Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Keuangan

Latest Program: Bank KBMI 2 Ramai Bidik Naik Kelas ke KBMI 3, Penguatan Modal Jadi Penentu

John Johnson - pusatkabar.com 4 mins baca

kos Peningkatan Kelas ke KBMI 3, Penguatan Modal Jadi Penentu Latest Program yang tengah dijalankan oleh sejumlah bank dalam kategori KBMI 2 menuai perhatian

Latest Program: Bank KBMI 2 Ramai Bidik Naik Kelas ke KBMI 3, Penguatan Modal Jadi Penentu

Latest Program: KBMI 2 Bankos Peningkatan Kelas ke KBMI 3, Penguatan Modal Jadi Penentu

Latest Program yang tengah dijalankan oleh sejumlah bank dalam kategori KBMI 2 menuai perhatian luas karena berupaya menembus kelas KBMI 3. Upaya ini tidak hanya menyangkut peningkatan kemampuan finansial tetapi juga terkait dengan strategi transformasi bisnis untuk meningkatkan daya saing dalam industri perbankan. Salah satu bank yang menjadi sorotan adalah PT Bank KB Indonesia Tbk, yang secara terbuka menyatakan komitmen untuk bergerak menuju kelas yang lebih tinggi melalui penguatan modal dan peningkatan kapasitas operasional.

Strategi Penguatan Modal untuk Naik Kelas ke KBMI 3

Menurut Direktur Utama PT Bank KB Indonesia Tbk, Kunardy Darma Lie, modal inti konsolidasi yang saat ini mencapai Rp 7,48 triliun hingga kuartal I-2026 masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan syarat masuk KBMI 3 yang memerlukan modal inti hingga Rp 14 hingga Rp 70 triliun. Dalam latest program ini, KB Bank mengupayakan penambahan modal sebagai faktor penentu utama untuk bisa mengakses layanan keuangan yang lebih luas dan meningkatkan kemampuan dalam menyalurkan kredit korporasi.

Proses peningkatan kelas ini juga memerlukan pengembangan infrastruktur perbankan, termasuk efisiensi organisasi dan penguatan SDM. Langkah-langkah tersebut dianggap sebagai bagian dari perbaikan kualitas bisnis yang menjadi prioritas dalam latest program. “Kami berupaya mendorong pertumbuhan modal agar bisa memperkuat keberlanjutan bisnis di masa depan,” jelas Kunardy.

KBMI 3: Tantangan dan Peluang dalam Transformasi Perbankan

Dalam wawancara terpisah, Kunardy juga menyoroti pentingnya keberhasilan latest program dalam menunjukkan komitmen bank untuk berkembang. Menurutnya, naik kelas ke KBMI 3 bukan hanya tentang ukuran modal, tetapi juga tentang kemampuan operasional dan kualitas layanan. “Dengan latest program ini, kami berharap bisa menciptakan nilai tambah untuk nasabah serta pemegang saham,” terangnya.

Bank-bank dalam KBMI 2 juga berharap bisa memanfaatkan peningkatan modal untuk mengembangkan portofolio bisnis. Misalnya, KB Bank sedang berupaya memperluas penyaluran kredit ke sektor-sektor strategis, sementara Bank Mandiri Taspen fokus pada pengembangan produk pembiayaan untuk nasabah pra-pensiun. Dua bank ini menjadi contoh nyata dari effort perusahaan dalam latest program untuk mengejar peningkatan kelas.

Selain itu, penguatan modal juga menjadi kunci untuk memenuhi persyaratan kelembagaan yang lebih ketat. Dengan modal inti yang lebih besar, bank-bank dapat meningkatkan akses pendanaan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan dan instansi pemerintah. Kunardy menambahkan bahwa syarat modal inti sebesar Rp 14 triliun bisa menjadi target realistis jika arus pendanaan terus mengalir dalam latest program.

Bank Mandiri Taspen: Target KBMI 3 Tahun 2028

PT Bank Mandiri Taspen juga turut ambil bagian dalam latest program ini dengan menyatakan rencana menembus kelas KBMI 3 pada 2028. Direktur Utama Bank Mandiri Taspen, Panji Irawan, mengungkapkan bahwa upaya naik kelas ini bertujuan untuk meningkatkan layanan kepada calon pensiunan sekaligus mendukung pertumbuhan usaha jangka panjang. “Performa kami stabil, dan kami optimistis bisa mencapai KBMI 3 dalam 2028,” katanya.

Direktur Strategi Bisnis Bank Mandiri Taspen, Agus Syaiful Anwar, menegaskan bahwa peningkatan laba menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan latest program. Dengan modal inti hingga Maret 2026 mencapai Rp 9,3 triliun, bank ini berupaya mengoptimalkan kinerja keuangan untuk bisa memenuhi syarat kelas yang lebih tinggi. “Kami percaya laba yang terus meningkat akan menjadi dasar untuk menyelesaikan target KBMI 3,” ujarnya.

Allo Bank: Tidak Mengincar KBMI 3 Saat Ini

Tidak semua bank dalam KBMI 2 memiliki ambisi naik kelas ke KBMI 3. PT Allo Bank Indonesia Tbk, misalnya, menyatakan belum memprioritaskan upaya tersebut dalam latest program. Direktur Risiko, Kepatuhan, dan Hukum Allo Bank, Ganda Raharja Rusli, menjelaskan bahwa klasifikasi KBMI kini tidak lagi membatasi layanan perbankan secara spesifik. “Bank-bank Indonesia sekarang lebih fokus pada peningkatan layanan dan kemampuan operasional daripada hanya membidik kelas tertentu,” tuturnya.

Menurut Ganda, keunggulan KBMI 3 terletak pada kemampuan mengakuisisi modal dari lembaga keuangan asing serta memperluas operasional lintas batas. Meski demikian, ia menekankan bahwa penambahan modal harus tetap memperhatikan kepuasan pemegang saham. “Kami memprioritaskan keseimbangan antara pertumbuhan dan pengembalian investasi,” imbuhnya.

Latest program yang dijalankan oleh KB Bank dan Bank Mandiri Taspen menunjukkan bahwa penguatan modal adalah faktor utama dalam transformasi perbankan. Dengan target kelas KBMI 3, kedua bank ini berusaha menciptakan strategi yang lebih matang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara itu, Allo Bank tetap fokus pada perbaikan internal tanpa langsung mengejar kelas yang lebih tinggi.

Dalam jangka panjang, kenaikan kelas ke KBMI 3 diharapkan bisa meningkatkan akses ke pasar keuangan global dan menarik investor strategis. Dengan latest program yang berkelanjutan, bank-bank dalam KBMI 2 dapat memperkuat posisi mereka dalam industri perbankan yang semakin kompetitif. Selain itu, hal ini juga memberi peluang untuk mengembangkan inovasi dalam produk dan layanan, yang menjadi aspek penting dalam pertumbuhan berkelanjutan.

Ikut berdiskusi