbuhan sebesar 95,1% secara tahunan (yoy) hingga Mei 2026. Angka ini mencerminkan keberlanjutan tren positif yang terjadi sejak peluncuran QRIS sebagai standar pembayaran berbasis kode batang. BI juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan tersebut terjadi di berbagai sektor, termasuk bisnis ritel, transportasi, dan layanan online.

Peran Bank CIMB Niaga dan Bank Mandiri dalam Pertumbuhan QRIS

Pertumbuhan QRIS di tingkat perbankan juga terlihat jelas melalui kinerja Bank CIMB Niaga dan Bank Mandiri. Di CIMB Niaga, transaksi QRIS meningkat hampir 29% yoy. Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga, Lusiana Saleh, menjelaskan bahwa program QRIS cross-border ke Tiongkok yang baru diluncurkan menjadi salah satu faktor penggerak. “QRIS cross-border ke China sudah menunjukkan transaksi yang cukup tinggi. Mungkin karena negara tersebut sudah terbiasa dengan sistem pembayaran berbasis barcode,” kata Lusi saat diwawancara pada Minggu, 21 Juni 2026.

Sementara itu, Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan volume transaksi QRIS hingga 145% yoy, sementara nilai transaksi naik sekitar 110% yoy per Mei 2026. SVP Digital Retail Banking Bank Mandiri, Yanto Masyap, menegaskan bahwa program inovatif ini berkontribusi besar pada keberlanjutan layanan pembayaran digital. “Kami terus berupaya memperluas akseptasi QRIS, termasuk ke UMKM, untuk meningkatkan keterjangkauan dan kesederhanaan dalam bertransaksi,” ujar Yanto.

STRATEGI BTN dalam Memaksimalkan Potensi QRIS

Bank Tabungan Negara (BTN) juga mencatatkan peningkatan signifikan dalam transaksi QRIS, mencapai hampir 70 juta per Mei 2026, atau naik 164% yoy. Nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 6 triliun, meningkat 142% yoy. SEVP Digital Business BTN, Thomas Wahyudi, menambahkan bahwa capaian ini melebihi target yang ditetapkan. “Aktivitas merchant di berbagai kategori seperti groceries dan fesyen terus menjadi kontributor utama,” katanya.

BTN mengungkapkan bahwa perluasan akseptasi QRIS ke UMKM menjadi katalis utama pertumbuhan tersebut. Dengan menggandeng mitra lokal, bank ini mencoba memastikan lebih banyak usaha kecil dan menengah dapat mengakses solusi pembayaran digital. Selain itu, program cashback dan kemudahan bertransaksi berbasis QRIS juga memicu peningkatan frekuensi penggunaan, terutama di sektor ritel dan layanan kehidupan sehari-hari.

Dalam beberapa bulan terakhir, sektor perbankan terus mengoptimalkan program QRIS sebagai bagian dari transformasi digital yang lebih luas. Dengan menjawab kebutuhan masyarakat akan kecepatan, keamanan, dan transparansi, QRIS menjadi pilihan utama dalam berbagai transaksi kecil dan besar. Selain itu, integrasi QRIS dengan layanan dompet digital juga memperkuat daya saing pembayaran nasional.

Mengenai proyeksi ke depan, BTN optimis tren positif akan berlanjut hingga akhir 2026. Mereka menargetkan volume transaksi QRIS dapat melebihi 124 juta atau tumbuh sekitar 40% yoy. “Program ini bukan hanya tren sementara, tapi langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur pembayaran digital Indonesia,” ujar Thomas. Pertumbuhan QRIS tidak hanya menggerakkan sektor perbankan, tetapi juga membuka peluang baru bagi bisnis dan konsumen dalam era ekonomi digital yang semakin berkembang.

Ikut berdiskusi