Skip to content
Fresh Desk
Juni 23, 2026
Nasional

Key Discussion: Soal Kompensasi Pemadaman Listrik, Bahlil: Tanya ke PLN

Joseph Gonzalez 3 mins baca

Key Discussion: Soal Kompensasi Pemadaman Listrik, Bahlil: Tanya ke PLN Key Discussion - Dalam Key Discussion terkini seputar pemadaman listrik yang terjadi

Key Discussion: Soal Kompensasi Pemadaman Listrik, Bahlil: Tanya ke PLN

Key Discussion: Soal Kompensasi Pemadaman Listrik, Bahlil: Tanya ke PLN

Key Discussion – Dalam Key Discussion terkini seputar pemadaman listrik yang terjadi beberapa waktu lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyerahkan mekanisme kompensasi kerugian akibat gangguan pasokan listrik kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Dalam Key Discussion yang digelar di Istana Negara, Senin (22/6/2026), Bahlil menekankan bahwa urusan teknis pelayanan listrik, termasuk penyelesaian klaim kompensasi, berada dalam tanggung jawab PLN sebagai operator jaringan. Hal ini mengisyaratkan bahwa pemerintah lebih fokus pada pengawasan dan kebijakan makro, sementara PLN diharapkan menjadi pelaku utama dalam menyelesaikan masalah operasional.

Kompetensi PLN dalam Penanganan Kompensasi

Dalam Key Discussion yang sama, Bahlil menjelaskan bahwa penggunaan tenaga listrik oleh masyarakat harus didukung oleh PLN melalui mekanisme yang transparan. “Soal kompensasi, itu urusan PLN,” tegasnya saat diwawancara. Ia menambahkan bahwa PLN memiliki data dan kemampuan teknis untuk menilai seberapa besar kerugian yang dialami pelanggan, terutama akibat pemadaman listrik yang terjadi dalam skala besar. Menurut Bahlil, kompensasi tersebut akan didasarkan pada kebijakan yang telah disepakati bersama pihak terkait.

Bahlil juga menggarisbawahi bahwa Key Discussion mengenai stabilitas pasokan energi telah menjadi fokus utama pemerintah dalam beberapa bulan terakhir. Dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto dan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, pihaknya telah mengidentifikasi tiga isu utama yang menjadi kendala dalam penyediaan tenaga listrik. Isu-isu tersebut, kata Bahlil, menuntut solusi yang lebih cepat dan koordinasi yang lebih baik antar instansi.

Pemadaman Listrik dan Isu Pasokan Batubara

Key Discussion yang dilakukan di Istana Negara mengungkapkan bahwa PLN menghadapi tantangan signifikan dalam menyediakan pasokan batubara yang memenuhi standar kalori tinggi. Bahlil menyebutkan bahwa konsumsi batubara PLN setiap tahun mencapai 154 juta ton, sementara Kementerian ESDM memberi target sebanyak 180 juta hingga 190 juta ton. Dari total tersebut, PLN baru berhasil memenuhi 134 juta ton hingga bulan ke-6, menunjukkan adanya kekurangan dalam keandalan pasokan.

“Soal kompensasi, itu urusan PLN,” ulang Bahlil dalam Key Discussion, sambil menjelaskan bahwa keterlambatan pengisian batubara berdampak pada operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). PLN, menurutnya, meminta penyesuaian terkait blending batubara yang saat ini menjadi fokus utama. Bahlil menegaskan bahwa pemerintah telah membantu PLN mengatasi kendala pasokan, tetapi ia masih mendorong perusahaan untuk meningkatkan keandalan sistem melalui perawatan rutin.

Menurut Bahlil, Key Discussion ini juga mencakup diskusi tentang strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada batubara. Ia menyoroti bahwa penggunaan batubara dengan kalori medium untuk blending justru menjadi hambatan utama dalam upaya mencapai target pasokan energi. “Masalah kalori medium memaksa PLN melakukan penyesuaian, karena penggunaan batubara kalori tinggi lebih efisien dalam produksi listrik,” jelas Bahlil.

Di sisi lain, Key Discussion menyoroti pentingnya respons cepat dari PLN dalam mengatasi pemadaman listrik. Dalam rapat, Dirut PLN menyampaikan bahwa gangguan pada pembangkit listrik sudah mulai teratasi. Meski Bahlil tidak mengingat secara detail nama-nama PLTU yang bermasalah, ia percaya bahwa PLN telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan keandalan jaringan. “PLN sendiri yang mengetahui teknis operasional, jadi soal kompensasi harus dibahas langsung dengan mereka,” pungkasnya.

Key Discussion ini juga menyoroti kebutuhan masyarakat akan pasokan listrik yang stabil, terutama di tengah peningkatan permintaan energi akibat pertumbuhan ekonomi. Bahlil menekankan bahwa pemerintah akan terus memantau progres penyelesaian masalah melalui rapat rutin dengan PLN. Ia berharap, dengan penyesuaian mekanisme kompensasi dan peningkatan pasokan batubara, gangguan listrik bisa diminimalkan, sehingga pelayanan energi tetap menjadi prioritas utama dalam Key Discussion terkini.

Ikut berdiskusi