Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Key Strategy: IMD Beri Peringatan! Daya Saing Tak Bisa Hanya Andalkan Infrastruktur

Barbara Davis - pusatkabar.com 3 mins baca

Key Strategy: IMD Ingatkan Daya Saing Tidak Cukup Andalkan Infrastruktur Indonesia Masih Berada di Peringkat 48 dalam Laporan WCR 2026 Key Strategy - Dalam

Key Strategy: IMD Beri Peringatan! Daya Saing Tak Bisa Hanya Andalkan Infrastruktur

Key Strategy: IMD Ingatkan Daya Saing Tidak Cukup Andalkan Infrastruktur

Indonesia Masih Berada di Peringkat 48 dalam Laporan WCR 2026

Key Strategy – Dalam laporan World Competitiveness Ranking (WCR) 2026, International Institute for Management Development (IMD) memberikan peringatan penting bahwa daya saing sebuah negara tidak bisa hanya bergantung pada pengembangan infrastruktur. Meski Indonesia terus memperbaiki fasilitas fisik seperti jalan raya, pelabuhan, dan bandara, penulis laporan menekankan bahwa elemen kelembagaan dan sistem hukum menjadi kunci utama untuk memastikan daya saing yang lebih kuat. Key Strategy yang diterapkan pemerintah, terutama dalam hilirisasi sumber daya alam dan industrialisasi, harus diimbangi dengan penguatan kepastian hukum serta koherensi kebijakan.

Pengaruh Kebutuhan Global pada Daya Saing Negara

IMD menyoroti bahwa dalam era globalisasi yang semakin dinamis, daya saing suatu negara ditentukan oleh kemampuan adaptasi terhadap perubahan ekonomi dan geopolitik. Faktor-faktor seperti ketahanan ekonomi, inovasi teknologi, dan kestabilan institusi menjadi penentu utama, bukan hanya kualitas infrastruktur. Indonesia yang berada di peringkat 48, tertinggal jauh dari China (peringkat 12) dan Malaysia (peringkat 15), perlu memahami bahwa keberhasilan ekonomi bergantung pada strategi yang holistik, termasuk peningkatan efisiensi birokrasi dan kepercayaan investor.

“Daya saing modern membutuhkan sistem kelembagaan yang kuat dan responsif. Supremasi hukum harus menjadi fondasi utama, bukan sekadar pilar tradisional,” ujar Arturo Bris, Direktur World Competitiveness Center (WCC) IMD, dalam laporan WCR 2026, Rabu (24/6).

Peran Legal Certainty dalam Meningkatkan Kepercayaan Investor

Kepastian hukum menjadi faktor kritis dalam menarik investasi asing, terutama dalam konteks Key Strategy yang menekankan pada hilirisasi dan industrialisasi. Bris menegaskan bahwa kelembagaan yang stabil memungkinkan pelaku usaha merasa aman dalam berinvestasi jangka panjang, karena menjamin hak kepemilikan dan mengurangi risiko intervensi yang tidak terduga. Dalam situasi ekonomi global yang kacau, seperti krisis pangan atau perubahan pola perdagangan, kepercayaan pada sistem hukum menjadi jaminan utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pengembangan Infrastruktur Tidak Cukup Menjamin Kompetitivitas

Sementara infrastruktur tetap menjadi dasar penting, laporan IMD mengingatkan bahwa keberhasilan kompetitivitas bergantung pada faktor-faktor non-fisik. Misalnya, efisiensi birokrasi, kualitas pendidikan, dan kemampuan memanfaatkan teknologi digital. Meski kawasan industri dan pusat data menjadi bagian dari Key Strategy pemerintah, mereka tidak akan memperkuat daya saing jika sistem hukum tidak mengakomodasi kebutuhan bisnis secara konsisten.

Kebutuhan Penguatan Institusi dalam Strategi Pembangunan

IMD menekankan bahwa pemerintah harus fokus pada penguatan kelembagaan, terutama dalam menjaga kestabilan hukum dan kebijakan. Peningkatan kredibilitas lembaga negara, seperti Kementerian Perdagangan dan Badan Pemeriksa Keuangan, akan memastikan kepercayaan investor terhadap langkah-langkah Key Strategy yang diambil. Dalam laporan tersebut, dianalisis bahwa Indonesia perlu memperbaiki koordinasi antarinstansi serta meningkatkan transparansi regulasi untuk menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kondusif.

Langkah-Langkah untuk Mewujudkan Key Strategy yang Berkelanjutan

Menurut laporan WCR 2026, Indonesia perlu mengadopsi Key Strategy yang lebih holistik, yang melibatkan kolaborasi antara sektor publik dan swasta. Fokus pada hilirisasi dan industrialisasi harus diiringi dengan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia, inovasi, serta penerapan standar internasional dalam kelembagaan. Selain itu, pemerintah harus memperkuat peran lembaga independen dalam menjamin transparansi dan akuntabilitas kebijakan, karena hal ini akan meningkatkan daya saing jangka panjang.

Manfaat Key Strategy dalam Masa Depan Ekonomi Indonesia

Dengan menerapkan Key Strategy yang berfokus pada penguatan kelembagaan, Indonesia dapat memperbaiki posisinya dalam peringkat daya saing global. Hal ini juga akan membantu memastikan bahwa infrastruktur yang dibangun mampu menghasilkan manfaat maksimal, seperti meningkatkan produktivitas dan menarik investasi dari negara-negara lain. Selain itu, kebijakan yang konsisten dan didukung oleh sistem hukum yang solid akan mempercepat transformasi ekonomi ke model yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Ikut berdiskusi