Skip to content
Fresh Desk
Juni 28, 2026
Keuangan

Special Plan: Tak Cukup Andalkan Teknologi, IFG Sebut SDM Jadi Penentu Daya Saing Ekonomi

Karen Brown 3 mins baca

Special Plan: SDM Sebagai Penentu Daya Saing Ekonomi, Teknologi Tak Cukup Special Plan - Dalam rangka mendukung visi Indonesia Emas 2045, Program Special Plan

Special Plan: Tak Cukup Andalkan Teknologi, IFG Sebut SDM Jadi Penentu Daya Saing Ekonomi

Special Plan: SDM Sebagai Penentu Daya Saing Ekonomi, Teknologi Tak Cukup

Special Plan – Dalam rangka mendukung visi Indonesia Emas 2045, Program Special Plan yang diselenggarakan oleh Lemhannas RI menjadi salah satu strategi penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendorong integrasi kebijakan kebangsaan dengan pembangunan ekonomi. Indonesia Financial Group (IFG) turut berpartisipasi dalam acara ini, menegaskan bahwa SDM memegang peran sentral dalam meningkatkan daya saing bangsa, meski kemajuan teknologi juga sangat dibutuhkan.

Program Special Plan dan Perannya dalam Penguatan SDM

Program Special Plan, atau Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan 118 Kolaboratif Tahun 2026, dibuat sebagai wadah kerja sama lintas sektor untuk menghadapi tantangan pembangunan nasional. Dalam acara yang digelar di Jakarta, IFG menekankan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi antar pelaku ekonomi, termasuk pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan masyarakat. Kepemimpinan adaptif dan kolaboratif menjadi kunci untuk menciptakan SDM yang mampu memenuhi kebutuhan pasar global.

Menurut Direktur SDM IFG Rizal Ariansyah, Program Special Plan ini bertujuan memperkuat karakter kebangsaan dan integritas para pemimpin, agar mereka mampu mengintegrasikan aspirasi korporasi dengan kepentingan nasional. “Dengan SDM yang unggul, kita bisa menjawab tantangan ekonomi era digital,” tambah Rizal, dalam sambutan resmi yang dibacakan pada Jumat (26/6/2026). Ia menyoroti bahwa keberlanjutan pembangunan tidak hanya bergantung pada inovasi teknologi, tetapi juga pada kekuatan mental dan kompetensi SDM.

“Program Special Plan merupakan upaya strategis untuk mencetak pemimpin yang memiliki wawasan kebangsaan dan kemampuan adaptasi di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global,” ujar Rizal. “Kita perlu mengembangkan SDM yang mampu berpikir holistik, bukan hanya dalam aspek profesional, tetapi juga kebangsaan dan etika.”

Kolaborasi dalam Program Special Plan mencakup kegiatan seperti pelatihan kepemimpinan, diskusi strategi nasional, dan peningkatan kapasitas SDM di sektor BUMN. IFG, sebagai holding perusahaan asuransi, penjaminan, dan investasi, menyiapkan program internal untuk mendukung partisipasi anggotanya dalam aktivitas ini. Tujuan utamanya adalah menciptakan SDM yang tangguh, berwawasan luas, dan mampu berkontribusi secara maksimal dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Kolaborasi Berkelanjutan dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Program Special Plan juga menjadi wadah bagi pengambilan keputusan yang koheren, sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas SDM secara bertahap. Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily mengapresiasi peran IFG dalam memperkuat sinergi antar sektor. “Kemitraan antara Lemhannas RI dan IFG memastikan bahwa program ini bisa menciptakan pemimpin yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga kompeten dalam menghadapi perubahan sosial dan ekonomi,” katanya.

ACE menambahkan, keikutsertaan IFG dalam Program Special Plan menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendukung kebijakan nasional melalui peningkatan SDM. “Kami berharap program ini menjadi jembatan untuk membangun kekuatan nasional yang berkelanjutan,” ujarnya. Dengan konsep whole-of-nation, seluruh elemen masyarakat dianggap sebagai bagian dari solusi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Sebagai bagian dari Program Special Plan, IFG juga menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan yang berbasis nilai-nilai kebangsaan. Hal ini diharapkan bisa menghasilkan SDM yang tidak hanya terampil dalam teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran akan tanggung jawab sosial dan ekonomi. Rizal menekankan bahwa SDM yang berkualitas adalah fondasi utama untuk menangkal ancaman global dan memperkuat daya saing ekonomi.

Dalam wawancara khusus, Rizal juga menjelaskan bahwa Program Special Plan akan dilanjutkan hingga 2045, dengan target meningkatkan kapasitas SDM di berbagai sektor. “Pemimpin yang muncul dari program ini akan menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya. Kombinasi antara teknologi dan SDM yang tangguh, menurutnya, adalah kunci untuk menjaga kestabilan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ikut berdiskusi