Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Keuangan

Key Strategy: BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun untuk Pekerja

Lisa Hernandez - pusatkabar.com 4 mins baca

BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun untuk Pekerja Key Strategy - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus

Key Strategy: BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun untuk Pekerja

BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun untuk Pekerja

Key Strategy – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus mengambil langkah strategis untuk memperluas akses pembiayaan perumahan berbasis syariah, khususnya bagi pekerja Penerima Upah (PU) di Indonesia. Kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan menjadi bagian dari Key Strategy BSI dalam memenuhi kebutuhan perumahan yang belum terpenuhi, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah. Melalui kerja sama ini, BSI Griya menghadirkan solusi finansial yang lebih inklusif dan fleksibel, yaitu KPR Syariah berdurasi hingga 30 tahun, yang bertujuan menurunkan beban cicilan bulanan agar lebih sesuai dengan kemampuan keuangan pekerja.

Program KPR Syariah yang Mengakomodasi Berbagai Kebutuhan

Kerja sama antara BSI dan BPJS Ketenagakerjaan dirancang untuk mencakup berbagai aspek, termasuk layanan pembiayaan yang mengutamakan prinsip syariah seperti takrif, takaful, dan takwim. Durasi pinjaman hingga 30 tahun menjadi Key Strategy baru BSI untuk membantu pekerja merencanakan keuangan jangka panjang. Selain itu, program ini memberikan keunggulan seperti angsuran tetap hingga akhir masa pembiayaan, serta opsi pembayaran cicilan yang bisa disesuaikan dengan kondisi finansial nasabah. “Dengan Key Strategy ini, kami ingin memastikan setiap pekerja memiliki akses yang adil untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti hunian layak,” ungkap Anggoro Eko Cahyo, Director Utama BSI.

“Kolaborasi dengan BSI menjadi langkah strategis BPJS Ketenagakerjaan untuk memperluas manfaat layanan tambahan (MLT) kepada peserta dan ahli warisnya,” jelas Saiful Hidayat, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan. Menurut Saiful, program KPR Syariah 30 tahun ini bisa menjadi alat untuk memperkuat kesejahteraan sosial, karena pekerja yang memiliki rumah lebih stabil bisa fokus pada peningkatan kualitas hidup dan produktivitas kerja.

KPR Syariah berdurasi 30 tahun juga memungkinkan pekerja membeli properti dengan nilai lebih tinggi, karena cicilan bulanan tidak terlalu berat. Program ini didukung oleh kebijakan pemerintah yang mendorong transaksi perumahan berbasis syariah sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi. “Kami memperkirakan bahwa program ini akan meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan industri perumahan syariah,” tambah Anggoro. Hal ini sejalan dengan Key Strategy BSI dalam mengembangkan produk keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Strategi Pembiayaan yang Dukung Kesejahteraan Jangka Panjang

BSI Griya, sebagai unit usaha BSI yang fokus pada pembiayaan perumahan, berkomitmen untuk menawarkan layanan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari tetapi juga memastikan kestabilan keuangan jangka panjang. Dengan Key Strategy yang berfokus pada peningkatan akses, BSI mencoba menjangkau kalangan pekerja yang sebelumnya kesulitan memperoleh pinjaman rumah karena tingginya bunga atau durasi pinjaman yang pendek. “Kami menilai 30 tahun adalah durasi ideal untuk memastikan cicilan tidak mengganggu kebutuhan dasar nasabah lainnya,” terang Anggoro.

“Program ini juga memberikan ruang bagi pekerja untuk menabung dan menyiapkan dana pendidikan atau kesehatan keluarga di masa depan,” tambah Saiful. Dengan kombinasi antara KPR Syariah dan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) BPJS, pekerja bisa memperoleh perlindungan asuransi kecacatan atau kematian, sekaligus dana untuk pembelian rumah. “Kami berharap ini menjadi Key Strategy baru dalam mendorong kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tutur Saiful.

KPR Syariah berdurasi 30 tahun juga menjadi bagian dari Key Strategy BSI untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk keuangan syariah. Dalam beberapa tahun terakhir, BSI telah menyalurkan pembiayaan perumahan sebesar Rp335 triliun, menunjukkan pertumbuhan signifikan. Anggoro menyebutkan bahwa program ini tidak hanya membuka peluang bagi pekerja, tetapi juga mendorong pengembangan ekonomi lokal melalui peningkatan permintaan properti.

BSI memastikan bahwa KPR Syariah 30 tahun ini dirancang secara transparan, dengan penilaian risiko yang ketat dan layanan customer service yang responsif. “Kami juga memberikan pelatihan dan edukasi finansial kepada peserta BPJS agar mereka paham bagaimana memanfaatkan Key Strategy ini secara optimal,” kata Anggoro. Selain itu, BSI menyediakan aplikasi digital yang memudahkan proses pengajuan kredit dan pemantauan cicilan secara real-time, sehingga pekerja bisa lebih tenang dalam mengelola keuangan.

Kemitraan antara BSI dan BPJS Ketenagakerjaan juga berdampak positif terhadap industri perumahan. Dengan akses kepinjaman yang lebih luas, pelaku usaha properti bisa menjangkau pasar yang lebih besar, termasuk keluarga muda yang ingin memiliki rumah. “Ini adalah Key Strategy yang menarik, karena menggabungkan dua institusi yang memiliki peran strategis dalam ekonomi Indonesia,” ujar seorang analis keuangan. KPR Syariah 30 tahun diharapkan menjadi tulang punggung dari program pengentasan backlog perumahan nasional, yang saat ini masih menjadi tantangan utama bagi pemerintah.

Program ini akan terus dikembangkan dengan berbagai inovasi, seperti kebijakan diskonto atau pembayaran cicilan dalam bentuk uang tunai. Anggoro menegaskan bahwa BSI akan terus berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memperkuat Key Strategy dalam memberdayakan pekerja melalui solusi perumahan yang terjangkau. “Kami berharap kehadiran BSI Griya akan menjadi pilihan utama bagi pekerja yang ingin memiliki rumah secara syariah,” pungkas Anggoro. Dengan kombinasi kebijakan pemerintah dan inisiatif swasta, KPR Syariah 30 tahun diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.

Ikut berdiskusi