Skip to content
Fresh Desk
Juni 24, 2026
Nasional

Prabowo Akui Penyelundupan Tambang Masih Ada – Negara Rugi Ratusan Miliar Per Bulan

Barbara Davis 4 mins baca

Prabowo Akui Penyelundupan Tambang Masih Ada -

Prabowo Akui Penyelundupan Tambang Masih Ada – Negara Rugi Ratusan Miliar Per Bulan

Prabowo Akui Penyelundupan Tambang Masih Berlangsung, Negara Rugi Ratusan Miliar Per Bulan

Prabowo Subianto Mengungkap Fakta Korupsi Tambang di Indonesia

Prabowo Akui Penyelundupan Tambang Masih Ada – Prabowo Subianto, mantan presiden Indonesia, secara terbuka mengakui bahwa praktik penyelundupan tambang masih terjadi di berbagai daerah, meskipun upaya pemerintah telah diambil untuk mengatasi masalah ini. Dalam pidatonya di acara Munas NU yang tayang melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (23/6/2026), Prabowo menyoroti bahwa penyelundupan sumber daya alam (SDA) pertambangan terus berlangsung hingga saat ini. Ia menegaskan bahwa kekayaan negara terus berpotensi terkorup, dengan kerugian mencapai ratusan miliar rupiah per bulan.

Menurut Prabowo, penyelundupan tambang merupakan fenomena yang tidak mudah dihentikan, terutama karena adanya kepentingan yang terlibat dalam proses tersebut. Ia menyebutkan bahwa meskipun pihaknya telah menggalang angkatan laut, Bea Cukai, dan ribuan personel keamanan, upaya pemberantasan korupsi dalam sektor pertambangan masih belum sepenuhnya berhasil. Prabowo menekankan bahwa keberadaan penyelundupan tambang tidak hanya menjadi tantangan bagi pemerintah, tetapi juga mengancam kesejahteraan rakyat.

“Penyelundupan tambang tetap berlangsung hingga kini. Meski sudah ada upaya pemberantasan, kerugian negara mencapai ratusan miliar per bulan,” ujar Prabowo saat berbicara di acara tersebut. Ia menambahkan bahwa praktik ini memperlihatkan adanya celah dalam sistem pengawasan yang perlu diperbaiki agar kekayaan alam tidak disalahgunakan.

Analisis Kerugian dan Tantangan dalam Sistem Pemerintahan

Menurut laporan terkini, penyelundupan tambang di Indonesia masih menjadi sumber utama kerugian negara. Dengan nilai kerugian mencapai ratusan miliar per bulan, praktik ini memperlihatkan efek domino dalam kebijakan pengelolaan sumber daya alam. Prabowo mengakui bahwa penindasan penyelundupan tidak bisa dilakukan secara efektif tanpa keterlibatan lembaga-lembaga pemerintah yang independen dan transparan.

Prabowo menyoroti bahwa penyelundupan tambang tidak hanya menyangkut keuntungan pribadi, tetapi juga menggambarkan ketidaksempurnaan sistem pemerintahan. Ia menjelaskan bahwa penyelundupan berdampak pada ketidakadilan distribusi kekayaan, sehingga menyebabkan ratusan miliar rupiah hilang dari kas negara tanpa keuntungan yang seharusnya diperoleh oleh masyarakat.

Dalam upaya memperbaiki situasi, Prabowo menekankan pentingnya pemerintah yang bersih dari korupsi. Ia menyatakan bahwa jika penyelundupan tambang terus berlangsung, maka kondisi ekonomi rakyat akan terus memburuk. Menurutnya, kekayaan alam harus menjadi pilar utama pembangunan, bukan alat untuk mengejar keuntungan jangka pendek.

Kasus Penyelundupan Tambang di Daerah Strategis

Kerugian negara akibat penyelundupan tambang tidak hanya bersifat abstrak, tetapi juga terjadi di daerah-daerah yang menjadi sentral produksi sumber daya alam. Prabowo memberi contoh bahwa beberapa provinsi seperti Kalimantan Timur dan Sumatera Barat masih menjadi lokasi utama penyelundupan, dengan ribuan ton bijih tambang yang tidak tercatat secara resmi setiap bulannya.

