Skip to content
Fresh Desk
Juli 15, 2026
Keuangan

New Policy: PT SMI Salurkan Pembiayaan ke Pemkab Gianyar dan Klungkung Senilai Rp 175,84 Miliar

Matthew Moore 3 mins baca

PT SMI Terapkan New Policy dengan Pembiayaan Rp 175,84 Miliar ke Gianyar dan Klungkung New Policy - Dalam rangka mengakselerasi pembangunan daerah, PT Sarana

New Policy: PT SMI Salurkan Pembiayaan ke Pemkab Gianyar dan Klungkung Senilai Rp 175,84 Miliar

PT SMI Terapkan New Policy dengan Pembiayaan Rp 175,84 Miliar ke Gianyar dan Klungkung

New Policy – Dalam rangka mengakselerasi pembangunan daerah, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI meluncurkan kebijakan baru (New Policy) yang memberikan pembiayaan sebesar Rp 175,84 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar dan Klungkung di Bali. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanan publik melalui pendanaan yang lebih fleksibel serta efisien dalam pemanfaatan sumber daya lokal.

Kemitraan Fleksibel dan Inovasi Pembiayaan

Kebijakan New Policy PT SMI dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik setiap daerah, menjadikannya sebagai solusi yang lebih adaptif dibandingkan model pembiayaan tradisional. Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, menekankan bahwa program ini tidak hanya menambahkan aset fisik, tetapi juga memperkuat komitmen perusahaan dalam memastikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. “New Policy ini memungkinkan pemkab Gianyar dan Klungkung mengoptimalkan penggunaan dana untuk proyek yang memiliki nilai tambah sosial dan ekonomi,” jelasnya dalam pernyataan resmi, Selasa (14/7/2026).

“Dengan pendekatan New Policy, kami dapat mempercepat realisasi proyek strategis yang sebelumnya mengalami hambatan dalam pencaharian dana,” tambah Faaris.

Proyek Prioritas di Klungkung dan Gianyar

Pembiayaan kepada Pemkab Klungkung mencapai Rp 68,6 miliar, yang akan digunakan untuk pembangunan jalan, peningkatan kualitas fasilitas kesehatan, penataan permukiman, dan penunjang sektor pariwisata. Proyek ini diperkirakan menciptakan 367 peluang kerja baru, dengan sebagian besar bahan baku berasal dari dalam negeri. Sementara itu, Gianyar mendapatkan dana Rp 107,24 miliar untuk memperbaiki 131 sekolah di tujuh kecamatan, termasuk renovasi gedung sekolah dan penambahan fasilitas seperti perpustakaan serta laboratorium komputer.

“New Policy PT SMI menjadi bagian kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan, yang berdampak langsung pada kinerja siswa dan guru,” ujar Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra.

Manfaat Jangka Panjang dari Kebijakan Baru

Dana pembiayaan yang disalurkan melalui New Policy diharapkan tidak hanya memperkuat infrastruktur fisik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Fokus pada kemitraan lokal memastikan penyerapan tenaga kerja dan penggunaan bahan baku dalam negeri, sejalan dengan upaya pemerintah untuk membangun ekonomi yang berkelanjutan. Selain itu, skema ini juga memungkinkan pengelolaan dana yang lebih transparan, dengan mekanisme evaluasi berkala yang menyesuaikan progres proyek.

“Kebijakan baru ini membuka jalan bagi inovasi dalam pengelolaan dana daerah, sehingga lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Bupati Klungkung I Made Satria.

Pengembangan Sektor Strategis Melalui New Policy

PT SMI tidak hanya menyalurkan dana ke Gianyar dan Klungkung, tetapi juga menjalin kemitraan dengan beberapa kabupaten lain seperti Karangasem, Tabanan, Bangli, dan Badung. Total komitmen pembiayaan hingga Mei 2026 mencapai Rp 37,41 triliun, dengan dana yang belum terbayar mencapai Rp 14,03 triliun. Kebijakan New Policy ini didasari oleh kebutuhan daerah untuk menghadapi tantangan pembangunan yang semakin dinamis.

Perspektif Jangka Panjang dan Target Selanjutnya

Pendekatan New Policy PT SMI mencerminkan pergeseran strategi dari sekadar penyediaan dana ke arah pendampingan yang lebih intensif. Dengan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, perusahaan berharap dapat mendorong pemanfaatan dana yang optimal dan memastikan keberlanjutan proyek. Faaris Pranawa menegaskan bahwa kebijakan ini juga akan menjadi referensi untuk kebijakan pembiayaan daerah lainnya di Indonesia.

“New Policy ini adalah langkah awal dalam mengembangkan model pembiayaan yang lebih inklusif dan berdampak nyata di tingkat masyarakat,” pungkas Faaris.

Ikut berdiskusi