Skip to content
Fresh Desk
Juni 28, 2026
Keuangan

Latest Program: Jasindo Perkuat Kemitraan Manajemen Risiko

Karen Brown 3 mins baca

Jasindo Perkuat Kemitraan Manajemen Risiko Latest Program - Dalam rangka menghadapi dinamika pasar yang semakin kompleks, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo)

Latest Program: Jasindo Perkuat Kemitraan Manajemen Risiko

Jasindo Perkuat Kemitraan Manajemen Risiko

Latest Program – Dalam rangka menghadapi dinamika pasar yang semakin kompleks, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mengumumkan program terbaru berupa Risk Management Partnership (RMP) sebagai bagian dari latest program perusahaan untuk mendorong transformasi manajemen risiko dalam industri asuransi umum di Indonesia. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Jasindo sebagai penyedia layanan asuransi, tetapi juga mengubah cara perusahaan bersaing dalam meningkatkan kualitas perlindungan bagi pelanggan.

Strategi Pergeseran Peran dalam Manajemen Risiko

Program RMP yang dicanangkan Jasindo menunjukkan pergeseran peran perusahaan dari sekadar penjamin keuntungan menjadi mitra strategis dalam mengelola risiko. Latest program ini fokus pada pendekatan holistik, yaitu membantu tertanggung dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mengurangi ancaman potensial sejak awal. Dengan demikian, Jasindo tidak hanya memperkuat sistem klaim, tetapi juga meningkatkan daya tahan bisnis dan kompetitivitas sektor yang diproteksi.

Menurut Brellian Gema Widayana, wakil direktur Jasindo, pendekatan RMP bertujuan menghadirkan solusi yang lebih terencana untuk mengatasi risiko yang berkembang. “Dengan latest program ini, kami menawarkan perlindungan melalui polis, tetapi juga memastikan klien terlatih dalam antisipasi ancaman, sehingga kerugian bisa diminimalkan,” katanya dalam pernyataan terbaru, Sabtu (27/6/2026). Ia menekankan bahwa RMP bukan sekadar peningkatan layanan, melainkan transformasi cara berpikir dalam mengelola risiko secara bersama.

Pengembangan Sebagai Mitra Berbasis Pengetahuan

Pendekatan RMP berdampak signifikan pada pengembangan berbagai sektor utama nasional, termasuk industri, manufaktur, infrastruktur, logistik, serta pariwisata. Latest program ini memberikan dukungan strategis bagi pertumbuhan ekonomi dengan memastikan industri-industri kritis memiliki perlindungan yang lebih lengkap dan terarah. Misalnya, dalam sektor infrastruktur, Jasindo berperan dalam mengurangi risiko kegagalan proyek besar, sementara di manufaktur, perusahaan turut serta dalam desain sistem mitigasi kerusakan produk.

Untuk mewujudkan latest program ini, Jasindo terus memperkuat kompetensinya melalui pengembangan tim berpengetahuan lintas fungsi. Tim RMP diberi kewenangan untuk menangani klaim besar secara optimal, serta terlibat dalam penguasaan risiko sebelum terjadi kerugian. Selain itu, perusahaan menata ulang proses operasionalnya agar lebih responsif, transparan, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.

Komitmen pada Penguatan Ekosistem Asuransi

Latest program Jasindo juga menjadi bagian dari upaya konsolidasi BUMN asuransi yang diketuai oleh Danantara Indonesia. Sebagai bagian dari Infrastruktur dan Finansial Group (IFG), perusahaan menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem asuransi nasional yang lebih kuat dan inovatif. “Komitmen kami pada RMP memastikan perusahaan tetap menjadi pionir dalam peningkatan kapabilitas bisnis, layanan, dan manajemen risiko,” tambah Brellian.

Manajemen risiko yang lebih baik juga diharapkan memberikan dampak jangka panjang. Dengan latest program ini, Jasindo berupaya memperkuat prinsip Good Corporate Governance (GCG) melalui pengendalian internal yang lebih ketat dan proses bisnis yang hati-hati. Langkah ini sejalan dengan kebutuhan regulator dan pemangku kepentingan untuk menjamin keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

Komitmen terhadap latest program RMP juga mencakup pengembangan teknologi dan data-driven approach untuk meningkatkan efisiensi. Dengan menerapkan sistem analisis risiko berbasis data, Jasindo memastikan keputusan manajemen risiko lebih akurat dan berdampak langsung pada pengurangan kerugian. Hal ini menjadi langkah penting dalam merespons tantangan global dan domestik yang memengaruhi stabilitas sektor keuangan.

Ikut berdiskusi