Latest Program: Harga Telur Naik, Wamenko Pangan: Dipengaruhi Permintaan dari Program MBG
Harga Telur Mengalami Kenaikan, Wamenko Jelaskan Penyebabnya Latest Program - JAKARTA - Kenaikan harga telur ayam ras di pasar tradisional belakangan ini
Harga Telur Mengalami Kenaikan, Wamenko Jelaskan Penyebabnya
Latest Program – JAKARTA – Kenaikan harga telur ayam ras di pasar tradisional belakangan ini dipicu oleh peningkatan permintaan setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diaktifkan kembali bersamaan dengan pembukaan kegiatan sekolah.
Perubahan Pasokan dan Permintaan
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan bahwa fluktuasi harga telur terjadi akibat perubahan keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Dalam kondisi permintaan turun, harga cenderung mengalami penyesuaian, sementara kenaikan permintaan akan mendorong peningkatan harga.
“Pada saat pasokan dan permintaan dilepas, pergerakan harga tergantung pada dinamika tersebut. Jika permintaan mengalami penurunan, harga akan ikut turun signifikan,” jelas Hanif saat diwawancara media, Senin (20/7/2026).
Menurut Hanif, kenaikan harga telur saat ini masih dalam batas wajar. Harga yang terbentuk mencerminkan keseimbangan antara biaya produksi peternak dan kemampuan beli masyarakat.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia yang dipantau pada Senin (20/7/2026) pukul 16.58 WIB, harga rata-rata telur ayam ras segar di pasar tradisional naik 2,07% menjadi Rp 29.550 per kilogram.
Kembali aktifnya MBG menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan permintaan telur. Hanif menekankan bahwa pengaruh program ini terasa jelas, termasuk pada permintaan dari sektor pendidikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
