Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Bandara Kertajati Siap Punya Fasilitas MRO Pesawat, Istana Targetkan Operasi 2026

Sandra Brown - pusatkabar.com 3 mins baca

Pemerintah pusat telah menetapkan rencana strategis untuk mengaktifkan fasilitas maintenance, repair, dan overhaul (MRO) di Bandara Internasional Jawa Barat

Bandara Kertajati Siap Punya Fasilitas MRO Pesawat, Istana Targetkan Operasi 2026

Bandara Kertajati Siap Punya Fasilitas MRO, Operasi Ditargetkan 2026

Pusatkabar.com – Pemerintah pusat telah menetapkan rencana strategis untuk mengaktifkan fasilitas maintenance, repair, dan overhaul (MRO) di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Dengan target operasional pada tahun 2026, langkah ini merupakan bagian dari upaya maksimalisasi aset infrastruktur transportasi udara yang telah lama dibangun. Proses pengalihan pengelolaan aset dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke tingkat pusat sedang berjalan untuk memastikan transisi yang lancar.

Optimalisasi Aset dan Pengembangan MRO

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemanfaatan Bandara Kertajati. Fasilitas MRO yang akan dibangun diharapkan dapat menjadi pusat perawatan pesawat komersial dan militer, sekaligus memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi wilayah Jawa Barat. Pengembangan ini juga sejalan dengan rencana menjadikan Kertajati sebagai embarkasi haji nasional.

“Kita menginginkan proses yang secepat mungkin, namun semua memerlukan tahapan karena adanya pengalihan aset dari Pemprov Jawa Barat ke pemerintah pusat,” jelas Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu, 22 Juli 2026.

Menurut Menes, pengembangan fasilitas MRO merupakan salah satu skenario strategis untuk mengoptimalkan fungsi Bandara Kertajati. Bandara yang terletak di Kabupaten Majalengka ini tidak hanya akan melayani penerbangan, tetapi juga menjadi pusat layanan perawatan pesawat yang dapat menarik investasi dari berbagai sektor industri.

“Kertajati yang telah dibangun harus bisa berfungsi secara optimal. Selain sebagai embarkasi haji, fasilitas MRO pesawat juga menjadi prioritas. Bagaimana aset yang sudah ada dapat memberikan manfaat yang lebih maksimal bagi masyarakat dan ekonomi nasional,” tambahnya.

Prasetyo meyakini bahwa optimalisasi Bandara Kertajati akan menciptakan efek berganda atau multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Lokasi bandara yang strategis dengan kawasan yang luas memungkinkan pengembangan berbagai fungsi, tidak terbatas pada sektor pertahanan saja. Hal ini membuka peluang bagi sektor swasta untuk terlibat dalam pengembangan kawasan bandara.

“Fungsi Kertajati tidak hanya untuk Kementerian Pertahanan, karena memang telah direncanakan memiliki berbagai peran strategis lainnya,” ujarnya.

Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara

Sementara itu, perkembangan lain yang berkaitan dengan infrastruktur penerbangan di Jawa Barat adalah reaktivasi Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, memastikan bahwa bandara ini akan kembali melayani penerbangan komersial domestik mulai September 2026. Langkah ini diambil untuk mendistribusikan lalu lintas penerbangan dan mengurangi beban pada Bandara Kertajati.

Dudy menjelaskan bahwa pembagian rute penerbangan akan dilakukan secara sistematis. Penerbangan domestik akan dilayani melalui Bandara Husein Sastranegara, sementara penerbangan internasional tetap terpusat di Bandara Kertajati. Pembagian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional kedua bandara sekaligus memberikan kemudahan bagi penumpang.

“Mulai September, penerbangan domestik akan kembali melalui Husein Sastranegara,” ungkap Dudy Purwagandhi saat ditemui di Kementerian UMKM pada Selasa, 21 Juli 2026.

Kementerian Perhubungan saat ini sedang menyiapkan berbagai sarana dan prasarana yang diperlukan sebelum Bandara Husein Sastranegara beroperasi kembali. Pekerjaan yang sedang dilakukan mencakup perbaikan landasan pacu dan pemugaran fasilitas bandara yang telah lama tidak digunakan. Untuk penerbangan internasional, pemerintah tetap mengandalkan Bandara Kertajati sebagai pintu gerbang utama di Jawa Barat.

Dengan berbagai pengembangan yang sedang berjalan, Bandara Kertajati Siap Punya Fasilitas MRO Pesawat yang modern dan terintegrasi. Target operasi pada tahun 2026 menjadi momen penting dalam sejarah pengembangan infrastruktur penerbangan nasional. Kehadiran fasilitas MRO diharapkan dapat menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing Jawa Barat sebagai pusat penerbangan regional.

Ikut berdiskusi