Prabowo mengatakan bahwa banyak perusahaan tambang melakukan kegiatan ekspor secara ilegal untuk menghindari pajak dan aturan ketat yang diterapkan pemerintah. Dengan adanya praktik ini, negara kehilangan pendapatan yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pendidikan. Dalam beberapa kasus, tambang yang diselundupkan justru dijual ke luar negeri dengan harga yang lebih tinggi, tetapi keuntungan tersebut tidak masuk ke dalam anggaran negara.

Menurut Prabowo, perlu adanya pengawasan yang lebih ketat terutama di daerah-daerah yang memiliki cadangan tambang melimpah. Ia menekankan bahwa keterlibatan masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) sangat penting dalam mengawasi aktivitas penyelundupan. Selain itu, Prabowo mengingatkan bahwa sistem hukum harus diperkuat agar pelaku penyelundupan dapat dihukum secara tegas.

Strategi Pemerintah untuk Mencegah Penyelundupan Tambang

Pemerintah Indonesia telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasi penyelundupan tambang, seperti penguatan regulasi dan pemberdayaan lembaga pengawasan. Namun, Prabowo menyatakan bahwa langkah-langkah ini masih kurang memadai untuk menghentikan kerugian ratusan miliar per bulan. Ia mengungkapkan bahwa kelemahan sistem ini terletak pada koordinasi antar-lembaga yang tidak optimal.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah meningkatkan kegiatan pemeriksaan di pelabuhan dan jalur ekspor tambang. Prabowo mengakui bahwa upaya ini memberikan dampak positif, tetapi masih terdapat celah yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam penyelundupan. Ia menyoroti bahwa keberhasilan pemberantasan penyelundupan tambang tergantung pada komitmen semua pihak untuk mengalahkan korupsi.

Prabowo juga mengingatkan bahwa ratusan miliar rupiah yang terkorup dari sektor tambang bisa menjadi bahan pembangunan jika dikelola secara benar. Ia menekankan bahwa kekayaan alam harus dikelola secara transparan dan akuntabel agar manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Peran Publik dalam Mengawasi Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Menurut Prabowo, peran publik sangat penting dalam mengawasi pemanfaatan sumber daya alam. Ia menegaskan bahwa masyarakat harus aktif dalam memantau kegiatan tambang dan mengungkap kecurangan yang terjadi. Prabowo mengakui bahwa penyelundupan tambang masih ada, dan masyarakat bisa menjadi pengawas yang kuat jika memiliki kesadaran dan partisipasi yang tinggi.

Ia menambahkan bahwa dengan masyarakat yang terlibat, transparansi dalam pengelolaan tambang bisa tercapai. Prabowo menekankan bahwa ratusan miliar rupiah yang terkorup dari penyelundupan tambang bisa menjadi bahan untuk keadilan sosial jika diungkapkan secara berkala. Ia juga mengingatkan bahwa setiap kecurangan dalam sektor tambang berdampak besar pada perekonomian nasional.

Prabowo berharap ke depannya, penyelundupan tambang bisa diminimalkan melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pemeriksa, dan masyarakat. Dengan memperkuat sistem pengawasan dan memastikan kebijakan yang jelas, negara bisa meminimalkan kerugian ratusan miliar per bulan yang terjadi akibat penyelundupan tambang.

Kesimpulan: Prabowo Akui Penyelundupan Tambang Masih Ada

Secara keseluruhan, Prabowo Subianto mengakui bahwa penyelundupan tambang masih menjadi masalah utama yang memperparah kerugian negara. Ia menegaskan bahwa ratusan miliar per bulan hilang karena adanya korupsi dalam sektor pertambangan, dan ini memerlukan perbaikan sistem hukum serta pengawasan yang lebih ketat. Prabowo berharap dengan komitmen yang lebih besar, penyelundupan tambang bisa diatasi dan kekayaan alam bisa memberikan manfaat maksimal bagi rakyat Indonesia.

Ikut berdiskusi