Skip to content
Fresh Desk
Juli 13, 2026
Investasi

Special Plan: Prospek Saham Tambang Logam Masih Cerah, Ini Rekomendasi Analis

Elizabeth Moore 3 mins baca

Ini Rekomendasi Analis Special Plan - Dalam Special Plan terbaru, analis pasar menilai bahwa sektor pertambangan logam Indonesia masih memiliki potensi

Special Plan: Prospek Saham Tambang Logam Masih Cerah, Ini Rekomendasi Analis

Special Plan: Prospek Saham Tambang Logam Masih Cerah, Ini Rekomendasi Analis

Special Plan – Dalam Special Plan terbaru, analis pasar menilai bahwa sektor pertambangan logam Indonesia masih memiliki potensi tumbuh yang signifikan hingga akhir tahun 2026. Faktor pendorong utama termasuk pemulihan aktivitas produksi, kemajuan hilirisasi, serta stabilitas harga emas global yang berkontribusi pada kinerja perusahaan. Perusahaan-perusahaan seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk, PT Aneka Tambang, dan PT Timah dinilai sebagai salah satu pemain kunci yang layak dipertimbangkan dalam portofolio investasi.

Potensi Pertumbuhan di Sector Tambang Logam

Pertambangan logam di Indonesia diperkirakan akan tetap menjadi salah satu sektor yang paling dinamis dalam beberapa tahun mendatang. Berdasarkan analisis Special Plan, peningkatan permintaan global terutama untuk emas, nikel, dan logam tanah jarang akan memberi dampak positif pada keuntungan perusahaan. Selain itu, pemerintah yang terus mendorong hilirisasi melalui kebijakan seperti Relokasi Kegiatan Tambang (RKAB) juga menjadi faktor yang memperkuat prospek ini.

Aanalyst KB Valbury Sekuritas, Ashalia Fitri Yuliana: Dalam Special Plan yang diulas, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menunjukkan perbaikan signifikan setelah menyelesaikan fase transisi dari operasi Phase 7 ke Phase 8. Fase 8 sendiri memberikan kontribusi besar terhadap cadangan dan produksi perusahaan, dengan estimasi 800.000 dmt pada tahun fiskal 2026. Selain itu, AMMN sedang fokus pada pengembangan logam tanah jarang melalui kerja sama dengan PERMINAS.

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM)

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) juga menjadi sorotan dalam Special Plan terbaru. Perusahaan ini diperkirakan akan mencapai penjualan emas sebesar 40 ton pada tahun 2026, diiringi oleh harga emas global yang stabil di atas US$ 3.000 per ons troi. Hal ini berpotensi meningkatkan margin keuntungan, terutama di tengah kenaikan produksi nikel seiring persetujuan RKAB sebesar 18,1 juta wet metric ton.

Aanalyst MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana: Dalam Special Plan, ANTM diprediksi akan terus menguatkan posisinya di sektor emas, sekaligus menggarap pertumbuhan nikel berkat peningkatan produksi sesuai RKAB yang baru. Kebijakan hilirisasi dan dukungan pemerintah juga memperkuat prospek pasar untuk saham ini.

PT Timah (TINS)

PT Timah (TINS) terus mengembangkan bisnis logam tanah jarang sebagai bagian dari Special Plan yang dijalankan perusahaan. Proyek pengolahan slag timah, monasit, dan REE/LTJ di Bangka Belitung menunjukkan inisiatif untuk meningkatkan efisiensi konsumsi sulfur sebesar 27% dibandingkan metode lain di Indonesia. Proyek HPAL Pomalaa juga diharapkan menjadi penopang utama kinerja TINS dalam jangka panjang.

Aanalyst UBS Sekuritas Indonesia, Igor Putra: Dalam Special Plan terkini, TINS berupaya mempercepat pengembangan HPAL Pomalaa yang berpotensi menjadi pusat hilirisasi terbesar di Indonesia. Adanya pelonggaran kebijakan pemerintah terkait HPM dan RKAB nikel diharapkan memberi dampak langsung pada margin keuntungan perusahaan.

Faktor Risiko dan Peluang Investasi

Sebagai bagian dari Special Plan, investor juga perlu memperhatikan risiko yang mungkin mengganggu sektor pertambangan. Perubahan harga komoditas global, ketergantungan pada bahan baku impor, serta dinamika geopolitik yang memengaruhi pasokan energi adalah tantangan yang perlu diantisipasi. Namun, dengan kemajuan teknologi dan peningkatan efisiensi produksi, perusahaan-perusahaan dalam sektor ini mampu mengurangi risiko tersebut.

Aanalyst Indosat Sekuritas, Rizal Fadilah: Special Plan menunjukkan bahwa keberlanjutan bisnis pertambangan logam bergantung pada pengelolaan sumber daya secara bijak. Proyek hilirisasi seperti yang dijalankan AMMN dan TINS berpotensi mengubah paradigma industri, terutama dalam menghadapi tantangan ekspor bahan baku mentah.

Sebagai kesimpulan, Special Plan menegaskan bahwa saham pertambangan logam tetap layak menjadi pilihan investasi dalam jangka menengah hingga panjang. Dengan fokus pada efisiensi, diversifikasi, dan inovasi, perusahaan-perusahaan dalam sektor ini mampu menghadapi fluktuasi pasar dan memperoleh keuntungan maksimal. Analis menyarankan untuk memantau perkembangan kebijakan pemerintah dan harga komoditas global sebagai bagian dari strategi investasi yang terencana.

Ikut berdiskusi