Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Latest Program: DPR: Ekspor Listrik ke Singapura Harus Beri Nilai Tambah Maksimal untuk Indonesia

Karen Brown - pusatkabar.com 3 mins baca

Latest Program: DPR Ingatkan Ekspor Listrik ke Singapura Beri Nilai Tambah Maksimal untuk Indonesia Latest Program - Dalam rangka menjalankan Latest Program

Latest Program: DPR: Ekspor Listrik ke Singapura Harus Beri Nilai Tambah Maksimal untuk Indonesia

Latest Program: DPR Ingatkan Ekspor Listrik ke Singapura Beri Nilai Tambah Maksimal untuk Indonesia

Latest Program – Dalam rangka menjalankan Latest Program yang bertujuan memperkuat ekonomi nasional, Komisi XII DPR mengingatkan pemerintah agar rencana ekspor listrik rendah karbon ke Singapura tidak hanya fokus pada volume energi yang ditawarkan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang optimal bagi Indonesia. Program ini dilihat sebagai peluang strategis untuk menegaskan peran negara sebagai penghasil dan penyedia energi hijau di kawasan ASEAN, sekaligus menjaga keseimbangan antara kepentingan ekspor dan pengembangan industri dalam negeri.

Strategi Kebijakan dan Regulasi

Pemerintah diwajibkan memastikan skema tarif listrik dalam Latest Program tidak hanya menarik bagi investor asing, tetapi juga menguntungkan bagi produsen lokal. Langkah hati-hati oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menetapkan harga dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kepentingan nasional. Langkah ini juga bertujuan memastikan kebijakan tidak merugikan industri dalam negeri, terutama dalam menghadapi persaingan global di sektor energi.

Kerja sama ekspor listrik dengan Singapura tidak cukup dinilai dari kuantitas energi yang diperdagangkan, tetapi harus menjadi wadah untuk mendorong pertumbuhan industri komponen listrik hijau nasional. Latest Program ini diharapkan menjadi penggerak bagi penyerapan tenaga kerja, transfer teknologi, serta peningkatan kapasitas hilirisasi produk energi terbarukan. Pemenuhan kebutuhan lokal sebelum ekspor harus menjadi prioritas agar manfaat ekonomi tidak terbuang sia-sia.

Pengembangan Ekosistem Industri Hijau

Yulisman, anggota Komisi XII DPR RI, menegaskan bahwa Latest Program harus menjadi titik awal untuk membangun ekosistem industri hijau yang kuat. Ia mengatakan bahwa keberhasilan ekspor listrik tidak bisa terlepas dari pengembangan kapasitas manufaktur dalam negeri, seperti pembuatan turbin angin, panel surya, dan perangkat listrik terbarukan. “Kerja sama ini perlu memberikan manfaat seimbang bagi kedua negara, tetapi fokus utamanya adalah memaksimalkan nilai tambah bagi Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7/2026).

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa Latest Program ini telah menjadi bagian dari perjanjian Leaders’ Retreat Indonesia-Singapura pada awal Juli 2026. Nota kesepahaman yang ditandatangani kedua pihak menetapkan target ekspor listrik rendah karbon hingga 3,4 gigawatt (GW) secara bertahap, dengan proyeksi penyelesaian penuh pada 2035. Proses negosiasi tarif listrik masih berlangsung, dengan tujuan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Kerja sama ekspor listrik ke Singapura juga diharapkan menjadi pemicu investasi asing dalam industri energi hijau Indonesia. Latest Program ini bukan hanya tentang perdagangan energi, tetapi juga tentang pembangunan ekonomi berkelanjutan. Dengan memperkuat hilirisasi produk energi terbarukan, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku, sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.

Bahlil menekankan bahwa Latest Program harus memberikan manfaat struktural bagi Indonesia, seperti penguatan kelembagaan, pengembangan inovasi teknologi, dan peningkatan produktivitas sektor energi. Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah perlu memastikan tarif yang ditetapkan tidak terlalu rendah hingga mengakibatkan kerugian bagi produsen lokal. “Proses negosiasi ini harus mencerminkan visi jangka panjang, bukan hanya keuntungan jangka pendek,” terangnya.

Dalam rangka mewujudkan Latest Program, DPR mengusulkan penguatan regulasi yang mendukung transfer teknologi dan pengembangan industri berbasis listrik hijau. Proyek interkoneksi lintas batas ini juga diharapkan menjadi penggerak bagi peningkatan kualitas tenaga kerja di sektor energi, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam transformasi energi nasional. Dengan pendekatan holistik, Latest Program bisa menjadi model keberhasilan bagi negara-negara lain di ASEAN dalam memanfaatkan sumber daya energi secara optimal.

Ikut berdiskusi