Skip to content
Fresh Desk
Juni 28, 2026
Keuangan

Special Plan: DPLK Avrist Sebut Naiknya BI Rate Jadi 5,75% Dapat Pengaruhi Hasil Investasi

Lisa Hernandez 3 mins baca

Special Plan: Kenaikan BI Rate ke 5,75% Berdampak pada Hasil Investasi DPLK Avrist Pengaruh Kenaikan BI Rate terhadap Investasi DPLK Special Plan - Dengan

Special Plan: DPLK Avrist Sebut Naiknya BI Rate Jadi 5,75% Dapat Pengaruhi Hasil Investasi

Special Plan: Kenaikan BI Rate ke 5,75% Berdampak pada Hasil Investasi DPLK Avrist

Pengaruh Kenaikan BI Rate terhadap Investasi DPLK

Special Plan – Dengan kebijakan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang mencapai 5,75%, kenaikan ini memberikan dampak signifikan terhadap performa investasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). DPLK Avrist, salah satu lembaga yang berperan penting dalam pengelolaan dana pensiun, telah menilai bahwa perubahan ini akan memengaruhi hasil investasi peserta, terutama pada instrumen pendapatan tetap dan pasar uang.

Direktur Utama DPLK Avrist, Firmansyah, menjelaskan bahwa kenaikan suku bunga BI sebesar 5,75% memiliki dampak yang berbeda pada berbagai jangka waktu. Dalam jangka pendek, kenaikan ini bisa memengaruhi nilai pasar obligasi karena peningkatan suku bunga membuat imbal hasil dari instrumen tersebut lebih menarik. Namun, dalam jangka menengah dan jangka panjang, Firmansyah memprediksi bahwa instrumen baru yang diterbitkan berpotensi menawarkan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi, sehingga memberikan peluang untuk meningkatkan kualitas return portofolio dalam rangka Special Plan mereka.

Kenaikan suku bunga juga berdampak pada arus dana investor. Firmansyah menilai bahwa meski suku bunga jangka pendek naik, DPLK Avrist tetap fokus pada strategi investasi yang disiplin dan sejalan dengan tujuan jangka panjang peserta. “Dalam Special Plan, kita tidak hanya mengejar return sekarang, tetapi juga memperhatikan stabilitas dana hingga masa pensiun,” jelasnya dalam wawancara dengan Kontan, Jumat (26/6/2026).

“Kenaikan BI Rate ke 5,75% bisa menjadi momentum untuk mengoptimalkan portofolio. Dengan Special Plan, kita mampu menyesuaikan eksposur dana dan mengurangi risiko fluktuasi,” tambah Firmansyah.

Strategi Investasi DPLK Avrist dalam Menghadapi Kenaikan Suku Bunga

DPLK Avrist menegaskan bahwa dalam menghadapi kenaikan suku bunga, strategi mereka tetap berfokus pada pertumbuhan dana peserta secara sehat, stabil, dan berkelanjutan. Dengan Special Plan, lembaga ini berupaya memastikan bahwa peserta tetap mendapatkan imbal hasil yang sesuai dengan tujuan jangka panjang mereka.

Menurut data OJK, total investasi DPLK konvensional mencapai Rp 157,78 triliun per April 2026. Kinerja Return on Investment (RoI) hingga bulan tersebut tercatat di tingkat 0,75%, yang menunjukkan bahwa strategi mereka masih berjalan efektif meskipun terjadi perubahan suku bunga. Firmansyah menyebut bahwa dalam konteks Special Plan, mereka terus mengoptimalkan portofolio dengan memperhatikan risiko dan peluang yang muncul.

Salah satu langkah yang diambil DPLK Avrist adalah memperluas eksposur ke instrumen pasar uang dan pendapatan tetap. Kenaikan suku bunga membawa peluang bagi instrumen seperti obligasi, karena tingkat bunga yang lebih tinggi membuat imbal hasil menjadi lebih menarik. Namun, DPLK Avrist juga memperhatikan likuiditas dana peserta dan menjaga keseimbangan antara risiko dan keuntungan dalam rangka mengejar Special Plan.

Dalam wawancara dengan Kontan, Firmansyah mengatakan bahwa kenaikan BI Rate ke 5,75% tidak selalu merugikan. “Selama peserta tetap mengikuti strategi yang disusun dalam Special Plan, kita bisa memaksimalkan hasil investasi meskipun terjadi perubahan suku bunga,” katanya.

DPLK Avrist juga menekankan pentingnya edukasi bagi peserta. Mereka memberikan panduan secara rutin tentang dampak kenaikan suku bunga terhadap portofolio, sehingga peserta memahami bahwa Special Plan dirancang untuk menyesuaikan kondisi pasar sekaligus memastikan keberlanjutan dana mereka. Selain itu, lembaga ini terus memantau dinamika pasar untuk menyesuaikan strategi dengan perubahan ekonomi yang terjadi.

Ikut berdiskusi