Skip to content
Fresh Desk
Juni 22, 2026
Keuangan

Latest Program: KrediOne Salurkan Pendanaan Rp 17,6 Triliun hingga Mei 2026

Matthew Moore 4 mins baca

KrediOne Salurkan Pendanaan Rp 17,6 Triliun hingga Mei 2026 Latest Program - Dalam rangka mendorong akselerasi ekonomi digital di Indonesia, Latest Program

Latest Program: KrediOne Salurkan Pendanaan Rp 17,6 Triliun hingga Mei 2026

KrediOne Salurkan Pendanaan Rp 17,6 Triliun hingga Mei 2026

Latest Program – Dalam rangka mendorong akselerasi ekonomi digital di Indonesia, Latest Program yang digagas oleh KrediOne berperan penting dalam memberikan akses pendanaan ke berbagai segmen masyarakat. Sejak berdiri pada 2019 hingga Mei 2026, total pendanaan yang telah disalurkan oleh platform pendanaan ini mencapai Rp 17,6 triliun. Angka ini menunjukkan tingkat kepercayaan yang meningkat terhadap solusi pembiayaan digital, serta kontribusi signifikan industri fintech pendanaan bersama (Pindar) dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan dinamis. Latest Program tidak hanya menjadi alat untuk mendukung UMKM, tetapi juga menjadi jembatan bagi masyarakat yang belum terakses oleh sistem keuangan tradisional.

Strategi Peningkatan Akses Keuangan Digital

Program Latest Program KrediOne didesain untuk menjawab kebutuhan akan akses keuangan yang lebih luas, terutama di daerah-daerah dengan infrastruktur keuangan yang kurang memadai. Direktur Utama KrediOne dan Ketua Bidang Humas AFPI, Kuseryansyah, menjelaskan bahwa strategi ini berfokus pada kecepatan pengajuan dana, transparansi proses, dan kemudahan penggunaan teknologi. “Melalui Latest Program, kami berupaya memperluas jangkauan pendanaan digital agar lebih banyak pelaku usaha dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi,” ujar Kuseryansyah dalam wawancara eksklusif, Selasa (20/6).

Dalam praktiknya, Latest Program KrediOne melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan, mitra teknologi, dan komunitas lokal. Dengan pendekatan ini, platform pendanaan mampu mengoptimalkan distribusi dana ke sektor-sektor yang paling membutuhkan, seperti pertanian, UMKM, dan layanan kesehatan. Peningkatan jumlah penyaluran pendanaan ini juga terkait dengan tren digitalisasi yang semakin cepat, di mana masyarakat lebih memilih layanan yang dapat diakses secara online tanpa batasan waktu dan ruang.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ekosistem yang Kuat

Kuseryansyah menegaskan bahwa Latest Program tidak mungkin berjalan optimal tanpa dukungan ekosistem yang solid. Menurutnya, peran regulator, perguruan tinggi, dan lembaga keuangan lainnya sangat vital dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan industri fintech. “Kolaborasi antar sektor ini akan memastikan Latest Program tidak hanya menjadi inisiatif pendanaan, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi keuangan nasional yang berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam konteks ini, KrediOne aktif berpartisipasi dalam diskusi nasional tentang kebijakan pendanaan digital. Program ini juga menjadi contoh nyata bagaimana teknologi bisa digunakan untuk memperluas peluang ekonomi, khususnya di wilayah seperti Jambi yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Kuseryansyah menyoroti bahwa Latest Program KrediOne dirancang untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam ekonomi digital, sekaligus meningkatkan literasi keuangan melalui edukasi berkelanjutan.

Potensi Jambi sebagai Sentral Ekonomi Digital

Jambi menjadi salah satu daerah yang secara aktif mendukung keberlanjutan Latest Program KrediOne. Wilayah ini memiliki basis UMKM yang besar dan semangat kewirausahaan generasi muda yang semakin berkembang. Dengan jumlah pengguna internet yang terus meningkat, Jambi memiliki potensi untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital di Sumatera. “Dukungan pemerintah setempat, serta partisipasi masyarakat dalam Latest Program, membuka jalan bagi transformasi keuangan yang lebih inklusif,” kata Kuseryansyah.

KrediOne juga menjalin kerja sama dengan universitas lokal, termasuk Universitas Jambi, untuk mengintegrasikan pengetahuan keuangan digital ke dalam kurikulum pendidikan. Program ini memberikan pelatihan dan sertifikasi bagi mahasiswa serta profesional muda agar siap memasuki sektor fintech. “Dengan Latest Program, kami ingin membentuk generasi yang lebih berwawasan mengenai risiko dan manfaat pembiayaan digital,” jelas Kuseryansyah. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi keuangan di tingkat masyarakat luas.

Peran Literasi Keuangan dalam Stabilitas Ekonomi

Dalam menjalankan Latest Program, KrediOne juga menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai dasar bagi penggunaan pendanaan digital yang bijak. Menurut data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, literasi keuangan Indonesia mencapai 66,46%, sementara inklusi keuangan mencapai 80,51%. Meski angka ini menunjukkan kemajuan, Kuseryansyah menyatakan bahwa literasi yang lebih tinggi diperlukan agar masyarakat tidak hanya mengakses layanan digital, tetapi juga memahami cara menggunakan dana secara efektif.

“Literasi keuangan yang kuat adalah benteng melawan kegiatan ilegal seperti pinjaman online palsu, investasi scam, hingga penipuan digital,” ujarnya. “Dengan Latest Program, kita mencoba mengubah pola pikir masyarakat agar lebih waspada dan paham risiko di sektor pembiayaan.”

Kelengkapan literasi keuangan ini dianggap krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi, terutama di tengah kenaikan jumlah transaksi digital yang pesat. KrediOne terus berupaya menggandeng berbagai pihak untuk menyediakan materi edukasi dan pelatihan secara rutin, baik melalui media digital maupun acara lokal. Dengan kombinasi program Latest Program dan edukasi keuangan, harapan besar diungkapkan bahwa Indonesia dapat mencapai tingkat inklusi keuangan yang lebih baik dalam beberapa tahun mendatang.

Ikut berdiskusi