Skip to content
Fresh Desk
Juni 19, 2026
Nasional

Latest Program: Jakarta, Jatim dan Jabar Tawarkan Proyek Pengolahan Sampah Rp1,4 T kepada Investor

Lisa Hernandez 3 mins baca

Jakarta, Jatim, dan Jabar Tawarkan Proyek Pengolahan Sampah Rp1,4 Triliun untuk Investor Latest Program – KONTAN.CO.ID – SINGAPURA.

Latest Program: Jakarta, Jatim dan Jabar Tawarkan Proyek Pengolahan Sampah Rp1,4 T kepada Investor

Jakarta, Jatim, dan Jabar Tawarkan Proyek Pengolahan Sampah Rp1,4 Triliun untuk Investor

Latest Program – KONTAN.CO.ID – SINGAPURA. Pemerintah daerah terus mendorong pengembangan infrastruktur persampahan modern dan berkelanjutan melalui program terbaru yang menawarkan proyek pengolahan sampah senilai Rp1,4 triliun kepada investor. Pada ajang Asia Infrastructure Forum (AIF) 2026 di Singapura, Rabu (17/6/2026), Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, serta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengungkapkan inisiatif besar untuk mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA) dan memanfaatkan teknologi pengolahan limbah. Program ini bertujuan mendorong transisi ke sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien, sekaligus menciptakan peluang investasi di sektor energi terbarukan.

Pengurangan Ketergantungan pada TPA

Langkah ini sejalan dengan strategi nasional pemerintah untuk mengurangi emisi metana dan meningkatkan penggunaan sumber daya daur ulang. Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, pembangunan fasilitas pengolahan sampah seperti refuse-derived fuel (RDF) dan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) diharapkan menjadi solusi jangka panjang. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menegaskan kebijakan ketat terhadap pengangkutan sampah terbuka, yang berdampak pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

“Program ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah, terutama dalam mengurangi beban TPA yang kian membanjir,”

Sebagai bagian dari Latest Program, Jakarta, Jatim, dan Jabar berupaya memanfaatkan teknologi canggih untuk mengubah limbah menjadi energi. Pemerintah daerah mengajukan beberapa proyek besar yang diharapkan bisa memberikan dampak signifikan dalam mengurangi polusi dan meningkatkan ekonomi daerah melalui pendapatan dari pengelolaan sampah.

Pengelolaan Sampah di Jakarta

Di Jakarta, proyek Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter menjadi fokus utama. Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, menjelaskan bahwa ibukota menghasilkan sekitar 7.800 ton sampah per hari, dengan sebagian besar tetap dikirim ke TPA Bantar Gebang. Proyek ITF Sunter dirancang untuk memproses 2.200 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik hingga 35 megawatt (MW). Latest Program ini menggabungkan pendapatan dari tipping fee dan penjualan energi kepada PT PLN melalui perjanjian jual beli listrik (PPA).

“Dengan volume sampah yang sangat besar, proyek ini bisa mengurangi beban TPA sebesar 30 persen dalam waktu lima tahun,”

Pemprov DKI Jakarta juga berharap proyek ini menjadi contoh sukses dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi. Fasilitas ITF Sunter akan melayani wilayah Jakarta Utara dan meningkatkan efisiensi dalam mengelola sampah rumah tangga. Selain itu, proyek ini diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja lokal dan menurunkan biaya pengolahan sampah secara keseluruhan.

Pengolahan Sampah di Jawa Timur

Pemprov Jatim menyiapkan proyek pengolahan sampah di Mojokerto dengan luas 50 hektare. Proyek ini mampu menangani 333 ton limbah per hari untuk diubah menjadi RDF, yang nantinya dapat digunakan dalam industri. Latest Program ini memiliki nilai investasi diperkirakan antara US$9,6 juta hingga US$11,6 juta, dengan pendanaan sebagian besar berasal dari pinjaman JICA. Proyek ini bertujuan menekan kebutuhan bahan bakar fosil dan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan.

“Dengan populasi hampir 42 juta, kita perlu sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu dan berkelanjutan,”

Proyek di Mojokerto juga dilengkapi dengan sistem pengendalian emisi dan fasilitas pemilahan sampah yang canggih. Pemprov Jatim menargetkan proyek ini bisa beroperasi dalam 3-5 tahun ke depan, mendukung visi menjadi provinsi dengan pengelolaan sampah terbaik di Indonesia. Selain itu, proyek ini diharapkan bisa menjadi model untuk daerah lain yang memiliki masalah serupa.

Pengelolaan Sampah di Jawa Barat

Di Jawa Barat, proyek pengolahan sampah untuk kawasan Cirebon Raya menjadi bagian dari Latest Program. Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Jabar, Gunawan, menyebutkan volume sampah di kawasan itu mencapai 2.100 ton per hari dan diperkirakan meningkat ke lebih dari 2.300 ton pada 2030. Proyek ini menggunakan teknologi mechanical biological treatment (MBT) untuk meningkatkan efisiensi pemilahan dan pengolahan sampah.

“Kawasan Cirebon Raya memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengolahan sampah berbasis energi, terutama dengan dukungan investor lokal dan asing,”

Pemprov Jabar juga terus mengevaluasi penambahan fasilitas waste-to-energy di kawasan metropolitan seperti Bandung dan Bekasi. Latest Program ini diharapkan bisa mempercepat transisi ke sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, sekaligus mendukung tujuan hijau pemerintah daerah dalam mengurangi limbah plastik dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan.

Potensi Ekonomi dan Lingkungan

Pengelolaan sampah berbasis teknologi tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memberikan peluang ekonomi baru. Latest Program ini diproyeksikan mampu menyerap investasi asing hingga 10 miliar dolar AS, dengan manfaat jangka panjang dalam pengurangan biaya pengangkutan samp

Ikut berdiskusi