Skip to content
Fresh Desk
Juli 14, 2026
Nasional

Latest Program: Bulog Libatkan Swasta untuk Giling 2 Juta Ton Beras CBP Jadi Beras Premium

Joseph Gonzalez 3 mins baca

Latest Program: Bulog Libatkan Swasta untuk Giling 2 Juta Ton Beras CBP Jadi Beras Premium Latest Program - Program terbaru yang diluncurkan Perum Bulog

Latest Program: Bulog Libatkan Swasta untuk Giling 2 Juta Ton Beras CBP Jadi Beras Premium

Latest Program: Bulog Libatkan Swasta untuk Giling 2 Juta Ton Beras CBP Jadi Beras Premium

Latest Program – Program terbaru yang diluncurkan Perum Bulog menyoroti kolaborasi dengan perusahaan swasta untuk mengubah 2 juta ton Beras Cadangan Pemerintah (CBP) menjadi beras premium. Ini adalah langkah strategis yang diambil untuk memenuhi target produksi dalam waktu empat bulan, dengan waktu penggilingan yang terbatas. Dalam program ini, Bulog memperluas peran mitra swasta dalam upaya meningkatkan kualitas produk beras yang dijual ke pasar nasional.

Proses Konversi Beras CBP ke Premium

Menurut Rizal, kepala divisi penggilingan Bulog, perusahaan swasta diharapkan bisa membantu mempercepat proses konversi berdasarkan skema rice to rice. “Bulog sendiri tidak mampu memproses volume sebesar itu dalam waktu yang tersedia. Oleh karena itu, kami bersinergi dengan Perpadi guna mempercepat pengolahan CBP menjadi beras komersial,” ujarnya dalam konferensi pers pada Senin (13/7). Proses ini dilakukan dengan memastikan beras yang dihasilkan memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan.

Peran Perpadi dalam Kolaborasi

Kerja sama dengan Perpadi bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, organisasi pengusaha penggilingan padi ini telah menjadi mitra Bulog dalam program penyerapan gabah dan beras, mulai dari realisasi pengadaan 3 juta ton pada tahun lalu hingga target 4 juta ton pada tahun ini. Kali ini, program diperluas dari penyerapan gabah ke penggilingan CBP menjadi beras premium yang akan dipasarkan secara komersial.

“Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam mencapai kemandirian pangan. Kami sepenuhnya mendukung kebijakan pemerintah untuk menuju kedaulatan pangan,” jelas Sutarto Alimoeso, Ketua Umum Perpadi.

Menurut Rizal, perusahaan swasta yang terlibat harus memenuhi syarat khusus untuk menghasilkan beras berkualitas. “Kami membutuhkan bantuan dari pihak swasta karena waktu yang tersedia untuk memproses 2 juta ton CBP menjadi beras komersial hanya sekitar empat bulan,” tambahnya. Kebutuhan ini mendorong Bulog untuk memastikan mitra swasta dapat menjaga kebersihan dan higienis produk akhir.

Progres Penyerapan Beras Hingga 13 Juli 2026

Bulog mencatatkan penyerapan beras hingga 13 Juli 2026 sebanyak 3,2 juta ton, atau 83% dari target 4 juta ton tahun ini. Wilayah seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan bahkan telah mencapai penyerapan 100%, sehingga mungkin melebihi target hingga akhir tahun. Kebijakan ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap pasokan beras di pasar domestik.

Manfaat dan Perspektif Program

Program ini memberikan manfaat ganda. Pertama, mendorong pemanfaatan stok CBP yang selama ini belum optimal. Kedua, meningkatkan daya saing beras nasional dengan produk premium yang lebih menarik bagi konsumen. Dengan melibatkan perusahaan swasta, Bulog juga memperkuat kerja sama antara sektor publik dan swasta dalam bidang pangan. Rizal menegaskan bahwa ini adalah bagian dari strategi untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan memastikan ketersediaan beras yang berkualitas.

Konteks Kebutuhan Pasar dan Kebijakan Pemerintah

Program penggilingan 2 juta ton CBP ini terkait dengan kebijakan pemerintah untuk mencapai kedaulatan pangan. Dengan meningkatkan produksi beras premium, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan pada beras impor yang biayanya cenderung lebih mahal. Bulog juga menyoroti pentingnya kolaborasi swasta untuk menutupi kekurangan kapasitas penggilingan internal. “Kami bersinergi dengan perusahaan swasta guna mempercepat proses konversi,” katanya, menegaskan kembali peran mitra eksternal dalam program ini.

“Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan produksi beras premium mencerminkan komitmen menuju kedaulatan pangan. Dengan melibatkan swasta, kami bisa mempercepat penggilingan dan memastikan kualitas produk,” tambah Rizal dalam wawancara terpisah.

Kolaborasi ini juga memberikan peluang bagi industri penggilingan swasta untuk berkembang. Bulog memastikan mitra yang terlibat akan mendapatkan insentif dan pengawasan ketat untuk memenuhi standar kualitas. Proses konversi CBP menjadi beras premium diharapkan bisa menjadi model kerja sama yang efektif antara sektor publik dan swasta dalam bidang pangan. Program ini akan menjadi bagian dari rangkaian upaya pemerintah dalam memastikan pasokan beras yang stabil dan berkualitas tinggi.

Ikut berdiskusi