Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Keuangan

Citi Luncurkan Instrumen Digital untuk Permudah Akses Pendanaan Perusahaan Tertutup

Joseph Gonzalez - pusatkabar.com 3 mins baca

Citi Luncurkan Instrumen Digital untuk Pendanaan Perusahaan Tertutup Citi Luncurkan Instrumen Digital untuk Permudah - Dalam upaya mengoptimalkan akses

Citi Luncurkan Instrumen Digital untuk Permudah Akses Pendanaan Perusahaan Tertutup

Citi Luncurkan Instrumen Digital untuk Pendanaan Perusahaan Tertutup

Citi Luncurkan Instrumen Digital untuk Permudah – Dalam upaya mengoptimalkan akses pendanaan bagi perusahaan-perusahaan yang belum terbuka, Citigroup (Citi) baru saja meluncurkan Digital Depositary Receipts (DDR), sebuah instrumen keuangan berbasis blockchain. Produk ini menawarkan solusi inovatif bagi perusahaan tertutup yang ingin memperoleh likuiditas tanpa perlu melalui proses listing yang konvensional. DDR digadang-gadang sebagai langkah penting dalam mengubah paradigma pasar modal dengan memadukan teknologi digital dan efisiensi transaksi.

Citi menegaskan bahwa DDR adalah instrumen pertama yang menggabungkan peran penerbit dan bank kustodian dalam satu platform. Dengan model ini, perusahaan tertutup dapat menawarkan kepemilikan saham mereka kepada investor global secara lebih cepat dan transparan. Tokenisasi saham melalui DDR memungkinkan transaksi yang lebih sederhana, karena tidak lagi memerlukan sistem tradisional yang rumit.

Pengembangan Infrastruktur Blockchain

Layanan DDR didukung oleh infrastruktur blockchain yang dioperasikan oleh SIX, lembaga penyimpanan dan penyelesaian aset digital yang sudah terdaftar. Citi juga memainkan peran kustodian dalam menangani penyelesaian transaksi dan penyimpanan instrumen digital. Teknologi ini memungkinkan akuisisi dan transfer saham dengan biaya lebih rendah, serta meningkatkan kecepatan proses pendanaan.

Dalam proses peluncuran DDR, Citi bekerja sama dengan Kaleido, perusahaan platform tokenisasi aset digital yang termasuk dalam portofolio Citi. Kemitraan ini menjadi langkah awal dalam menyediakan akses pendanaan yang lebih luas ke pasar modal. Investor dari Wealth Citi turut terlibat dalam kegiatan tersebut, didukung oleh Secondary Private Markets yang memperluas pilihan investasi.

Keberadaan DDR sejalan dengan tren pergeseran keuangan digital, di mana banyak perusahaan tertutup kini mencari solusi alternatif untuk mendapatkan likuiditas. Dengan masa tunggu IPO yang terus membesar, DDR menjadi pilihan yang efektif untuk mempercepat proses pendanaan sambil menjaga kontrol kepemilikan saham utama. Citi mengklaim bahwa DDR telah memenuhi kebutuhan infrastruktur yang lebih efektif di pasar perusahaan tertutup.

Manfaat DDR juga mencakup peningkatan transparansi dalam transaksi, karena setiap proses diakui secara tercatat di jaringan blockchain. Model ini mampu menekan risiko pengelolaan aset, serta mempercepat waktu pengerjaan dari pengajuan hingga penyelesaian pendanaan. Selain itu, DDR memungkinkan perusahaan dan investor untuk berinteraksi secara langsung tanpa melibatkan pihak ketiga.

Potensi Pengembangan dan Dampak Pasar

Head of Partnerships and Innovation Citi Services, Biswarup Chatterjee, menjelaskan bahwa DDR dirancang untuk menjaga keamanan aset sekaligus mendukung kegiatan pasar modal dengan standar yang setara sistem tradisional. “DDR adalah alat yang memungkinkan perusahaan tertutup memperoleh pendanaan yang lebih mudah, sekaligus memberikan keuntungan bagi investor global,” ujar Biswarup dalam keterangan resmi.

Deborah Querub, Head of Digital Assets for Wealth Citi, menekankan bahwa DDR tidak mengurangi pengalaman investasi yang sudah dikenal oleh klien. “Transaksi ini menandai langkah awal dalam memanfaatkan kemampuan digital untuk menyediakan akses yang lebih luas,” kata Deborah, yang menggambarkan DDR sebagai inovasi strategis dalam perluasan pilihan investasi.

Dengan sistem DDR, Citi mengharapkan peningkatan partisipasi investor di pasar perusahaan tertutup, terutama dari luar negeri. Teknologi blockchain yang digunakan memberikan keunggulan dalam kecepatan, biaya, dan keandalan transaksi. DDR juga berpotensi menjadi pilihan bagi perusahaan yang ingin mengakuisisi dana sebelum meluncurkan IPO, tanpa mengorbankan posisi kepemilikan saham utamanya.

Ikut berdiskusi