Investasi

IHSG Anjlok 1,88% ke 6.031,28, Simak Proyeksi untuk Jumat (9/10)

1185250886-1

IHSG Anjlok 1 88 ke 6.031,28 pada Perdagangan Kamis

Pusatkabar.com – IHSG Anjlok 1 88 ke 6.031,28 pada penutupan perdagangan Kamis (8/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan turun 115,44 poin atau 1,88% dan berakhir di level 6.031,28. Pergerakan tersebut membuat pelaku pasar menaruh perhatian besar pada area psikologis 6.000 menjelang perdagangan Jumat (9/10/2026).

Tekanan terhadap pasar saham Indonesia dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik. Dari luar negeri, harga minyak mentah melonjak lebih dari 4% setelah muncul laporan mengenai rencana Pemerintah Amerika Serikat untuk melakukan serangan masif terhadap Iran. Kenaikan harga minyak biasanya menjadi perhatian investor karena dapat memperbesar risiko inflasi.

Sentimen minyak juga diperkuat oleh penghentian produksi minyak mentah lebih dari 510 barel per hari oleh sejumlah produsen di Teluk Meksiko. Gangguan produksi tersebut terjadi akibat badai tropis dan turut mendorong kekhawatiran mengenai pasokan energi.

Sentimen Global dan Pelemahan Rupiah Menekan Pasar

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai lonjakan harga minyak menjadi salah satu pemicu sentimen negatif di pasar. Kenaikan harga energi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi, sehingga pasar kembali mencermati prospek kebijakan suku bunga yang lebih hawkish.

Di dalam negeri, pelemahan rupiah turut menjadi faktor yang membebani perdagangan saham. Nilai tukar rupiah melemah 0,08% ke Rp17.890 per dolar AS. Pergerakan rupiah menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor, terutama ketika arus dana asing masih menjadi perhatian pasar.

Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto menyebut IHSG masih berada dalam tekanan karena capital outflow belum memperlihatkan tanda-tanda mereda. Menurutnya, koreksi tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di pasar saham global seiring lonjakan harga minyak mentah.

Lonjakan harga minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat pandangan bahwa arah suku bunga dapat tetap hawkish.

Kondisi tersebut membuat investor cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil posisi. Perubahan harga minyak, arah rupiah, serta perkembangan arus modal asing dapat menjadi faktor penting bagi pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Level Teknikal IHSG untuk Jumat 9 Oktober 2026

Secara teknikal, IHSG Anjlok 1 88 ke 6.031,28 dan ditutup di bawah MA5 serta MA10. Alrich mencatat volume jual meningkat, sehingga level 6.000 menjadi area penting yang perlu diperhatikan investor pada perdagangan berikutnya.

Apabila IHSG mampu bertahan di atas level 6.000 dan kembali rebound, indeks berpeluang membentuk pola double bottom. Pola tersebut dapat menjadi sinyal teknikal bahwa tekanan jual mulai mereda, meski arah pergerakan tetap perlu dikonfirmasi melalui perdagangan selanjutnya.

Namun, jika IHSG kembali ditutup di bawah 6.000, risiko pelemahan lanjutan masih terbuka. Dalam skenario tersebut, indeks berpotensi bergerak menuju area 5.800 hingga 5.900. Karena itu, level 6.000 akan menjadi salah satu penanda utama bagi pelaku pasar.

Untuk perdagangan Jumat (9/10/2026), Pandhu Dewanto memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang support 5.850 dan resistance 6.216. Rentang ini dapat menjadi acuan teknikal untuk mengamati kekuatan tekanan jual maupun peluang pemulihan indeks.

FAQ: Apa yang Perlu Dicermati Setelah IHSG Anjlok?

Apa penyebab utama IHSG melemah? Pelemahan IHSG dipengaruhi kenaikan harga minyak mentah lebih dari 4%, kekhawatiran inflasi dan suku bunga yang lebih hawkish, tekanan capital outflow, serta pelemahan rupiah ke Rp17.890 per dolar AS.

Level berapa yang penting untuk IHSG? Area 6.000 menjadi level penting. Jika indeks mampu bertahan di atasnya, peluang rebound dan pembentukan pola double bottom dapat terbuka. Jika ditutup di bawah 6.000, IHSG berpotensi menuju area 5.800-5.900.

Berapa proyeksi rentang IHSG pada Jumat? Pandhu Dewanto memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support-resistance 5.850-6.216 pada perdagangan Jumat (9/10/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *