Skip to content
Fresh Desk
Juli 13, 2026
Keuangan

Key Strategy: idScore Catat Outstanding Pembiayaan BNPL Tumbuh 23,72% per Mei 2026

Sandra Brown 3 mins baca

Key Strategy: BNPL Pembiayaan Tumbuh 23,72% di Mei 2026 Key Strategy - Dalam upaya memperkuat posisi di pasar keuangan digital, Key Strategy mengungkapkan

Key Strategy: idScore Catat Outstanding Pembiayaan BNPL Tumbuh 23,72% per Mei 2026

Key Strategy: BNPL Pembiayaan Tumbuh 23,72% di Mei 2026

Key Strategy – Dalam upaya memperkuat posisi di pasar keuangan digital, Key Strategy mengungkapkan data terbaru dari idScore menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam outstanding pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) hingga Mei 2026. Angka ini menjadi indikator penting mengenai tren keuangan konsumen dan strategi adaptasi perusahaan dalam menghadapi dinamika ekonomi saat ini.

Peningkatan Volume Pembiayaan BNPL

Menurut Direktur Utama PT Pefindo Biro Kredit (idScore) Tan Glant Saputrahadi, jumlah outstanding pembiayaan BNPL mencapai Rp48,5 triliun per Mei 2026. Pertumbuhan ini mencapai 23,72% dibandingkan bulan Mei tahun sebelumnya, dengan total fasilitas mencapai 82,3 juta unit dan ditujukan kepada 26,8 juta debitur. Angka ini menggambarkan kenaikan permintaan terhadap layanan pembiayaan fleksibel yang semakin populer di kalangan masyarakat.

“Pertumbuhan outstanding pembiayaan BNPL mencerminkan pergeseran preferensi konsumen yang lebih mengutamakan kemudahan akses keuangan,” terang Tan dalam wawancara dengan Kontan, Sabtu (11/7/2026). Ia menambahkan, rasio non performing financing (NPF) tercatat naik hingga 3,11% pada Mei 2026, yang menjadi angka tertinggi sepanjang tahun. Meski begitu, pertumbuhan ini dipandang sebagai bagian dari strategi kunci untuk memperluas pasar keuangan digital.

Distribusi Debitur dan Profil Pengguna

Dari segi distribusi debitur, kelompok usia 20–30 tahun masih mendominasi, menyumbang sekitar 40,2% dari total outstanding. Hal ini menggambarkan bahwa generasi muda menjadi penentu utama dalam penggunaan layanan BNPL. Sementara itu, sektor pekerjaan yang paling aktif mengakses pembiayaan ini adalah kelompok dengan pendapatan tidak tetap, yang mencakup 28,6% dari total debitur.

“Pertumbuhan di kalangan masyarakat usia produktif menunjukkan bahwa BNPL menjadi solusi untuk kebutuhan belanja yang terjangkau, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi,” jelas Tan. Ia menekankan bahwa strategi kunci dalam pengembangan BNPL harus mencakup peningkatan akurasi kredit dan pengelolaan risiko secara lebih baik.

Pola Konsumsi dan Teknologi

Berdasarkan data idScore, kebiasaan konsumsi masyarakat kian berubah seiring penetrasi teknologi digital. Pembiayaan BNPL tidak hanya menjadi alat belanja online, tetapi juga diintegrasikan dalam berbagai transaksi sehari-hari, seperti pembelian barang berdurasi panjang atau layanan berlangganan. Pertumbuhan ini didorong oleh percepatan adopsi platform digital, terutama di kalangan usia muda yang lebih terbiasa dengan sistem fintech.

Tan mengungkapkan, keberhasilan BNPL dalam menarik konsumen terkait dengan kemudahan pengajuan dan fleksibilitas pembayaran. Namun, untuk menjaga kualitas pembiayaan, pengelolaan debitur dan pengawasan rasio NPF harus menjadi bagian dari strategi utama perusahaan. Dengan demikian, pertumbuhan BNPL tidak hanya menjadi isu volume, tetapi juga kualitas keuangan.

Strategi Utama Pembiayaan BNPL

Kenaikan outstanding pembiayaan BNPL per Mei 2026 menunjukkan bahwa strategi utama perusahaan harus berfokus pada peningkatan kepercayaan debitur dan pengurangan risiko kredit. Tan menekankan bahwa integrasi sistem credit scoring yang lebih canggih dan pengawasan risiko secara real-time menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pembiayaan di tengah ketidakseimbangan pasar.

Dalam konteks ini, strategi kunci juga mencakup keberlanjutan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Pembiayaan BNPL yang terus tumbuh membutuhkan pendekatan yang lebih holistik, termasuk kolaborasi dengan fintech lain dan pembaruan regulasi yang mendukung inovasi keuangan. Hal ini diperlukan untuk menjaga pertumbuhan bisnis sehat dan berkelanjutan.

Peluang dan Tantangan di Tahun 2026

Meski pertumbuhan outstanding pembiayaan BNPL mencapai angka signifikan, tantangan seperti peningkatan NPF tetap menjadi fokus utama. Tan menyatakan bahwa strategi kunci perusahaan harus mengantisipasi risiko kredit di sektor yang berkembang pesat ini, terutama di tengah persaingan yang ketat antar fintech. Dengan memperkuat manajemen risiko, idScore berharap bisa menjaga kualitas pembiayaan sekaligus memperluas jangkauan layanan.

“Strategi utama kami adalah mengoptimalkan kemudahan akses keuangan tanpa mengorbankan kualitas kredit. Ini penting untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan BNPL di tahun 2026 dan seterusnya,” ujar Tan. Dengan demikian, strategi kunci dalam pengembangan BNPL tidak hanya mengandalkan volume, tetapi juga keseimbangan antara akses dan manajemen risiko.

Ikut berdiskusi