Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Keuangan

Latest Program: Harga BBM Naik, Adira Finance Prediksi Minat Kendaraan Listrik Meningkat

Karen Williams - pusatkabar.com 3 mins baca

Harga BBM Naik, Adira Finance Prediksi Minat Kendaraan Listrik Meningkat Latest Program - Dalam Latest Program terbaru, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk

Latest Program: Harga BBM Naik, Adira Finance Prediksi Minat Kendaraan Listrik Meningkat

Harga BBM Naik, Adira Finance Prediksi Minat Kendaraan Listrik Meningkat

Latest Program – Dalam Latest Program terbaru, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) menyatakan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bisa menjadi peluang besar untuk mendorong peningkatan permintaan kendaraan listrik. Perubahan ini dianggap sebagai salah satu faktor kunci dalam mengubah kebiasaan masyarakat dalam memilih transportasi, terutama di tengah tekanan inflasi yang terus meningkat.

Kenaikan Harga BBM dan Dampak Ekonomi

Kenaikan harga BBM, khususnya premium dan solar, telah terjadi sejak awal tahun 2026. Dalam Latest Program, Adira Finance memperkirakan bahwa perubahan ini akan memengaruhi pengambilan keputusan konsumen, terutama untuk kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar konvensional. Meski biaya operasional kendaraan listrik lebih tinggi di awal, jangka panjangnya lebih ekonomis. Ini memicu harapan bahwa transisi ke kendaraan listrik akan semakin cepat.

“Kenaikan harga BBM memberikan dorongan positif untuk masyarakat mempertimbangkan opsi kendaraan listrik. Program Latest Program kami bertujuan memfasilitasi transisi ini melalui penawaran pembiayaan yang lebih strategis,” kata Sylvanus Gani, Chief Financial Officer Adira Finance, dalam wawancara dengan Kontan, Selasa (14/7/2026).

Pembiayaan Kendaraan Listrik: Tantangan dan Peluang

OJK mencatat bahwa nilai pembiayaan mobil listrik oleh industri multifinance hingga Mei 2026 mencapai Rp20,06 triliun, naik 29,16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menggambarkan bahwa sektor kendaraan listrik sedang mengalami pertumbuhan, meski masih terbatas. Sebagian besar pembiayaan mengalir ke kendaraan hybrid, dengan total Rp11,74 triliun, yang menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih opsi campuran.

Dari sisi konsumen, keputusan beralih ke kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada harga bahan bakar, tetapi juga berbagai elemen lain seperti biaya kendaraan, akses ke infrastruktur pengisian, program insentif pemerintah, serta kualitas layanan purna jual. Dalam Latest Program, Adira Finance mengakui bahwa faktor-faktor ini tetap menjadi penentu utama dalam meningkatkan daya tarik kendaraan listrik.

“Kami melihat kendaraan listrik sebagai segmen dengan potensi pertumbuhan signifikan di masa depan,” ujar Gani. “Namun, pertumbuhan ini diharapkan berlangsung secara bertahap, seiring perluasan ekosistem kendaraan listrik.”

Strategi Adira Finance untuk Membangun Pasar Listrik

Adira Finance sedang menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memperkuat posisi dalam Latest Program pembiayaan kendaraan listrik. Perusahaan berencana memperluas kerja sama dengan dealer dan agen pemegang merek (ATPM) guna menjangkau lebih banyak konsumen. Selain itu, Adira juga mengembangkan skema pembiayaan yang menarik, termasuk penyesuaian bunga dan durasi pinjaman sesuai kebutuhan pasar.

Kepastian nilai tukar kendaraan listrik di pasar sekunder juga menjadi perhatian. Dalam Latest Program, Adira Finance menekankan pentingnya manajemen risiko yang terstruktur, termasuk proses underwriting yang ketat untuk memastikan stabilitas investasi. Hal ini dirasa penting untuk menghadapi volatilitas pasar yang dipengaruhi oleh perubahan harga BBM.

Adira Finance juga berkomitmen mengoptimalkan layanan purna jual. Dalam Latest Program ini, perusahaan menawarkan dukungan teknis dan pengelolaan klaim yang lebih cepat, serta fasilitas pengisian daya yang lebih mudah diakses. Langkah-langkah ini dirancang untuk mengurangi kekhawatiran masyarakat terhadap keandalan kendaraan listrik.

Persaingan dan Proyeksi Pertumbuhan

Meski kenaikan harga BBM membuka peluang, pasar kendaraan listrik di Indonesia masih menghadapi tantangan. Ketersediaan infrastruktur pengisian yang belum merata, serta tingginya biaya awal kendaraan listrik, masih menjadi hambatan. Namun, dalam Latest Program, Adira Finance percaya bahwa kebijakan pemerintah yang semakin mendukung, seperti insentif pajak dan subsidi, akan mempercepat transisi ke kendaraan listrik.

Proyeksi Adira Finance menunjukkan bahwa minat terhadap kendaraan listrik akan meningkat seiring peningkatan kesadaran lingkungan dan kebutuhan ekonomi masyarakat. Dalam Latest Program, perusahaan mencatat bahwa penyaluran pembiayaan mobil listrik hingga Juni 2026 mencapai sekitar Rp326 miliar. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan, meski masih jauh dari dominasi sektor kendaraan konvensional.

“Kami yakin Latest Program ini akan menjadi batu loncatan bagi Adira Finance dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih luas,” tambah Gani. “Ini adalah bagian dari upaya kami untuk menyelaraskan kebutuhan konsumen dengan inovasi yang relevan.”

Dengan menggabungkan faktor ekonomi, kebijakan pemerintah, dan peningkatan kesadaran lingkungan, Latest Program Adira Finance diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik. Perusahaan juga memperkirakan bahwa pelaku industri otomotif akan terus beradaptasi dengan tren ini, sehingga menciptakan pasar yang lebih sehat dan berkelanjutan. Keberhasilan Latest Program ini akan menjadi indikator penting dalam transisi menuju transportasi ramah lingkungan di Indonesia.

Ikut berdiskusi