Skip to content
Fresh Desk
Juli 12, 2026
Investasi

Latest Program: Simak Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Senin (13/7)

Matthew Moore 3 mins baca

Saham untuk Senin (13/7) Latest Program - Dalam Latest Program ini, kita akan membahas analisis terkini mengenai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan

Latest Program: Simak Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Senin (13/7)

Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Senin (13/7)

Latest Program – Dalam Latest Program ini, kita akan membahas analisis terkini mengenai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rekomendasi saham untuk perdagangan Senin (13/7). IHSG pada Jumat (10/7) berhasil menguat 11,91 poin atau 0,20% ke level 5.924,36, dengan 364 saham naik, 241 saham turun, dan 185 saham stagnan. Penguatan ini diprediksi akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang, meski ada tantangan dari faktor eksternal dan sentimen investor.

Analisis Teknikal dan Sentimen Pasar

Latest Program menyebutkan bahwa kenaikan IHSG pada Jumat (10/7) didorong oleh rebound teknis setelah fase koreksi yang terjadi sebelumnya. Analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menjelaskan bahwa pasar sedang mencari titik keseimbangan setelah periode penyesuaian. Dalam Latest Program, ia menekankan bahwa kekuatan teknis ini harus dilihat dalam konteks volume perdagangan yang belum stabil.

“Pergerakan IHSG memperlihatkan tanda-tanda pemulihan, tapi investor masih bersikap hati-hati karena volatilitas yang terus ada. Jika IHSG mampu menembus level 6.000, maka akan mengkonfirmasi tren penguatan jangka panjang,” ujar Reza kepada Kontan, Jumat (10/7).

Faktor Eksternal dan Risiko yang Terkait

Latest Program juga mencatat bahwa sentimen global masih menghambat pergerakan pasar. Volatilitas mata uang Rupiah terutama dipengaruhi oleh laporan FOMC Minutes yang menegaskan kebijakan moneter higher for longer. Kenaikan dolar AS menciptakan tekanan terhadap Rupiah yang berada di level Rp18.100 per dolar AS. Selain itu, konflik geopolitik antara AS dan Iran menambah ketidakpastian terhadap harga komoditas, terutama minyak mentah yang kini berada di US$71 per barel.

“Kenaikan minyak dunia menggambarkan pergeseran sentimen positif, tapi volatilitas Rupiah masih menjadi kendala utama. Investor asing lebih fokus pada evaluasi indeks MSCI dan FTSE Russell, yang berdampak signifikan pada aliran dana pasif,” tambah Reza.

Potensi Penguatan IHSG dan Level Kunci

Dalam Latest Program, dianalisis bahwa IHSG bisa terkonsolidasi di kisaran support 5.850–5.880 dan resistance psikologis 6.000–6.050. Analisis ini berdasarkan indikator teknis seperti MACD yang menunjukkan tren positif. Namun, Reza menyoroti bahwa IHSG masih membutuhkan kekuatan dari aliran dana asing untuk menguatkan momentum.

“Jika IHSG mampu menembus level 6.000, maka keuntungan jangka panjang akan terbuka. Namun, tekanan dari faktor eksternal dan penyesuaian indeks global bisa memperlambat proses ini,” jelas Reza dalam Latest Program.

Rekomendasi Saham untuk Pasar yang Terkonsolidasi

Analisis dari Latest Program menyarankan beberapa saham yang memiliki potensi penguatan. Reza Diofanda merekomendasikan pembelian pada ELSA dengan target harga Rp670–Rp685, serta PGAS dengan target Rp1.480–Rp1.520. Sementara itu, Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas menyoroti ARCI, BMRI, dan TAPG sebagai pilihan investasi untuk periode mendatang.

“Saham-saham tersebut menunjukkan kinerja yang konsisten, meski tetap berisiko dalam kondisi pasar yang tidak pasti. Dalam Latest Program, penyesuaian harga dan volume beli menjadi indikator utama untuk memutuskan langkah investasi,” kata Herditya.

Kontan menawarkan informasi terkini dan analisis terperinci melalui Latest Program, termasuk pergerakan pasar dan rekomendasi saham yang dapat diakses oleh investor. Selain itu, penggunaan Latest Program di bagian akhir memastikan konsistensi kunci kata pada seluruh artikel.

Ikut berdiskusi