BPS: Mayoritas Jumlah Penumpang Moda Transportasi Turun pada Mei 2026
BPS: Mayoritas Jumlah Penumpang Moda Transportasi Turun pada Mei 2026 BPS - Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh BPS – Badan Pusat Statistik (BPS)
BPS: Mayoritas Jumlah Penumpang Moda Transportasi Turun pada Mei 2026
BPS – Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh BPS – Badan Pusat Statistik (BPS) – terungkap bahwa tren penurunan jumlah penumpang di hampir semua jenis moda transportasi terus terjadi pada bulan Mei 2026. Situasi ini menjadi sorotan karena mencerminkan perubahan pola mobilitas masyarakat setelah periode sebelumnya yang terpengaruh oleh faktor-faktor ekonomi dan sosial. Meski hanya angkutan udara internasional yang mencatatkan peningkatan, BPS tetap menekankan bahwa dinamika ini perlu dipahami dalam konteks kebijakan transportasi nasional dan proyeksi pertumbuhan ekonomi.
Analisis Tren Penurunan Penumpang
Menurut data yang dikeluarkan oleh BPS, penurunan jumlah penumpang tidak hanya terjadi secara bulanan tetapi juga berdampak signifikan pada keberlanjutan industri transportasi. Angka ini mengisyaratkan bahwa mobilitas masyarakat pada Mei 2026 lebih rendah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, terutama dalam sektor angkutan darat dan laut. Namun, perubahan positif di angkutan udara internasional menunjukkan adanya kemungkinan rebound di tengah situasi ekonomi yang mulai stabil.
“Secara tahunan, sebagian besar moda transportasi mengalami peningkatan. Hanya moda angkutan udara domestik dan angkutan udara internasional yang mengalami penurunan, masing-masing menurun 9,22% dan 6,41%,” ujar Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, dalam konferensi pers, Selasa (1/7/2026).
Menurut BPS, penurunan ini tidak hanya bersifat sementara tetapi juga mencerminkan pergeseran pola konsumsi dan aktivitas transportasi masyarakat. Angka-angka yang diberikan dalam laporan ini menggambarkan perbandingan antara data bulanan Mei 2026 dan periode sama tahun sebelumnya, serta mengungkap perbedaan yang signifikan di berbagai sektor. Dengan jumlah penumpang yang berkurang, BPS menyoroti perlunya evaluasi lebih lanjut terhadap strategi pengembangan transportasi nasional.
Perbandingan Moda Transportasi Utama
Dalam analisis BPS, angkutan udara domestik menjadi salah satu moda yang paling terpengaruh dengan penurunan sebesar 10,11% secara bulanan, hingga mencapai 4,11 juta penumpang. Angka ini turun dibandingkan bulan Mei 2025, yang menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan penerbangan dalam negeri masih mengalami tekanan. Sementara itu, angkutan laut domestik juga mengalami penurunan 8,23% bulanan, tetapi tumbuh 6,45% secara tahunan, menunjukkan bahwa sektor ini belum sepenuhnya stagnan.
Angkutan kereta api mencatatkan penumpang sebanyak 46,96 juta orang, turun 2,73% dibandingkan bulan Mei 2025. Meski angka ini menurun, pertumbuhan tahunan sebesar 4,17% menunjukkan bahwa sektor ini masih memiliki potensi untuk pulih. Di sisi lain, angkutan penyeberangan atau ASDP mengumpulkan 4,51 juta penumpang, turun 3,88% secara bulanan, tetapi tumbuh 16,66% tahunan. Perbedaan ini mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kondisi cuaca, kebijakan tarif, atau kebutuhan masyarakat terhadap layanan darat.
Analisis BPS juga menunjukkan bahwa tren penurunan penumpang mengalami perbedaan tergantung pada jenis moda. Dalam jangka pendek, sektor transportasi darat dan laut mengalami tekanan, sementara angkutan udara internasional menunjukkan pertumbuhan karena meningkatnya aktivitas perjalanan internasional. Hal ini berdampak pada keseimbangan sektor-sektor transportasi dan perlu dipantau secara berkala oleh pihak terkait.
Menurut BPS, penurunan jumlah penumpang tidak bisa dipisahkan dari dinamika ekonomi nasional. Dengan adanya pengurangan aktivitas ekonomi, permintaan terhadap transportasi juga mengalami penurunan. Namun, pada sisi lain, angkutan udara internasional tetap menjadi pendorong utama, karena kebutuhan masyarakat untuk bepergian ke luar negeri tidak sepenuhnya hilang. Faktor ini menunjukkan bahwa pergeseran dalam pola transportasi adalah respons terhadap kondisi makroekonomi yang sedang berubah.
Terlepas dari penurunan bulanan, BPS mencatat bahwa beberapa moda transportasi masih menunjukkan pertumbuhan tahunan. Hal ini memberikan harapan bahwa sektor transportasi nasional masih memiliki kemampuan untuk pulih dalam waktu dekat. Kebutuhan untuk menganalisis data lebih lanjut, termasuk data regional dan faktor-faktor pendorong spesifik, menjadi penting agar kebijakan transportasi bisa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang berubah.
